../../../../_images/image710.png

Modul 5 : Dasar Proyeksi Peta

Tujuan Pembelajaran

  • Pemahaman Sistem Referensi Koordinat (Coordinate Reference System - CRS)

  • Identifikasi CRS pada dataset vektor

  • Melakukan proyeksi ulang ‘on the fly’

  • Simpan dataset dalam CRS yang berbeda

  • Membuat proyeksi sendiri

Kita telah berbicara sedikit tentang Sistem Referensi Koordinat (CRS) sebelumnya, tetapi belum mendalaminya lebih jauh. Pada modul ini, kita akan melihat lebih jauh pada apa yang dimaksud dengan CRS secara praktis, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pekerjaan kita di QGIS.

1. Coordinate Reference Systems (CRS)

CRS yang semua data maupun peta itu sendiri sekarang disebut WGS84. Sistem Koordinat Geografis (GCS) ini sangat umum untuk mempresentasikan data. Tetapi ada masalah, seperti yang akan kita lihat.

  1. Buka proyek world.qgs, yang berlokasi pada folder qgis/. Perbesar ke Indonesia dengan menggunakan alat Perbesar.

../../../../_images/image371.png
  1. Atur skala di field Skala, yang berada di Status Bar di bagian bawah layar. Untuk skala yang akan digunakan di Indonesia, tetapkan nilai 1: 20000000 (satu banding dua puluh juta).

../../../../_images/image601.png
  1. Sekarang arahkan ke sekitar peta sembari tetap memperhatikan kotak Skala.

Sadarkah bahwa skalanya berubah? Itu karena Anda beralih terlalu jauh dari poin yang telah Anda perbesar hingga 1:20000000 sebelumnya, yang mana telah menjadi pusat dari tampilan layar komputer Anda. Pada intinya, skalanya telah berubah.

Untuk memahami alasannya, pikirkanlah sebuah globe Bumi. Disana terdapat garis-garis yang melintang dari utara hingga selatan. Garis-garis melintang tersebut saling berjauhan dari garis khatulistiwa, tetapi mereka akan bertemu di kedua kutub. Dalam sebuah GCS, Anda bekerja dalam bentuk bidang ini, tetapi layar Anda datar. Ketika Anda mencoba untuk merepresentasikan bentuk bidang dari bumi dalam suatu bidang datar, itu akan terdistorsi, sama seperti bila Anda mengupas kulit jeruk dan meratakannya. Apa artinya ini, alam sebuah peta ialah bahwa garis lintang tetap saling berjauhan satu sama lain, bahkan di kutub sekali pun (dimana mereka seharusnya saling berimpitan). Hal ini diartikan bahwa saat Anda melakukan perjalanan jauh dari garis khatulistiwa di dalam peta Anda, skala objek yang Anda lihat akan lebih besar dan lebih besar. Apa artinya ini untuk kita, secara praktis, bahwa tidak ada skala konstan di dalam peta kita!

Untuk menyelesaikan ini, kita akan menggunakan Sistem Koordinat yang telah Terproyeksi (PCS). Sebuah proyek PCS atau konvert data menggunakan cara yang dapat membuat perubahan skala dan harus dikoreksi. Oleh karena itu, untuk mempertahankan skalanya, kita harus proyeksi ulang data kita menggunakan PCS.

Catatan

Proyeksi adalah tindakan untuk mengambil koordinat dari sebuah bidang bulat (misalnya bumi), dan memanipulasinya juga sehingga dapat ditampilkan dalam sebuah bidang datar.

2. “On the fly” reprojection

Setiap proyek QGIS memiliki sebuah CRS dan setiap layer data memiliki CRS juga. Sering kali memiliki CRS yang sama. Proyek Anda mungkin dalam WGS84, dan layernya juga. Tetapi kadang Anda akan menambah layer tersebut tidak pada CRS yang sama dengan proyek ini, dan Anda butuh QGIS untuk mengubahnya sehingga dapat ditampilkan bersama dengan data lainnya. Istilah yang kita gunakan untuk hal ini adalah proyeksi ulang ‘on the fly’.

  1. Untuk mengaktifkan proyeksi ‘on the fly’, klik pada tombol Status CRS di bawah Status Bar pada jendela QGIS:

../../../../_images/image611.png
  1. Pada kotak dialog yang muncul, centang kotak di sebelah Enable ‘on the fly’ CRS transformation.

../../../../_images/image621.png
  1. Ketikan NSIDC di dalam filed Saring. Satu CRS (“NSIDC EASE-Grid Global”) akan muncul di daftar bagian bawah.

../../../../_images/image631.png
  1. Klik pada CRS tersebut untuk memilihnya, kemudian klik OK.

Perhatikan bagaimana bentuk Indonesia berubah. Semua proyeksi bekerja dengan mengubah bentuk nyata objek di permukaan Bumi.

  1. Perbesar ke skala 1: 20000000 lagi seperti sebelumnya.

  2. Geser sekitar peta.

Perhatikan bahwa skalanya tetap sama! Proyeksi ulang ‘On the fly’ berguna untuk menggabungkan dataset yang memiliki CRS yang berbeda.

  1. Non aktifkan transformasi ‘on the fly’ kembali, dengan menonaktifkan centang pada kotak di sebelah Aktifkan transformasi CRS ‘on the fly’.

  2. Tambahkan layer vektor lain yaitu Indonesia.shp yang berada di qgis/peta_dunia/.

Catatan

Anda mungkin butuh mengekstrak peta_dunia.zip terlebih dahulu agar dapat memasukkan shapefile tersebut.

Apa yang Anda lihat? Layer tidak terlihat! Tetapi itu mudah untuk diperbaikinya

  1. Klik kanan pada layer baru di daftar layer.

  2. Klik Perbesar ke Layer.

Oke, sekarang kita melihat wilayah Indonesia... Tapi dimanakah wilayah muka bumi yang lainnya?

Ternyata kita masih dapat melihat dua layer tersebut, tetapi kita tidak dapat melihat mereka pada posisi yang sama. Hal ini karena sistem referensi koordinat mereka berbeda. Layer continent dalam derajat, tetapi layer Indonesia dalam meter. Dengan demikian, satu fitur di layer continent mungkin 8,5 derajat dari khatulistiwa, tetapi fitur yang sama di layer Indonesia mungkin 900000 meter dari khatulistiwa.

8,5 derajat dan 900000 meter adalah jarak yang sama, tetapi QGIS tidak mengetahui itu! Salah satu dari layer harus diproyeksi ulang untuk menyesuaikan dengan layer lainnya. Untuk memperbaiki ini, aktifkan kembali transformasi:

  1. Aktifkan Aktifkan transformasi CRS ‘on the fly’ sama seperti sebelumnya.

  2. Kemudian sekali lagi, klik Perbesar ke layer pada dataset Indonesia.

Sekarang, karena mereka membuat proyek dengan CRS yang sama, kedua dataset akan saling bertampalan dengan sempurna:

../../../../_images/image641.png

Ketika menggabungkan data dari sumber yang berbeda, ini sangat penting untuk diingat bahwa mereka mungkin tidak memiliki CRS yang sama. Proyeksi ulang ‘on the fly’ membantu Anda untuk menampilkan mereka secara bersamaan.

3. Datasets with different CRSes

QGIS dapat memproyeksi ulang layer sehingga kita dapat bekerja dengan layer tersebut dalam satu proyek yang sama. Tetapi ini membutuhkan banyak waktu untuk komputer kita dalam memproyeksi ulang layer, dan dapat memperlamban pekerjaan kita. Untuk ini, atau untuk alasan lain, kita mungkin ingin memproyeksi ulang dataset, dan menyimpannya dengan proyeksi baru.

Mari memproyeksi ulang layer Indonesia sehingga layer ini memiliki CRS yang sama seperti proyeknya. Untuk melakukan ini, kita akan mengeksport data ke file baru menggunakan proyeksi baru.

  1. Klik kanan pada layer Indonesia di panel Daftar Layer.

  2. Pilih Simpan sebagai... pada menu yang muncul. Anda akan melihat kotak dialog Simpan layer vektor sebagai...

  3. Klik tombol Navigasi di sebelah field Simpan sebagai.

  4. Navigasikan ke qgis/peta_dunia/ dan tentukan nama layer baru sebagai Indonesia_terproyeksi.shp.

  5. Encoding tidak perlu diubah.

  6. Ubah nilai CRS pada kotak pilihan di Project CRS.

  7. Centang kotak di sebelah Tambahkan berkas tersimpan ke dalam peta.

  8. Kotak dialog Simpan lapisan vektor sebagai... sekarang terlihat seperti ini:

../../../../_images/image65.png
  1. Klik OK dan setelah beberapa menit, di atas peta Anda akan melihat ini:

../../../../_images/image65a.png
  1. Tunggu hingga notifikasi muncul.

Sekarang layer baru Anda, Indonesia_terproyeksi, akan terlihat di panel layer. Jika Anda mematikan proyeksi ulang “on the fly”, layer ini akan tetap muncul, karena hal ini telah diproyeksi ulang ke dalam CRS yang sama sebagai proyek (dan layer continent).

4. Creating a custom projection

QGIS memiliki banyak proyeksi yang tersedia di dalamnya sesuai standar. Anda dapat membuat proyeksi Anda sendiri. Kita lihat bagaimana hal itu bekerja.

  1. Memulai proyek baru.

  2. Masukkan layer vektor oceans.shp yang terletak di qgis/peta_dunia/.

  3. Klik Settings ‣ Custom CRS... dan Anda akan melihat kotak dialog ini:

../../../../_images/image66.png

Kita akan membuat proyeksi yang dikenal sebagai Van der Griten I. Proyeksi ini menarik untuk menampilkan Bumi ke dalam bidang lingkaran bukan bidang persegi panjang, seperti proyeksi yang biasanya.

  1. Masukan Van der Grinten I ke dalam kolom Nama.

  2. Di kolom Parameter, masukan string berikut ini:

+proj=vandg +lon_0=0 +x_0=0 +y_0=0 +R_A +a=6371000 +b=6371000 +units=m +no_defs

  1. Klik OK.

  2. Pergilah ke Project ‣ Project Properties.

  3. Aktifkan proyeksi ‘on the fly’.

../../../../_images/image691.png
  1. Cari proyeksi yang baru Anda buat dengan mengetikkan nama proyeksinya di kotak Saring:

../../../../_images/image701.png
  1. Anda akan melihatnya muncul di kotak bawah. Pilih dan klik OK.

Setelah Anda menerapkan proyeksi baru, peta akan memproyeksi ulang seperti ini:

../../../../_images/image711.png

Pergi ke modul selanjutnya –>