Perencanaan Kontinjensi dengan OpenStreetMap (OSM) dan QGIS/InaSAFE

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

2013

KATA PENGANTAR

Program Diklat Perencanaan Kontinjensi dengan OpenStreetMap (OSM) dan QGIS/InaSAFE dirancang untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Provinsi agar dapat menangani keadaan darurat ketika terjadi bencana. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari program diklat ini akan membantu mereka untuk mengurangi dan mengelola risiko dari suatu bencana alam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengidentifikasi prioritas kebutuhan untuk memperbaiki metodologi yang dapat digunakan untuk perencanaan kontinjensi. Metodologi ini menekankan pada penggunaan skenario bencana yang realistis sebagai titik awal untuk proses perencanaan kontinjensi yang baru dan komprehensif.

BNPB dan Australian Government melalui Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) telah bekerja sama membuat sebuah perangkat lunak terbuka untuk mengembangkan skenario bencana yang realistis sebagai input untuk perencanaan kontinjensi. Perangkat lunak ini dirancang untuk membantu badan penanggulangan bencana memperbaiki analisis skenario, yang dapat digunakan sebagai input untuk menyusun perencanaan kontinjensi bencana mereka.

Untuk membantu Pusat Diklat BNPB dalam mengembangkan diklat yang lebih efektif dan sistematis yang mencakup seluruh kompetensi yang dibutuhkan, paket pelatihan dan materi kurikulum ini pun dibuat. Kurikulum diklat ini dikembangkan untuk digunakan sebagai acuan di dalam penyelenggaraan diklat, baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi/kabupaten/kota.

Kurikulum ini akan terus disempurnakan melalui uji coba dan masukan dari para pemangku kepentingan, baik dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah.

PENDAHULUAN

Sebagai salah satu negara yang paling rawan bencana dan berpenduduk terpadat di dunia, Indonesia menghadapi risiko jumlah korban jiwa serta tantangan kemajuan pembangunan yang signifikan sebagai akibat dari bencana alam. Inilah mengapa pengurangan risiko bencana telah diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu dari 11 prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (2010-2014). Dalam pengakuan dari dampak bencana kepada ekonomi berkembang, kebijakan AusAid terhadap pengurangan risiko bencana menggaris bawahi pentingnya berinvestasi pada pengurangan dampak bencana.

BNPB memiliki mandat untuk meningkatkan kapasitas manajemen bencana secara keseluruhan di Indonesia, termasuk pelatihan bagi manajer-manajer bencana pada tingkat sub-nasional. Hingga saat ini, Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB telah mengembangkan berbagai kurikulum dan modul pelatihan yang memiliki fokus spesifik pada

  1. Dasar-dasar Penanggulangan Bencana

  2. Penilaian dan Koordinasi Cepat

  3. Rencana Kontinjensi

BNPB telah bekerja sama dengan berbagai pelaku dan instansi terkait dalam pengembangan modul pelatihan ini. BNPB telah mengidentifikasi kebutuhan prioritas untuk meningkatkan metodologi yang digunakan dalam perencanaan kontinjensi menggunakan penekanan pada penggunaan skenario bencana yang realistis sebagai titik awal untuk proses baru dan komprehensif ini.

BNPB dan Australian Government melalui Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction telah bekerjasama membuat sebuah metodologi dan perangkat lunak terbuka (open source software tools) terkait untuk mengembangkan skenario bencana yang realistis untuk rencana kontinjensi. Hal ini akan memungkinkan manajer bidang emergency untuk mengembangkan penilaian skenario mereka sendiri yang dapat menjadi masukan bagi rencana kontinjensi bencana mereka. Selama satu tahun terakhir, terdapat tiga alat yang telah diujicobakan di Indonesia dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi:

  • InaSAFE: adalah perangkat lunak yang gratis dan bersifat terbuka yang menghasilkan skenario dampak bencana alam yang realistis untuk perencanaan, kesiapsiagaan, dan kegiatan tanggap darurat yang lebih baik. Tool ini sedang dikembangkan oleh AIFDR dengan konsultasi yang erat dengan BNPB.

  • OpenStreetMap (OSM) tools: OSM merupakan peta dunia gratis yang memperbolehkan siapa pun untuk menambahkan dan mengedit data yang ada di dalamnya. Dengan memberdayakan pemetaan berbasis komunitas, kita bisa mendapatkan informasi yang lebih detail dan akurat yang kemudian dapat digunakan pada InaSAFE (contohnya, berapa banyak rumah yang dapat terkena dampak dari jenis bencana tertentu).

  • QGIS: merupakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografi (SIG) yang terbuka sehingga memperbolehkan pengguna untuk menganalisa datanya secara spasial dan juga merupakan platform dimana InaSAFE dibuat.

Dalam rangka memastikan penyerapan, efektivitas, dan keberlanjutan dari alat-alat tersebut, penting untuk mengembangkan dan menguji paket pelatihan yang komprehensif untuk setiap individu, begitu pula dengan menciptakan pelatih-pelatih lainnya di penjuru Indonesia.

Skema kurikulum ini menjabarkan tentang kompetensi yang akan dicapai, daftar materi yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dalam paket lokakarya serta struktur program diklatnya. Pelatihan terdiri dari tingkat dasar, menengah, dan lanjut. Pelatihan tingkat dasar ditujukan untuk memperkenalkan peserta kepada konsep dari pengembangan skenario bencana yang realistis dan membantu mereka tersosialisasikan oleh konsepnya dan mengeksplorasi ketiga tool open source tersebut. Dalam perencanaan kontinjensi, skenario bencana yang realistis berkontribusi secara signifikan terhadap keandalan hasil perencanaan yang telah dibuat. Ketika kompleksitas dan ketidakpastian merupakan hal yang umum dalam mengembangkan skenario bencana yang realistis, maka dibutuhkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang maju dalam pemetaan dan kalkulasi dampak menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE. Untuk alasan ini, lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE tingkat menengah diperlukan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan peserta untuk bekerja menggunakan tool tersebut dalam mengantisipasi kejadian dan dampak bencana yang mungkin terjadi.

Lokakarya tingkat pemula dan lanjut diharapkan dapat berkelanjutan dengan pelatihan tingkat lanjut dan lokakarya bagi para trainer (Training of Trainers)

Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, lokakarya ini diharapkan menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy (pembelajaran orang dewasa) yang menekankan pada pelaksanaan tugas di lapangan, serta menerapkan metode variatif yang menekankan pada keterlibatan peserta secara aktif.

PENJENJANGAN LOKAKARYA

Lokakarya ini terdiri dari tiga tingkatan:

  1. Lokakarya Tingkat Dasar

  • Pengumpulan Data Menggunakan OSM (Tingkat Dasar)

  • Analisis Data Menggunakan QGIS dan InaSAFE (Tingkat Dasar)

  1. Lokakarya Tingkat Menengah

  • Pengumpulan Data Menggunakan OSM ( Tingkat Menengah)

  • Analisis Data Menggunakan QGIS dan InaSAFE (Tingkat Menengah)

  1. Lokakarya Training of Trainer (ToT)

KURIKULUM

A. Aims

Skema kurikulum pada Pengembangan Skenario untuk Rencana Kontinjensi menggunakan OSM dan QGIS/InaSAFE disusun untuk memberikan acuan bagi penyelenggara lokakarya di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.

Pelatihan ini terdiri dari tiga lokakarya terpisah yang melingkupi empat buah modul pelatihan dan satu pelatihan untuk pelatih (training for trainers). Tujuan dari lokakarya pertama adalah untuk memberikan pemahaman yang lengkap mengenai seluruh komponen dari proses pengembangan skenario. Sedangkan lokakarya kedua dimaksudkan untuk melanjutkan ke topik yang lebih maju dalam OSM dan QGIS/InaSAFE.

Tujuan utama dari lokakarya ToT adalah untuk melatih peserta menjadi pemimpin dan pelatih dalam program Pengembangan Skenario Rencana Kontinjensi (SD4CP) di daerah mereka masing-masing.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memiliki kemampuan-kemampuan baru terkait OSM/QGIS/InaSAFE yang dibutuhkan sebagai fasilitator, untuk membantu dan melatih orang lain dalam mengembangkan sebuah skenario bencana yang realistis yang dapat dimanfaatkan dalam rencana kontinjensi. Hal ini akan menciptakan proses pengambilan keputusan yang lebih baik selama proses pembuatan rencana kontinjensi. Selain itu diharapkan peserta TOT dapat memberikan bantuan teknis di daerah mereka masing-masing.

B. Target Audience and Qualifications

Sasaran peserta lokakarya, baik untuk tingkat dasar dan menengah adalah:

  1. Orang-orang yang bertanggung jawab dalam pengembangan rencana kontinjensi di BPBD provinsi atau kabupaten. Prioritas diberikan kepada mereka yang bekerja pada bidang pencegahan berncana

  2. Dosen dan mahasiswa dari departemen yang relevan seerti Geografi, Geodesi, Geomatika, Teknologi Informasi dan sains kebumian lainnya

  3. Perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja di bidang pengurangan risiko bencana

  4. Organisasi relevan lainnya seperti Angkatan Darat, Polisi, Palang Merah, dan Pramuka

  5. Lembaga relevan lainnya

Kualifikasi untuk peserta tingkat pemula:

  1. Mampu mengoperasikan komputer (word processing, presentations, internet, spreadsheets)

  2. Membawa laptop dengan spesifikasi RAM minimal 2 GB (disarankan 4 GB).

  3. Disarankan membawa GPS dan apabila dapat mengoperasikan GPS akan lebih baik.

  4. Diutamakan memiliki pengetahuan tentang Sistem Informasi Geografi.

Kualifikasi peserta di tingkat menengah:

  1. HARUS telah mengikuti lokakarya tingkat dasar ATAU pengetahuan yang setara ATAU memiliki latar belakang Sistem Informasi Geografi, dan telah menguasai panduan tingkat dasar.

  2. Mampu mengoperasikan komputer (word processing, presentations, internet, spreadsheets)

  3. Membawa laptop dengan spesifikasi RAM minimal 2 GB (disarankan 4 GB).

  4. Memiliki pengetahuan tentang Sistem Informasi Geografi.

  5. Disarankan membawa GPS dan apabila dapat mengoperasikan GPS akan lebih baik.

Kriteria Peserta Diklat dan persyaratan untuk mengikuti diklat Training of Trainer (ToT):

  1. HARUS telah mengikuti pelatihan tingkat pemula dan tingkat menengah.

  2. Menunjukkan potensi untuk menjadi pendorong atau advokat utama serta menjadi pelatih dan sumber daya teknis dalam program pelatihan Pengembangan Skenario untuk Rencana Kontinjensi di daerah mereka masing-masing.

  3. Penyelesaian tugas prasyarat yang memuaskan (sebagaimana dinilai oleh HOT)

C. Map of Competencies

Perlu diperhatikan bahwa tabel kompetensi (dan skema kurikulum di bawah ini) telah diorganisir berdasarkan topik, bukan tingkatan lokakarya.

1. Lokakarya Tingkat Pemula

No.

Tingkatan

Kompetensi Standar dan Dasar

Pengumpulan Data Menggunakan OSM (Tingkat Dasar)

Mengumpulkan data spasial dengan OSM

  1. Menggambar peta wilayah sebagai dasar pemahaman OpenStreetMap

  2. Dapat menavigasikan Peta OpenStreetMap

  3. Dapat Mengoperasikan JOSM

  4. Menggunakan GPS untuk menambah data di OSM

  5. Menggunakan field papers untuk menambah data di OSM

  6. Dapat mengedit peta dan menambahkan informasi ke OSM menggunakan JOSM

  7. Memperbaiki pergeseran citra satelit

  8. Memperoleh data OSM dalam format tertentu untuk melakukan analisa lebih lanjut di perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografi)

Analisis Data Menggunakan QGIS dan InaSAFE (Tingkat Dasar)

Mengelola data spasial menggunakan QGIS dan menganalisis skenario dampak bencana menggunakan InaSAFE

  1. Menggunakan SIG untuk mengembangkan skenario rencana kontijensi

  2. Memahami manfaat QGIS dan InaSAFE dalam pengembangan skenario realistis untuk rencana kontinjensi

  3. Instalasi QGIS dan memahami tampilan antarmuka QGIS

  4. Menggunakan plugin QGIS

  5. Memahami sistem proyeksi dan transformasi proyeksi pada QGIS

  6. Menggunakan dan memahami data vektor

  7. Mengkategorisasi dan membuat label dari data vektor

  8. Menggunakan dan memahami data raster

  9. Membuat dan mengedit layer vektor baru

  10. Analisis data vektor untuk memecahkan masalah

  11. Membuat peta dengan Map Composer

  12. Menggunakan InaSAFE

  13. Memahami bagaimana mendapatkan bantuan untuk QGIS dan InaSAFE di Indonesia

2. Lokakarya Tingkat Menengah

No.

Tingkatan

Kompetensi Standar dan Dasar

Pengumpulan Data Menggunakan OSM ( Tingkat Menengah)

Penjaminan Kualitas dalam pemetaan OSM

  1. Menerapkan teknik dijitasi yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas data yang terkumpul

  2. Menggunakan alat validasi JOSM untuk memastikan kualitas peta kontributor

  3. Menyelesaikan konflik ketika melakukan upload data OSM

  4. Membuat file presets di JOSM

  5. Menggunakan fitur private data store untuk menyimpan data pribadi

  6. Membuat dan mengedit halaman pada Wiki OSM

Analisis Data Menggunakan QGIS dan InaSAFE (Tingkat Menengah)

Analisis Data Spasial menggunakan QGIS dan InaSAFE untuk Rencana Kontinjensi

  1. Memahami konsep QGIS

  2. Mempersiapkan data dan keywords untuk InaSAFE

  3. Menentukan lokasi tempat-tempat evakuasi sementara

  4. Merencanakan jalur evakuasi berdasarkan informasi ancaman

  5. Menilai kerusakan dan kerugian

3. Training of Trainers

No.

Tingkatan

Kompetensi Standar dan Dasar

Lanjutan

Mengajarkan pengumpulan dan analisis data menggunakan OSM, QGIS dan InaSAFE di daerah mereka masing-masing

  1. Menguasai cara melaksanakan pembelajaran orang dewasa

  2. Demonstrasi keterampilan dasar mengajar

  3. Mempraktikkan pengumpulan dan analisis data menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

D. Curriculum Development Process

Proses pengembangan kurikulum sedang berjalan, dan melibatkan beberapa komponen utama berikut:

  1. Mengidentifikasi kompetensi yang harus dikuasai untuk mengumpulkan data spasial menggunakan OSM dan melakukan analisis data menggunakan QGIS/InaSAFE. Kompetensi dijabarkan sebagai standar dan dasar.

    Standar kompetensi, atau kompetensi materi lokakarya, merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta pelatihan yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada suatu materi lokakarya.

    Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta pelatihan dalam materi lokakarya tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator dalam suatu materi lokakarya.

    Indikatornya antara lain:

    1. Karateristik perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta lokakarya telah mencapai kompetensi dasar yang diharapkan

    2. Penanda pencapaian kompetensi dasar yang berasal dari perilaku yang dapat diukur seperti sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    3. Dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta lokakarya, kondisi dan pelaksana lokakarya.

    4. Terukur dan/atau dapat diobservasi

    5. Digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan alat pengukuran

  2. Menghimpun bahan ajar dan materi yang digunakan di dalam lokakarya.

  3. Meminta masukan dari peserta yang telah mengikuti lokakarya sebelumnya.

  4. Diskusi dengan pelatih lokakarya untuk memastikan:

    1. Seluruh materi yang dibutuhkan sudah termasuk.

    2. Kedalaman materi sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai.

    3. Materi disusun secara sistematis.

E. Curriculum Scheme

Pengumpulan Data dengan Menggunakan OSM Tingkat Dasar

Kompetensi Dasar: Mengumpulkan Data Spasial menggunakan OSM

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

  1. Menggambar peta wilayah sebagai dasar pemahaman OpenStreetMap

  1. Memahami konsep dan pengertian OpenStreetMap

  2. Memahami definisi dan tujuan pengumpulan data

  3. Memahami komponen dalam peta

  4. Membuat sketsa peta wilayah menggunakan tangan

Situs OpenStreetMap

  1. Konsep OpenStreetMap

  2. Pengertian dan tujuan pengumpulan data

  3. Komponen dalam sebuah peta

  4. Sketsa dari sebuah wilayah yang digambar tangan

  1. Dapat menavigasikan Peta OpenStreetMap

  1. Mengunjungi situs OSM

  2. Menavigasi peta di situs OSM

  3. Menyimpan gambar dari OSM

  4. Mendaftarkan akun OSM

  5. Mengedit peta OSM

  6. Menyimpan hasil editing

Pengoperasian OSM

  1. Mengunjungi situs OSM

  2. Menavigasikan peta OSM

  3. Menyimpan gambar dari OSM

  4. Mendaftarkan akun OSM

  5. Mengedit peta OSM

  1. Dapat Mengoperasikan JOSM

  1. Melakukan download JOSM

  2. Instal JOSM

  3. Mengubah pengaturan JOSM

  4. Menggunakan tools dasar

  5. Menggambar nodes dan garis di JOSM

  6. Mengubah Objek

  7. Memberikan informasi terhadap objek dengan menggunakan menu presets

Pengoperasian JOSM

  1. Mendownload JOSM

  2. Melakukan instalasi JOSM

  3. Pengaturan preferensi pada JOSM

  1. Citra satelit Bing

  2. Preset

  3. Plugin

  4. Pengaturan Bahasa

  1. Menggambar peta menggunakan JOSM

  1. Operasi dasar

  2. Nodes, Garis dan Bentuk

  3. Mengubah objek

  4. Menambahkan presets

  1. Menggunakan GPS untuk menambah data di OSM

  1. Memahami GPS dan tipe-tipe GPS

  2. Dapat menyalakan GPS

  3. Pengaturan GPS

  4. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi GPS

  5. Memahami track dan waypoint

  6. Mengumpulkan data menggunakan GPS

  7. Copy data GPS (tracks dan waypoints) ke dalam komputer

  8. Buka waypoints dan tracks pada JOSM

  9. Upload track GPS menggunakan JOSM

  10. Edit OSM berdasarkan data GPS pada JOSM

Penggunaan GPS

  1. Pengertian GPS

  2. Menyalakan GPS

  3. Menavigasikan GPS

  4. Track dan waypoint

  5. Menyimpan lokasi (waypoint)

  6. Menyalakan Track Log

  7. Pengaturan GPS

  8. Bagaimana mengcopy waypoint dan track ke komputer

  1. Menghubungkan GPS ke komputer

  2. Instalasi driver GPS

  3. Pengaturan program GPSBabel

  4. Instalasi GPSBabel

  5. Mengcopy track dan waypoint

  6. Data GPS pada JOSM

  1. Upload track GPS pada JOSM

  2. Mengedit data GPS menggunakan JOSM

  1. Menggunakan field papers untuk menambah data di OSM

  1. Memahami cara kerja Field Papers

  2. Membuat dan mencetak Field Papers

  3. Menambahkan informasi ke Field Papers

  4. Melakukan scan dan upload Field Papers ke situs fieldpapers.org

  5. Membuka Field Papers ke dalam JOSM

Field Papers

  1. Apa itu Field Papers

  2. Menggunakan Field Papers

  3. Membuat dan mencetak Field Papers

  4. Pemetaan dengan Field Papers

  5. Proses scan dan upload

  6. Field Papers di dalam JOSM

  1. Dapat mengedit peta dan menambahkan informasi ke OSM menggunakan JOSM

  1. Memahami cara mendownload data OSM pada area yang akan Anda edit

  2. Memahami cara memilih layer

  3. Memahami cara mengedit data OSM

  4. Memahami cara mengedit dan memahami tag

  5. Mengetahui cara mengupload data OSM

  6. Mengetahui cara menyimpan file OSM

Editing OpenStreetMap dengan JOSM

  1. Mengeksplorasi JOSM

  2. Layer-layer JOSM

  3. Mengedit Data OSM

  4. Tag

  5. Mengupload perubahan

  6. Menyimpan file OSM

  1. Memperbaiki pergeseran citra satelit

  1. Memahami pengertian pergeseran citra satelit

  2. Memahami komponen-komponen citra (resolusi dan georeferensi)

  3. Menjelaskan bagaimana pergeseran citra satelit terjadi

  4. Memperbaiki pergeseran citra satelit

Pergeseran Citra Satelit

  1. Pengertian pergeseran citra satelit

  2. Resolusi dan georeferensi citra satelit

  3. Pergeseran citra satelit

  4. Memperbaiki pergeseran citra satelit

  1. Memperoleh data OSM dalam format tertentu untuk melakukan analisa lebih lanjut di perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografi)

  1. Mendownload data OpenStreetMap dari situs Geofabrik

  2. Mendownload data OpenStreetMap menggunakan HOT Exports

Perolehan Data OSM

  1. Mendonwload data OpenStreetMap dari situs Geofabrik

  2. Mendownload data OpenStreetMap sesuai dengan wilayah dan memilih atribut menggunakan HOT Export.

Analisis Data Menggunakan QGIS dan InaSAFE Tingkat Dasar

Kompetensi Dasar: Mengatur Data Spasial Menggunakan QGIS dan Menganalisis Skenario Dampak Bencana Menggunakan InaSAFE

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

  1. Menggunakan SIG untuk mengembangkan skenario rencana kontijensi

  1. Membedakan antara data dan informasi

  2. Memahami konsep SIG

SIG untuk Pengembangan Rencana Kontinjensi

  1. Perbedaan data dan informasi

  2. Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

  1. Memahami manfaat QGIS dan InaSAFE dalam mengembangkan skenario realistik untuk Rencana Kontinjensi

  1. Memahami peran SIG untuk mempersiapkan rencana kontinjensi

  2. Memahami pentingnya data

  3. Memahami manfaat QGIS/InaSAFE dalam pengembangan skenario untuk rencana kontinjensi

QGIS dan InaSAFE dalam Rencana Kontinjensi

  1. SIG untuk Mempersiapkan Rencana Kontinjensi

  2. Pentingnya Data

  3. QGIS dan InaSAFE

  1. Instalasi QGIS dan memahami tampilan antarmuka QGIS

  1. Men-download QGIS

  2. Meng-install QGIS

  3. Membuka proyek QGIS yang telah disimpan sebelumnya

  4. Memahami panel layer

  5. Mengakses tool dasar melalui toolbar

  6. Membersihkan toolbar

  7. Menampilkan peta melalui jendela peta

  8. Mengambil informasi pada peta melalui status bar

Dasar-dasar QGIS

  1. Mendapatkan QGIS

  2. Installasi QGIS

  3. Pengguna tampilan antarmuka Layout QGIS

  4. Menambahkan Layer Vektor

  5. Tool QGIS Dasar

  6. Menggerakkan Peta

  1. Menggunakan plugin QGIS

  1. Memahami konsep plugin

  2. Instalasi Plugin QGIS

  3. Penambahan imagery dari citra satelit menggunakan OpenLayers

Plugin pada QGIS

  1. Mengatur Plugin

  2. Menginstal plugin

  3. Plugin OpenLayer

  1. Memahami sistem proyeksi dan transformasi proyeksi pada QGIS

  1. Pemahaman Sistem Referensi Koordinat (Coordinate Reference System - CRS)

  2. Identifikasi CRS pada dataset vektor

  3. Melakukan proyeksi ulang ‘on the fly’

  4. Simpan dataset dalam CRS yang berbeda

  5. Membuat proyeksi sendiri

Dasar Proyeksi Peta

  1. Sistem Koordinat Referensi (CRS)

  2. Proyeksi ulang “On the fly”

  3. Dataset dengan CRS berbeda

  4. Menentukan proyeksi sendiri

  1. Menggunakan dan memahami data vektor

  1. Memahami data vektor

  2. Mengidentifikasi atribut data vektor

  3. Menambah layer vektor

  4. Simbolisasi layer vektor

Bekerja dengan Data Vektor

  1. Data Vektor

  2. Atribut Data

  3. Menambah data vektor

  4. Simbologi

  1. Mengkategorisasi dan membuat label dari data vektor

  1. Menelusuri data atribut dari suatu objek dan memahami penggunaan berbagai tipe data yang berbeda

  2. Menambahkan label ke layer vektor

  3. Melakukan simbolisasi data vektor dengan kategori

Label dan Klasifikasi

  1. Atribut Data

  2. Tool label
  3. Klasifikasi

  1. Menggunakan dan memahami data raster

  1. Membuat data raster

  2. Mengubah simbologi raster

  3. Melakukan analisis medan

Bekerja dengan Data Raster

  1. Bagaimana untuk memuat data raster

  2. Tool label
  3. Klasifikasi

  1. Membuat dan mengedit layer vektor baru

  1. Menambah layer raster untuk dijitasi

  2. Membuat fitur vektor baru (poligon, garis, dan titik)

  3. Digitalisasi layer vektor baru dengan mengacu pada layer raster dan mempertimbangkan topologi

  4. Melakukan Georeferensi

Membuat Layer Vektor

  1. Penambahan layer raster

  2. Pembuatan fitur vektor baru

  3. Digitasi layer vektor baru

  4. Georeferensi

  1. Analisis data vektor untuk memecahkan masalah

  1. Memahami proses SIG

  2. Mengidentifikasi permasalahan

  3. Memahami kebutuhan data

  4. Memulai sebuah proyek QGIS baru

  5. Menganalisis masalah

  6. Mengidentifikasi zona ancaman

  7. Mencari jalan penting

  8. Mencari fasilitas kesehatan

  9. Melakukan buffer jalan

  10. Melakukan buffer fasilitas kesehatan

  11. Menganalisis wilayah yang overlap

  12. Pilih fitur menurut jenis penggunaan lahan

Analisis Vektor untuk Pemecahan Masalah

  1. Proses SIG

  2. Permasalahan

  3. Data
  4. Memulai Proyek

  5. Analisis Masalah : Kebun dan Tegalan

  6. Zona Ancaman

  7. Mencari Jalan Penting

  8. Mencari Fasilitas Kesehatan

  9. Buffer Jalan

  10. Buffer Fasilitas Kesehatan

  11. Area yang tumpah tindih

  12. Memilih Kebun dan Tegalan

  13. Memilih Area Lahan dengan Ukuran Tepat

  1. Membuat peta dengan Map Composer

  1. Merancang layout peta

  2. Menambahkan sebuah peta baru

  3. Menambahkan judul pada sebuah peta

  4. Menambahkan skala grafik dan numerik

  5. Menambahkan grid pada sebuah peta

  6. Menambahkan sebuah inset

  7. Menyesuaikan isi legenda

  8. Meng-eksport sebuah peta ke dalam format yang berbeda (pdf, jpeg, jpeg, svg)

Menggunakan Map Composer

  1. Membuat Peta

  2. Menambahkan peta baru

  3. Menambahkan judul peta

  4. Menambahkan Skala

  5. Menambahkan Grid

  6. Menambahkan inset

  7. Menambahkan Legenda

  8. Mencetak Peta

  1. Menggunakan InaSAFE

  1. Menjelaskan konsep dari Ancaman, Keterpaparan, dan Data Dampak Bencana

  2. Memahami bagaimana cara menentukan dampak bencana

  3. Memahami tampilan antarmuka InaSAFE

  4. Menambahkan data ancaman

  5. Menambahkan data keterpaparan (vektor dan raster) yang belum diproses

  6. Menggunakan editor kata kunci

  7. Menganalisis Dampak

  8. Memperbaiki output peta InaSAFE

  9. Menyimpan dan mencetak hasil skenario

Memahami InaSAFE

  1. Ancaman, Paparan, Dampak

  2. Tampilan antarmuka InaSAFE

  3. Menambahkan data ancaman

  4. Menambahkan data keterpaparan

  5. Menambahkan kata kunci di metadata

  6. Analisis Dampak

  7. Memperbaiki Output Peta InaSAFE

  8. Menggunakan tombol cetak

  9. Menyimpan pekerjaan anda

  1. Memahami bagaimana mendapatkan bantuan untuk QGIS dan InaSAFE di Indonesia

  1. Menggunakan media sosial untuk berhubungan dengan komunitas InaSAFE

  2. Mengakses situs panduan QGIS

Mendapatkan Dukungan

  1. Facebook
  2. Tutorial QGIS

Pengumpulan Data dengan menggunakan OSM Tingkat Menengah

Kompetensi Dasar: Penjaminan kualitas dalam pemetaan OSM

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

  1. Menerapkan teknik digitasi yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan.

  1. Menggunakan alat edit di JOSM

  2. Membuat relasi antar objek

Teknik Editing Lebih Lanjut

  1. Tool mengedit tingkat lanjut

  1. Tool standar untuk menggambar

  2. Plugin

  1. Relasi

  1. Mengedit relasi

  2. Multipolygons dan linestrings

  1. Menggunakan alat validasi JOSM untuk memastikan kualitas peta kontributor

  1. Menggunakan tool validasi pada JOSM

  2. Menggunakan tool validasi secara online

Penjaminan Kualitas

  1. Kesalahan dan peringatan

  2. Menggunakan tool validasi

  3. Peringatan validasi umum

  4. Menggunakan tasking manager

  5. Petunjuk mengedit

  6. Standardisasi preset

  7. KeepRight

  1. Menyelesaikan konflik ketika melakukan upload data OSM

  1. Mengenali Konflik

  2. Memahami bagaimana konflik dapat terjadi

  3. Menyelesaikan konflik

Menyelesaikan Konflik

  1. Konflik

  2. Cara menyelesaikan konflik

  3. Cara untuk menghidari konflik

  1. Membuat file presets di JOSM

  1. Memahami tags

  2. Memahami XML

  3. Memahami keys dan values

  4. Membuat preset

  5. Memasukkan file preset ke dalam JOSM

  6. Menerapkan preset baru pada sebuah objek

Membuat File Preset JOSM

  1. Tag dan preset

  2. Pendahuluan XML

  3. File preset JOSM

  1. Menggunakan fitur private data store untuk menyimpan data pribadi

  1. Memahami fungsi dari Data Store Terpisah (SDS - Separate Data Store)

  2. Memahami data apa yang seharusnya dipublikasi dan data pribadi

  3. Menginstal Plugin SDS di JOSM

  4. Menggunakan Preset SDS

  5. Menggunakan plugin SDS untuk memilih data publik dan data pribadi

  6. Mengakses datastore secara online

Menggunakan Separate Data Store

  1. Menginstalasi plugin SDS

  2. Menggunakan Plugin

  3. Bagaimana cara kerjanya

  4. Mengakses datastore secara online

  1. Membuat dan mengedit halaman di wiki OSM

  1. Memahami cara membuat akun di Wiki OpenStreetMap

  2. Memahami format dan aturan dalam pembuatan halaman wiki

  3. Memahami cara mengedit wiki

  4. Memahami cara meng-upload file dan foto/gambar

  5. Mampu menerjemahkan dan merevisi wiki

Mengedit Wiki OpenStreetMap

  1. Wiki OSM

  2. Mendaftar

  3. Mengedit

  4. Pemformatan Wiki

  5. Membuat halaman baru

  6. Mengupload file dan gambar

  7. Menerjemahkan halaman

  8. Halaman pantauan

Analisis Data menggunakan QGIS dan InaSAFE Tingkat Menengah

Kompetensi Standarr: Analisis Data Spasial menggunakan QGIS dan InaSAFE untuk Rencana Kontinjensi

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

  1. Memahami konsep QGIS

  1. Mengidentifikasi tipe data QGIS

  2. Memahami simbologi

  3. Memahami layout peta

Review QGIS

  1. Tipe data dalam QGIS

  2. Simbolisasi data

  3. Layout Peta

  1. Mempersiapkan data dan keywords untuk InaSAFE

  1. Memahami input InaSAFE

  2. Memperoleh data OSM dari server HOT export

  3. Menambahkan data ke dalam InaSAFE

  4. Menambahkan kata kunci

  5. Mempersiapkan layer ancaman

  6. Jalankan InaSAFE

Mempersiapkan data dan kata kunci untuk InaSAFE

  1. InaSAFE input

  2. Memperoleh data OSM dari HOT Export

  3. Memuat data

  4. Menambahkan kata kunci

  5. Mempersiapkan layer ancaman

  6. Jalankan InaSAFE

  1. Menentukan lokasi tempat-tempat evakuasi sementara

  1. Menyusun kriteria untuk menentukan lokasi tempat pengungsian

  2. Menggunakan alat-alat geoprocessing

  3. Menggunakan berbagai kueri spasial: contains, within, equal, intersect, dan is disjoint

  4. Menggabungkan tool geoprocessing dan kueri spasial untuk memilih bangunan (bangunan-bangunan) sebagai tempat pengungsian sementara

Menentukan Lokasi Tempat Pengungsian

  1. Tool Geoprocessing

  2. Kueri Spasial

  3. Kriteria dan data tempat pengungsian

  4. Kriteria #1: bangunan harus berada di luar area terdampak

  5. Kriteria #2: lokasi harus memiliki akses langsung ke jalan primer/sekunder dalam jarak 20 meter

  6. Kriteria #3: bangunan harus memiliki luas setidaknya 225 meter persegi

  1. Merencanakan jalur evakuasi berdasarkan informasi ancaman

  1. Memahami konsep jalur terpendek dan rute tercepat

  2. Menggunakan plugin Road Graph

  3. Mengatur kecepatan dan arah jalan

  4. Menentukan titik awal dan titik tujuan

  5. Melakukan analisis dan seleksi rute

Perencanaan Jalur Evakuasi

  1. Plugin road graph

  2. Mengubah pengaturan plugin

  3. Memilih titik awal dan akhir

  1. Menilai kerusakan dan kerugian

  1. Memahami definisi kerusakan, kerugian, dan perhitungannya berdasakan data keterpaparan komunitas

  2. Memahami penilaian kerusakan dan kerugian berdasarkan ketentuan BNPB dan BPBD

  3. Membuat sebuah peta penilaian kerusakan dan kerugian

  4. Menghitung area kerusakan

  5. Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerusakan untuk setiap objek

  6. Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerugian untuk setiap objek

  7. Mengelompokkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  8. Menggabungkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  9. Menyajikan penilaian kerusakan dan kerugian menggunakan diagram

Menghitung Kerusakan dan Kerugian

  1. Panduan Penilaian Kerusakan BPBD

  2. Peta penilaian kerusakan dan kerugian

  3. Menghitung Area Kerusakan

  4. Menghitung kerusakan dengan Plugin Group Stats

  5. Menghitung kerugian

  6. Menghitung kerugian dengan Plugin Group Stats

  7. Penggabungan data

  8. Membuat diagram

Lokakarya Training of Trainer untuk Rencana Kontinjensi menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

Kompetensi Dasar: Peserta dapat menjadi fasilitator dalam lokakarya untuk mengajarkan tentang Pengumpulan Data dan Analisis Data menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE di wilayah mereka masing-masing.

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

  1. Menguasai cara melaksanakan pembelajaran orang dewasa

  1. Menjelaskan prinsip pembelajaran orang dewasa

  2. Menganalisis karakteristik pembelajaran untuk orang dewasa

  3. Menentukan strategi, metode pengajaran atau teknik yang digunakan dalam pembelajaran tingkat lanjut

  4. Mengevaluasi pembelajaran untuk orang dewasa

Pembelajaran Orang Dewasa

  1. Prinsip pembelajaran orang dewasa

  2. Karakteristik pembelajaran orang dewasa

  3. Startegi, metode, atau teknik pembelajaran orang dewasa

  4. Evaluasi pembelajaran orang dewasa

  1. Demonstrasi keterampilan dasar mengajar

  1. Mendeskripsikan prinsip-prinsip dari komunikasi efektif

  2. Mendeskripsikan contoh komunikasi pada lokakarya

  3. Demonstrasi komponen keterampilan dasar mengajar di lokakarya

Keterampilan berkomunikasi

  1. Prinsip-prinsip dari komunikasi efektif

  2. Contoh komunikasi dalam lokakarya

  3. Mempelajari komponen keterampilan dasar

  1. Mempraktikkan Pengumpulan Data dan Analisis pada lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE

  1. Mempraktikkan pengumpulan data dan analisis pada lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE untuk pembelajaran orang dewasa

  2. Melatih keterampilan berkomunikasi dalam pengumpulan data dan analisis pada lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE

Lokakarya Keterampilan Pengumpulan Data dan Analisis menggunakan lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE

  1. Lokakarya implementasi dalam pembelajaran untuk orang dewasa dalam pengumpulan data dan analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

  2. Lokakarya implementasi dalam keterampilan berkomunikasi untuk pengumpulan data dan analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

F. Curriculum Structure

Berdasarkan kurikulum, struktur program disusun sebagai berikut.

1. Pengumpulan Data dengan menggunakan OSM Tingkat Dasar

No

Materi Lokakarya

Waktu (jam pelajaran) @ 45 menit

 

Program Umum

1

Kebijakan BNPB

1
 

Program Pokok

46

Situs OpenStreetMap

2

Bekerja dengan OSM

4

Bekerja dengan JOSM

4

Penggunaan GPS

10
Field Papers 10

Editing OpenStreetMap dengan JOSM

12

Pergeseran Citra Satelit

2

Perolehan Data OSM

2
 

Program Penunjang

3

Pembukaan dan Penutupan

2

Evaluasi Lokakarya

1
 

Jumlah

50

2. Analisis Data menggunakan QGIS/**|project_name| Tingkat Dasar**

No

Materi Lokakarya

Waktu (jam pelajaran) @ 45 menit

 

Program Umum

1

Kebijakan BNPB

1
 

Program Pokok

46

Menggunakan SIG untuk pengembangan skenario rencana kontijensi.

1

Menjelaskan manfaat QGIS dan InaSAFE di dalam mengembangkan skenario realistik untuk Rencana Kontijensi

1

Melakukan instalasi QGIS dan menjelaskan layout QGIS

4

Menggunakan plug-in pada QGIS

2

Menerapkan Sistem Proyeksi dan Transformasi pada QGIS

2

Bekerja dengan data vektor

3

Mengkategorisasi dan membuat label dari data vektor

3

Bekerja dengan data raster

3

Membuat dan mengedit layer vektor baru

4

Analisis data vektor untuk memecahkan masalah

6

Membuat peta yang baik dengan menggunakan Map Composer

8

Menggunakan InaSAFE

8

Menjaga interaksi untuk mendukung jejaring sosial menggunakan QGIS/InaSAFE di Indonesia

1
 

Program Penunjang

3

Pembukaan dan Penutupan

2

Evaluasi Lokakarya

1
 

Jumlah

50

3. Pengumpulan Data menggunakan OSM Tingkat Menengah

No

Materi Lokakarya

Waktu (jam pelajaran) @ 45 menit

 

Program Umum

1

Kebijakan BNPB

1
 

Program Pokok

26

Teknik Editing Tingkat Lanjut

6

Penjaminan Kualitas

6

Menyelesaikan konflik ketika mengupload data OSM

3

XML dan presets pada JOSM

5

Menggunakan Private Data Store

3

Wiki OpenStreetMap

3
 

Program Penunjang

3

Pembukaan dan Penutupan

2

Evaluasi Lokakarya

1
 

Jumlah

30

4. Analisis data menggunakan QGIS/ InaSAFE Tingkat Menengah

No

Materi Lokakarya

Waktu (jam pelajaran) @ 45 menit

 

Program Umum

1

Kebijakan BNPB

1
 

Program Pokok

26

Review QGIS

3

Persiapan data dan kata kunci untuk InaSAFE

4

Perencanaan tempat pengungsian sementara

5

Perencanaan jalur evakuasi

3

Penilaian kerusakan dan kerugian

5

Praktik

6
 

Program Penunjang

3

Pembukaan dan Penutupan

2

Evaluasi Lokakarya

1
 

Jumlah

50

5. Training of Trainer untuk Rencana Kontinjensi menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

No

Materi Lokakarya

Waktu (jam pelajaran) @ 45 menit

 

Program Umum

1

Kebijakan BNPB

1
 

Program Pokok

6

Pembelajaran orang dewasa

2

Keterampilan berkomunikasi

2

Lokakarya mempraktikkan Pengumpulan Data dan Analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

2
 

Program Penunjang

2

Pembukaan dan Penutupan

1

Evaluasi Lokakarya

1
 

Jumlah

9

Syllabus

Silabus merupakan rencana pembelajaran untuk materi lokakarya termasuk kompetensi dasar, indikator, materi utama, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus disusun berdasarkan struktur dari program dan alokasi waktu yang telah ditetapkan.

Silabus ini akan dijelaskan lebih lanjut pada panduan toolkit/lokakarya yang terpisah dari kurikulum ini. Untuk itu silabus ini akan lebih mudah dipahami dengan membaca toolkit yang sudah disiapkan.

Pengumpulan Data dengan Menggunakan OSM Tingkat Dasar

Kompetensi Dasar: Mengumpulkan Data Spasial menggunakan OSM

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Penilaian

Sumber Belajar

1. Konsep Dasar Situs OpenStreetMap (2 Jam)

Menggambar peta wilayah sebagai dasar pemahaman OpenStreetMap

  1. Memahami konsep dan pengertian OpenStreetMap

  2. Memahami definisi dan tujuan pengumpulan data

  3. Memahami komponen dalam peta

  4. Membuat sketsa peta wilayah menggunakan tangan

Situs OpenStreetMap

  1. Konsep OpenStreetMap

  2. Pengertian dan tujuan pengumpulan data

  3. Komponen dalam sebuah peta

  4. Sketsa dari sebuah wilayah yang digambar tangan

Tebak berhadiah tentang OSM, data, dan peta

Membuat sketsa peta wilayah menggunakan tangan (individu)

90 menit

Tes/Latihan

Proyektor Slide PPT Modul 1 Kertas dan pulpen

2. Pengoperasian OSM (4 Jam)

Dapat menavigasikan Peta OpenStreetMap

  1. Mengunjungi situs OSM

  2. Menavigasikan peta di situs OSM

  3. Menyimpan gambar dari OSM

  4. Mendaftarkan akun OSM

  5. Mengedit peta OSM

  6. Menyimpan hasil editing

Pengoperasian OSM

  1. Mengunjungi situs OSM

  2. Menavigasikan peta OSM

  3. Menyimpan gambar dari OSM

  4. Mendaftarkan akun OSM

  5. Mengedit peta OSM

Para peserta mengunjungi situs OSM, menavigasi peta, menyimpan peta OSM dalam bentuk gambar, membuat akun OSM, dan edit peta OSM setelah didemonstrasikan oleh fasilitator

180 Menit

Praktik

Komputer milik peserta Proyektor Slide PP Modul 2

3. Pengoperasian JOSM (4 Jam)

Dapat Mengoperasikan JOSM

  1. Melakukan download JOSM

  2. Instal JOSM

  3. Mengubah pengaturan JOSM

  4. Menggunakan tools dasar

  5. Menggambar nodes dan garis di JOSM

  6. Mengubah Objek

  7. Memberikan informasi terhadap objek dengan menggunakan menu presets

Pengoperasian JOSM

  1. Mendownload JOSM

  2. Melakukan instalasi JOSM

  3. Pengaturan preferensi pada JOSM

  1. Citra satelit Bing

  2. Preset

  3. Plugin

  4. Pengaturan Bahasa

  1. Menggambar peta menggunakan JOSM

  1. Operasi dasar

  2. Nodes, Garis dan Bentuk

  3. Mengubah objek

  4. Menambahkan presets

Para peserta mempraktikkan bagaimana cara mendownload dan menginstal JOSM, mengubah pengaturan JOSM, belajar memetakan peta dasar di JOSM, dan menambahkan preset setelah diidemonstrasikan oleh fasilitator

180 Menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 3 Komputer peserta

Perangkat lunak yang sudah dimasukkan ke dalam USB stick/flashdisk didistribusikan ke peserta

4. Penggunaan GPS (10 Jam)

Menggunakan GPS untuk menambah data di OSM

  1. Memahami GPS dan tipe-tipe GPS

  2. Dapat menyalakan GPS

  3. Pengaturan GPS

  4. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi GPS

  5. Memahami track dan waypoint

  6. Mengumpulkan data menggunakan GPS

  7. Copy data GPS (tracks dan waypoints) ke dalam komputer

  8. Buka waypoints dan tracks pada JOSM

  9. Upload track GPS di JOSM

  10. Edit OSM berdasarkan data GPS pada JOSM

Penggunaan GPS

  1. Pengertian GPS

  2. Menyalakan GPS

  3. Menavigasikan GPS

  4. Track dan waypoint

  5. Menyimpan lokasi (waypoint)

  6. Menyalakan Track Log

  7. Pengaturan GPS

  8. Bagaimana mengcopy waypoint dan track ke komputer

  1. Menghubungkan GPS ke komputer

  2. Instalasi driver GPS

  3. Pengaturan program GPSBabel

  4. Instalasi GPSBabel

  5. Mengcopy track dan waypoint

  6. Data GPS pada JOSM

  1. Upload track GPS pada JOSM

  2. Mengedit data GPS menggunakan JOSM

Para peserta berdiskusi dan tanya jawab mengenai GPS.

Para peserta mempraktikkan bagaimana cara menyalakan GPS, pengaturan GPS saat pertama kali digunakan, menavigasikan GPS, menyimpan track dan waypoints, menyalakan track log, dan menyalin track dan waypoint ke komputer setelah didemonstrasikan oleh fasilitator

5 Jam 30 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 4 Komputer peserta

Perangkat GPS (idealnya satu GPS untuk dua atau tiga peserta) Kertas dan Pulpen

5. Field Papers (10 Jam)

Menggunakan field papers untuk menambah data di OSM

  1. Memahami cara kerja Field Papers

  2. Membuat dan mencetak Field Papers

  3. Menambahkan informasi ke Field Papers

  4. Melakukan scan dan upload Field Papers ke situs fieldpapers.org

  5. Membuka Field Papers ke dalam JOSM

Field Papers

  1. Apa itu Field Papers

  2. Menggunakan Field Papers

  3. Membuat dan mencetak Field Papers

  4. Pemetaan dengan Field Papers

  5. Proses scan dan upload

  6. Field Papers di dalam JOSM

Para peserta berdiskusi dan tanya jawab mengenai Field Papers.

Para peserta mempraktikkan bagaimana cara kerja Field Papers, bagaimana membuat dan mencetak Field Papers, bagaimana cara memetakan dengan Field Papers, scan dan upload, dan bagaimana membuka Field Papers yang sudak discan di JOSM setelah didemonstrasikan oleh fasilitator

5 jam dan 30 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 5 Komputer peserta contoh Field Papers

6. Editing OpenStreetMap dengan JOSM (12 Jam)

Dapat mengedit peta dan menambahkan informasi ke OSM menggunakan JOSM

  1. Memahami cara mendownload data OSM pada area yang akan Anda edit

  2. Memahami cara memilih layer

  3. Memahami cara mengedit data OSM

  4. Memahami cara mengedit dan memahami tag

  5. Mengetahui cara mengupload data OSM

  6. Mengetahui cara menyimpan file OSM

Editing OpenStreetMap dengan JOSM

  1. Mengeksplorasi JOSM

  2. Layer-layer JOSM

  3. Mengedit Data OSM

  4. Tag

  5. Mengupload perubahan

  6. Menyimpan file OSM

Para peserta belajar mengenai tampilan antar muka JOSM,layer JOSM, dan mempraktikkan bagaimana mengedit data OSM, tag, upload perubahan, menyimpan file OSM, menggunakan tombol pintas pada keyboard setelah didemonstrasikan oleh fasilitator

7 Jam

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 6 Komputer Peserta

7. Pergeseran Citra Satelit (2 Jam)

Memperbaiki pergeseran citra satelit

  1. Memahami pengertian pergeseran citra satelit

  2. Memahami komponen-komponen citra (resolusi dan georeferensi)

  3. Menjelaskan bagaimana pergeseran citra satelit terjadi

  4. Memperbaiki pergeseran citra satelit

Pergeseran Citra Satelit

  1. Pengertian pergeseran citra satelit

  2. Resolusi dan georeferensi citra satelit

  3. Pergeseran citra satelit

  4. Memperbaiki pergeseran citra satelit

Para peserta memperhatikan penjelasan dari fasilitator dan belajar mengenai pergeseran citra satelit, komponen citra (resolusi dan georeferensi), kemudian mempraktikkan bagaimana memperbaiki citra yang bergeser

90 menit

Tes Unjuk Latihan

Projector Slide PP Modul 7 Komputer Peserta

8. Perolehan Data OSM (2 Jam)

Memperoleh data OSM dalam format tertentu untuk melakukan analisa lebih lanjut di perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografi)

  1. Download data OpenStreetMap dari Situs Geofabrik

  2. Mendownload data OpenStreetMap menggunakan HOT Exports

Perolehan Data OSM

  1. Mendonwload data OpenStreetMap dari situs Geofabrik

  2. Mendownload data OpenStreetMap sesuai dengan wilayah dan memilih atribut menggunakan HOT Export.

Para peserta mempraktikkan bagaimana mendownload data OSM dari situs Geofabrik, dan download data OSM sesuai dengan wilayah dan tag yang diperlukan menggunakan tool HOT Export

90 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 9 Komputer peserta

Analisis Data menggunakan QGIS dan ** |project_name| **Lokakarya Tingkat Dasar

Kompetensi Dasar: Mengatur Data Spasial Menggunakan QGIS dan Menganalisis Skenario Dampak Bencana Menggunakan InaSAFE

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Penilaian

Sumber Belajar

1. Penggunaan SIG untuk pengembangan skenario rencana kontijensi (1 Jam)

Menggunakan SIG untuk mengembangkan skenario rencana kontijensi

  1. Membedakan antara data dan informasi

  2. Menjelaskan pengertian dari SIG

SIG untuk Pengembangan Rencana Kontinjensi

  1. Perbedaan data dan informasi

  2. Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

Para peserta memperhatikan penjelasan fasilitator dan berdiskusi mengenai perbedaan antara data dan informasi, dan pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

45 menit

Tes

Proyektor Slide PP Modul 1

2. QGIS dan InaSAFE untuk Rencana kontijensi (1 Jam)

Memahami manfaat QGIS dan InaSAFE dalam mengembangkan skenario realistik untuk Rencana Kontinjensi

  1. Memahami peran SIG untuk mempersiapkan rencana kontinjensi

  2. Memahami pentingnya data

  3. Memahami manfaat QGIS/InaSAFE dalam pengembangan skenario untuk rencana kontinjensi

QGIS dan InaSAFE dalam Rencana Kontinjensi

  1. SIG untuk Mempersiapkan Rencana Kontinjensi

  2. Pentingnya Data

  3. QGIS dan InaSAFE

Fasilitator menjelaskan mengenai SIG untuk rencana kontinjensi dan pentingnya data di QGIS dan InaSAFE

45 menit

Tes

Proyektor Slide PP Modul 2

3. Installasi QGIS dan Penggunaan Tampilan Antarmuka Layout pada QGIS (5 Jam)

Instalasi QGIS dan memahami tampilan antarmuka QGIS

  1. Men-download QGIS

  2. Meng-install QGIS

  3. Membuka proyek QGIS yang telah disimpan sebelumnya

  4. Memahami panel layer

  5. Mengakses tool dasar melalui toolbar

  6. Membersihkan toolbar

  7. Menampilkan peta melalui jendela peta

  8. Mengambil informasi pada peta melalui status bar

Dasar-dasar QGIS

  1. Mendapatkan QGIS

  2. Installasi QGIS

  3. Layout Tampilan antarmuka pengguna QGIS

  4. Menambahkan Layer Vektor

  5. Tool QGIS Dasar

  6. Menggerakkan Peta

Para peserta mempraktikkan bagaimana mendapatkan QGIS, instal QGIS, pengaturan QGIS, menambahkan layer vektor, alat QGIS dasar, menggeser peta

180 Menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 3 Komputer peserta File installasi QGIS

4. Plugin pada QGIS (2 Jam)

Menggunakan plugin QGIS

  1. Memahami konsep plugin

  2. Instalasi Plugin QGIS

  3. Penambahan imagery dari citra satelit menggunakan OpenLayers

Plugin pada QGIS

  1. Mengatur Plugin

  2. Menginstal plugin

  3. Plugin OpenLayer

Para peserta belajar bagaimana mengatur plugin, menginstal plugin baru, dan plugin OpenLayer

105 menit

105 menit

Proyektor Slide PP Modul 4 Komputer peserta

5. Sistem Proyeksi dan Transformasi (2 Jam)

Memahami sistem proyeksi dan transformasi proyeksi pada QGIS

  1. Pemahaman Sistem Referensi Koordinat (Coordinate Reference System - CRS)

  2. Identifikasi CRS pada dataset vektor

  3. Melakukan proyeksi ulang ‘on the fly’

  4. Simpan dataset dalam CRS yang berbeda

  5. Membuat proyeksi sendiri

Dasar Proyeksi Peta

  1. Sistem Koordinat Referensi (CRS)

  2. Proyeksi ulang “On the fly”

  3. Dataset dengan CRS berbeda

  4. Membuat proyeksi sendiri

Para peserta belajar mengenai Sistem Referensi Koordinat (CRS - Coordinate Reference System)

Para peserta mempraktikkan proyeksi ulang “on the fly”, dataset dengan CRS berbeda, dan pembuatan proyeksi sendiri

90 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 5 Komputer peserta

6. Data Vektor (3 Jam)

Menggunakan dan memahami data vektor

  1. Memahami data vektor

  2. Mengidentifikasi atribut data vektor

  3. Menambah layer vektor

  4. Simbolisasi layer vektor

Bekerja dengan Data Vektor

  1. Data Vektor

  2. Atribut Data

  3. Menambah data vektor

  4. Simbologi

Para peserta belajar dari fasilitator mengenai data vektor dan atribut

Para peserta mempraktikkan bagaiman menambahkan layer vektor dan simbologi

135 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 6 Komputer peserta File contoh yang berisi data vektor

7. Label dan klasifikasi (3 jam)

Mengkategorisasi dan membuat label dari data vektor

  1. Menelusuri data atribut dari suatu objek dan memahami penggunaan berbagai tipe data yang berbeda

  2. Menambahkan label ke layer vektor

  3. Melakukan simbolisasi data vektor dengan kategori

Label dan Klasifikasi

  1. Atribut Data

  2. Tool label
  3. Klasifikasi

Para peserta belajar mengenai data atribut, tool label, dan klasifikasi atribut

135 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 7 Komputer peserta File contoh yang berisi data vektor

8. Data raster (3 jam)

Menggunakan dan memahami data raster

  1. Membuat data raster

  2. Mengubah simbologi raster

  3. Melakukan analisis medan

Bekerja dengan Data Raster

  1. Bagaimana untuk memuat data raster

  2. Tool label
  3. Klasifikasi

Para peserta mempraktikkan bagaimana menambahkan layer raster, mengubah simbol, dan melakukan analisis terrain

135 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 8 Komputer peserta File contoh yang berisi data raster

9. Membuat data vektor baru (3 jam)

Membuat dan mengedit layer vektor baru

  1. Menambah layer raster untuk dijitasi

  2. Membuat fitur vektor baru (poligon, garis, dan titik)

  3. Digitalisasi layer vektor baru dengan mengacu pada layer raster dan mempertimbangkan topologi

  4. Melakukan Georeferensi

Membuat Layer Vektor

  1. Penambahan layer raster

  2. Pembuatan fitur vektor baru

  3. Digitasi layer vektor baru

  4. Georeferensi

Para peserta mempraktikkan bagaimana menambahkan layer raster, mengubah simbol, dan melakukan analisis terrain

135 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 8 Komputer peserta File contoh yang berisi data raster

10. Analisis vektor (6 jam)

Analisis data vektor untuk memecahkan masalah

  1. Memahami proses SIG

  2. Mengidentifikasi permasalahan

  3. Memahami kebutuhan data

  4. Memulai sebuah proyek QGIS baru

  5. Menganalisis masalah

  6. Mengidentifikasi zona ancaman

  7. Mencari jalan penting

  8. Mencari fasilitas kesehatan

  9. Melakukan buffer jalan

  10. Melakukan buffer fasilitas kesehatan

  11. Menganalisis wilayah yang overlap

  12. Pilih fitur menurut jenis penggunaan lahan

Analisis Vektor untuk Pemecahan Masalah

  1. Proses SIG

  2. Permasalahan

  3. Data
  4. Memulai Proyek

  5. Analisis Masalah : Kebun dan Tegalan

  6. Zona Ancaman

  7. Mencari Jalan Penting

  8. Mencari Fasilitas Kesehatan

  9. Buffer Jalan

  10. Buffer Fasilitas Kesehatan

  11. Area yang tumpah tindih

  12. Memilih Kebun dan Tegalan

  13. Memilih Area Lahan dengan Ukuran Tepat

Para peserta berdiskusi mengenai proses SIG, permasalahan, dan data

Para peserta belajar dan mempraktikkan bagaimana memulai proyek, analisis masalah, menentukan zona ancaman, mencari jalan penting dan fasilitas kesehatan, buffer jalan, dan memilih area lahan dengan ukuran yang tepat.

210 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 9 Modul 10 Komputer peserta

11. Layout Peta dengan Map Composer (8 Jam)

Membuat peta dengan Map Composer

  1. Merancang layout peta

  2. Menambahkan sebuah peta baru

  3. Menambahkan judul pada sebuah peta

  4. Menambahkan skala grafik dan numerik

  5. Menambahkan grid pada sebuah peta

  6. Menambahkan sebuah inset

  7. Menyesuaikan isi legenda

  8. Meng-eksport sebuah peta ke dalam format yang berbeda (pdf, jpeg, jpeg, svg)

Menggunakan Map Composer

  1. Membuat Peta

  2. Menambahkan peta baru

  3. Menambahkan judul peta

  4. Menambahkan Skala

  5. Menambahkan Grid

  6. Menambahkan inset

  7. Menambahkan Legenda

  8. Mencetak Peta

Para peserta mempraktikkan layout peta di Map Composer: menambahkan peta baru, menambahkan judul, menambahkan skala, menambahkan grid, menambahkan inset, menambahkan legenda, dan mencetak peta

4 jam 30 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 11 Komputer peserta

12. Bekerja dengan InaSAFE (8 Jam)

Menggunakan InaSAFE

  1. Memahami konsep dari Ancaman Bencana, Keterpaparan, dan Data Dampak Bencana

  2. Memahami bagaimana cara menentukan dampak bencana

  3. Memahami tampilan antarmuka InaSAFE

  4. Menambahkan data ancaman

  5. Menambahkan data keterpaparan (vektor dan raster) yang belum diproses

  6. Menggunakan editor kata kunci

  7. Menganalisis Dampak

  8. Memperbaiki output peta InaSAFE

  9. Menyimpan dan mencetak hasil skenario

Memahami InaSAFE

  1. Ancaman, Paparan, Dampak

  2. Tampilan Antarmuka InaSAFE

  3. Menambahkan data ancaman

  4. Menambahkan data keterpaparan

  5. Menambahkan kata kunci di metadata

  6. Analisis Dampak

  7. Meningkatkan Output Peta InaSAFE

  8. Menggunakan tombol cetak

  9. Menyimpan pekerjaan anda

Para peserta berdiskusi mengenai ancaman, paparan, dampak dan tampilan antar muka InaSAFE.

4 jam 30 menit

Tes

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 12 Komputer peserta

13. Media sosial untuk menjaga interaksi antarpengguna QGIS dan InaSAFE (1 jam)

Memahami bagaimana mendapatkan bantuan untuk QGIS dan InaSAFE di Indonesia

  1. Menggunakan media sosial untuk berhubungan dengan komunitas InaSAFE

  2. Mengakses situs panduan QGIS

Mendapatkan Dukungan

  1. Facebook
  2. Tutorial QGIS

Para peserta diharapkan untuk tetap menjaga interaksi dan mendapatkan informasi terkini melalui Facebook atau forum QGIS.

60 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 13 Komputer peserta

Lokakarya Pengumpulan Data Menggunakan OSM Tingkat Menengah

Kompetensi Dasar: Penjaminan kualitas dalam pemetaan OSM

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Penilaian

Sumber Belajar

1. Teknik Editing Lebih Lanjut (6 Jam)

Menerapkan teknik digitasi yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan.

  1. Menggunakan alat edit di JOSM

  2. Membuat relasi antar objek

Teknik Editing Lebih Lanjut

  1. Tool mengedit tingkat lanjut

  1. Tool standar untuk menggambar

  2. Plugin

  1. Relasi

  1. Mengedit relasi

  2. Multipolygons dan linestrings

Para peserta mempraktikkan penggunaan tool edit di JOSM dan membuat relasi antar objek

4 Jam

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 1

Komputer peserta

Contoh file latihan pada flashdisk

(tools_menu_sample.osm dan utilsplugin2_sample.osm)

2. Penjaminan Kualitas (6 Jam)

Menggunakan alat validasi JOSM untuk memastikan kualitas peta kontributor

  1. Menggunakan tool validasi pada JOSM

  2. Menggunakan tool validasi secara online

Penjaminan Kualitas

  1. Kesalahan dan peringatan

  2. Menggunakan tool validasi

  3. Peringatan validasi umum

  4. Menggunakan tasking manager

  5. Petunjuk mengedit

  6. Standardisasi preset

  7. KeepRight

Para peserta mempraktikkan penerapan tips editing dan standarisasi preset untuk menjamin kualitas data OSM menggunakan alat validasi di JOSM, dan alat validasi online (KeepRight)

4 Jam 15 menit

Praktik

Proyektor Slide PP Modul 2 Komputer peserta

3. Penyelesaian Konflik ketika mengupload data OSM (3 Jam)

Menyelesaikan konflik ketika melakukan upload data OSM

  1. Mengenali Konflik

  2. Memahami bagaimana konflik dapat terjadi

  3. Menyelesaikan konflik

Menyelesaikan Konflik

  1. Konflik

  2. Cara menyelesaikan konflik

  3. Cara untuk menghidari konflik

Para peserta mendiskusikan penyebab terjadinya konflik ketika mengupload data OSM

Para peserta mempraktikkan penyelesaian konflik dan bagaimana menghindari konflik ketika mengupload data OSM

2 Jam

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 3 Komputer peserta

4. XML dan presets pada JOSM (5 Jam)

Membuat file presets di JOSM

  1. Memahami tags

  2. Memahami XML

  3. Memahami keys dan values

  4. Membuat preset

  5. Memasukkan file preset ke dalam JOSM

  6. Menerapkan preset baru pada sebuah objek

Membuat File Preset JOSM

  1. Tag dan preset

  2. Pendahuluan XML

  3. File preset JOSM

Para peserta belajar dari fasilitator mengenai tag, XML, key dan value.

Para peserta mempraktikkan pembuatan file preset, memasukkan file preset ke dalam JOSM, dan mengaplikasikan preset baru ke objek.

150 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 4 Komputer peserta

5. Penggunanaan Private Datastore (3 Jam)

Menggunakan fitur private data store untuk menyimpan data pribadi

  1. Memahami fungsi dari Data Store Terpisah (SDS - Separate Data Store)

  2. Memahami data apa yang seharusnya dipublikasi dan data pribadi

  3. Menginstal Plugin SDS di JOSM

  4. Menggunakan Preset SDS

  5. Menggunakan plugin SDS untuk memilih data publik dan data pribadi

  6. Mengakses datastore secara online

Menggunakan Separate Data Store

  1. Menginstalasi plugin SDS

  2. Menggunakan Plugin

  3. Bagaimana cara kerjanya

  4. Mengakses datastore secara online

Para peserta memperhatikan penjelasan dari fasilitator mengenai fungsi private data store dan berdiskusi mengenai jenis data yang dapat dipublikasikan dan data yang bersifat pribadi.

Para peserta mempraktikkan cara menginstal

plug-inprivate data storeke dalam JOSM, menggunakan plug-inprivate data store dalam memilah data umum dan privasi, dan mengakses datastore secara online

120 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 5 Komputer peserta

6. Wiki OpenStreetMap (3 Jam)

Membuat dan mengedit halaman di wiki OSM

  1. Memahami cara membuat akun di Wiki OpenStreetMap

  2. Memahami format dan aturan dalam pembuatan halaman wiki

  3. Memahami cara mengedit wiki

  4. Memahami cara meng-upload file dan foto/gambar

  5. Mampu menerjemahkan dan merevisi wiki

Mengedit Wiki OpenStreetMap

  1. Wiki OSM

  2. Mendaftar

  3. Mengedit

  4. Pemformatan Wiki

  5. Membuat halaman baru

  6. Mengupload file dan gambar

  7. Menerjemahkan halaman

  8. Halaman pantauan

Para peserta melakukan FGD mengenai Wiki OpenStreetMap.

Para peserta mempraktikkan bagaimana membuat akun wiki OSM, edit wiki, belajar mengenai format penulisan wiki, membuat halaman baru wiki, upload gambar, menerjemahkan halaman, dan melihat daftar perubahan.

2 Jam

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 6 Komputer peserta

Lokakarya Analisis Data menggunakan QGIS dan InaSAFE Tingkat Menengah

Kompetensi Standarr: Analisis Data Spasial menggunakan QGIS dan InaSAFE untuk Rencana Kontinjensi

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Penilaian

Sumber Belajar

1. Review QGIS (3 jam)

Memahami konsep QGIS

  1. Mengidentifikasi tipe data QGIS

  2. Memahami simbologi

  3. Memahami layout peta

Review QGIS

  1. Tipe data dalam QGIS

  2. Simbolisasi data

  3. Layout Peta

Para peserta berdiskusi mengenai jenis data QGIS, pengaturan simbologi, dan layout peta.

135 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 1 Komputer peserta

2. Persiapan data dan kata kunci untuk InaSAFE (4 Jam)

Mempersiapkan data dan keywords untuk InaSAFE

  1. Memahami input InaSAFE

  2. Memperoleh data OSM dari server HOT export

  3. Menambahkan data ke dalam InaSAFE

  4. Menambahkan kata kunci

  5. Mempersiapkan layer ancaman

  6. Jalankan InaSAFE

Mempersiapkan Data dan Kata Kunci untuk InaSAFE

  1. InaSAFE input

  2. Memperoleh data OSM dari HOT Export

  3. Memuat data

  4. Menambahkan kata kunci

  5. Mempersiapkan layer ancaman

  6. Jalankan InaSAFE

Para peserta memperhatikan penjelasan mengenai memasukkan data di InaSAFE dari fasilitator

Para peserta belajar untuk memperoleh data paparan dari HOT Export, memasukkan data, menambahkan kata kunci, mempersiapkan layer ancaman, dan menjalankan InaSAFE

180 Menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 2 Komputer peserta

3. Perencanaan Tempat Evakuasi Sementara (4 Jam)

Menentukan lokasi tempat-tempat evakuasi sementara

  1. Menyusun kriteria untuk menentukan lokasi tempat pengungsian

  2. Menggunakan alat-alat geoprocessing

  3. Menggunakan berbagai kueri spasial: contains, within, equal, intersect, dan is disjoint

  4. Menggabungkan tool geoprocessing dan kueri spasial untuk memilih bangunan (bangunan-bangunan) sebagai tempat pengungsian sementara

Menentukan Lokasi Tempat Pengungsian

  1. Tool Geoprocessing

  2. Kueri Spasial

  3. Kriteria dan data tempat pengungsian

  4. Kriteria #1: bangunan harus berada di luar area terdampak

  5. Kriteria #2: lokasi harus memiliki akses langsung ke jalan primer/sekunder dalam jarak 20 meter

  6. Kriteria #3: bangunan harus memiliki luas setidaknya 225 meter persegi

Para peserta mempraktikkan analisis QGIS untuk menentukan tempat evakuasi sementara

225 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 3 Komputer peserta

4. Perencanaan Jalur Evakuasi (3 Jam)

Merencanakan jalur evakuasi berdasarkan informasi ancaman

  1. Memahami konsep jalur terpendek dan rute tercepat

  2. Menggunakan plugin Road Graph

  3. Mengatur kecepatan dan arah jalan

  4. Menentukan titik awal dan titik tujuan

  5. Melakukan analisis dan seleksi rute

Perencanaan Jalur Evakuasi

  1. Plugin road graph

  2. Mengubah pengaturan plugin

  3. Memilih titik awal dan akhir

Para peserta belajar mengenai plugin road graph di QGIS.

Para peserta mempraktikkan bagaimana menggunakan plugin road graph, dan memilih titik awal dan akhir

225 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 3 Komputer peserta

5. Penilaian Kerusakan dan Kerugian (4 Jam)

Menilai kerusakan dan kerugian

  1. Memahami definisi kerusakan, kerugian, dan perhitungannya berdasakan data keterpaparan komunitas

  2. Memahami penilaian kerusakan dan kerugian berdasarkan ketentuan BNPB dan BPBD

  3. Membuat sebuah peta penilaian kerusakan dan kerugian

  4. Menghitung area kerusakan

  5. Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerusakan untuk setiap objek

  6. Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerugian untuk setiap objek

  7. Mengelompokkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  8. Menggabungkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  9. Menyajikan penilaian kerusakan dan kerugian menggunakan diagram

Menghitung Kerusakan dan Kerugian

  1. Panduan Penilaian Kerusakan BPBD

  2. Peta penilaian kerusakan dan kerugian

  3. Menghitung Area Kerusakan

  4. Menghitung kerusakan dengan Plugin Group Stats

  5. Menghitung kerugian

  6. Menghitung kerugian dengan Plugin Group Stats

  7. Penggabungan data

  8. Membuat diagram

Para peserta berdiskusi mengenai panduan penilaian kerusakan dan kerugian BPBD.

Para peserta belajar bagaimana menghitung kerusakan dan kerugian menggunakan plugin group stat, penggabungan data, dan membuat diagram.

210 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 5 Komputer peserta

Lokakarya Training of Trainer untuk Rencana Kontinjensi menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

Kompetensi Dasar: Peserta mengajarkan pengumpulan data dan analisis dengan OSM, QGIS dan InaSAFE di wilayah mereka masing-masing

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Penilaian

Sumber Belajar

1. Pembelajaran untuk Orang Dewasa (2 jam)

Menguasai cara melaksanakan pembelajaran orang dewasa

  1. Menjelaskan prinsip pembelajaran orang dewasa

  2. Menganalisis karakteristik pembelajaran untuk orang dewasa

  3. Mengidentifikasi strategi, metode pembelajaran atau teknik yang digunakan dalam pembelajaran orang dewasa

  4. Mengevaluasi pembelajaran orang dewasa

Pembelajaran Orang Dewasa

  1. Prinsip pembelajaran orang dewasa

  2. Karakteristik pembelajaran orang dewasa

  3. Startegi, metode, atau teknik pembelajaran orang dewasa

  4. Evaluasi pembelajaran orang dewasa

  1. Para peserta belajar mengenai karakteristik dan prinsip pembelajaran untuk orang dewasa

  2. Para peserta berdiskusi mengenai strategi pembelajaran untuk orang dewasa

  3. Para peserta berdiskusi secara terpisah mengenai bagaimana cara mengevaluasi pembelajaran untuk orang dewasa

90 menit

Tes

Proyektor Slide PPT Modul 1 Kertas Plano Kertas HVS Bola kecil Musik

2. Keterampilan Berkomunikasi (2 jam)

Demonstrasi keterampilan dasar mengajar

  1. Mendeskripsikan prinsip-prinsip dari komunikasi efektif

  2. Mendeskripsikan contol komunikasi dalam lokakarya

  3. Demonstrasi komponen keterampilan dasar dari mengajar / lokakarya

Keterampilan berkomunikasi

  1. Prinsip-prinsip dari komunikasi efektif

  2. Contoh komunikasi dalam lokakarya

  3. Mempelajari komponen keterampilan dasar

  1. Para peserta belajar mengenai komunikasi yang efektif

  2. Para peserta berdiskusi mengenai contoh komunikasi pada lokakarya

90 menit

Tes Unjuk Latihan

Proyektor Slide PP Modul 2

3. Keterampilan fasilitator untuk pengumpulan data analisis dalam lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE pelatihan (2 jam)

Mempraktikan pengumpulan data dan analisis dalam lokakarya OSM, QGIS, InaSAFE

  1. Mempraktikkan pengumpulan data dan analisis pada lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE untuk pembelajaran orang dewasa

  2. Mempraktikkan keterampilan berkomunikasi dalam pengumpulan data dan analisis pada lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE

** Lokakarya Keterampilan Fasilitator dalam Pengumpulan Data dan Analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

  1. Lokakarya implementasi dalam pembelajaran untuk orang dewasa dalam pengumpulan data dan analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

  2. Lokakarya implementasi dalam keterampilan berkomunikasi untuk pengumpulan data dan analisis menggunakan OSM, QGIS, dan InaSAFE

Para peserta berlatih keterampilan fasilitasi mereka untuk pengumpulan dan analisis menggunakan lokakarya OSM, QGIS, dan InaSAFE

90 menit

Praktik

Proyektor Slide PPT

Ringkasan

Setelah menyelenggarakan ketiga pelatihan tersebut, termasuk Training of Trainers untuk Pengembangan Skenario Rencana Kontinjensi menggunakan OSM dan QGIS/InaSAFE, kita berharap bahwa penyelenggara lokakarya dari tingkat nasional atau provinsi/kabupaten dapat menggunakan dokumen ini sebagai acuan untuk membuat output yang sama.

Kurikulum ini terus ditambah dan ditingkatkan berdasarkan input dari para pemangku kepentingan, seperti pejabat pemerintah atau non pemerintah yang termasuk ke dalam kelompok kerja.