../../../../_images/image710.png

Modul 6: Bekerja dengan Data Vektor

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami data vektor

  • Mengidentifikasi atribut data vektor

  • Menambah layer vektor

  • Simbolisasi layer vektor

Pada modul ini, kita akan mempelajari apa itu data vektor. Kita akan melakukan praktek untuk menambahkan data vektor pada proyek QGIS, dan kita juga akan mempelajari bagaimana untuk menampilkan data dengan berbagai cara.

1. Vector data

Data vektor merupakan tipe data yang umum ditemukan dalam SIG. Sebuah vektor pada intinya merupakan sesuatu yang berbentuk sebuah titik, atau garis yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dengan kata lain, titik, garis, dan poligon merupakan vektor (garis lengkung merupakan vektor juga, tetapi kita tidak akan mengkhawatirkan hal tersebut sekarang). Kita sudah paham dengan data vektor karena di unit sebelumnya, kita sudah menggunakan JOSM untuk membuatnya!

Setiap objek dalam sebuah set data vektor direferensikan sebagai sebuah fitur. Ketika kita menggunakan JOSM kita seringkali mereferensikannya sebagai sebuah objek, tetapi pada terminologi SIG tradisional, mereka direferensikan sebagai fitur. Sebuah poligon yang merepresentasikan sebuah bangunan adalah sebuah fitur, sebagaimana garis yang merepresentasikan sungai. Setiap fitur memiliki lokasi geografis, dan terlampirkan pada data lain yang mendeskripsikan fitur.

Salah satu hal yang penting untuk dicatat adalah layer QGIS hanya mengandung satu tipe fitur. Artinya, satu layer tidak dapat mengandung fitur titik dan fitur graris, karena mereka merupakan tipe data yang berbeda. Namun apabila anda ingin memiliki sebuah file yang memiliki poligon sekolah dan file lain yang memiliki titik-titik sekolah, anda dapat menambahkan mereka sebagai dua layer yang terpisah.

Perhatikan selalu, layer poligon sebaiknya ada di daftar layer paling bawah, layer garis di tengah, dan layer titik di atas. Pada umumnya Anda tidak ingin poligon Anda menimpa garis dan titik.

2. Attribute data

Sangat penting bahwa data yang akan Anda kerjakan tidak hanya merepresentasikan obyek yang ada di lapangan, tetapi juga memberi tahu objek apakah itu.

  1. Buka proyek sleman_2_5.qgs. Ini merupakan proyek yang sama yang telah Anda kerjakan sebelumnya.

Pada proyek yang kita lihat lokasi Kabupaten Sleman, jalur kereta, dan beberapa jalan, tetapi kita tidak dapat melihat seluruh data yang terkandung dalam layer-layer tersebut.

  1. Pilih Jalan_Sleman_OSM pada panel daftar Layer.

../../../../_images/image721.png
  1. Klik kanan, dan klik tombol Open Attribute Table :

../../../../_images/image401.png

Anda akan melihat tabel dengan data yang lebih banyak tentang layer jalan. Data ekstra tersebut disebut data atribut. Garis-garis yang Anda dapat lihat pada peta Anda menggambarkan kemana garis tersebut menuju – ini merupakan data spatial. Anda akan mengingat pada JOSM dimana terdapat bagian yang sama. Titik, garis, dan bentuk yang Anda gambar memberitahu kita dimana, tetapi tags, atau atribut, memberitahukan kita apa. Definisi tersebut sangat umum digunakan di SIG, jadi sangat penting untuk diingat!

../../../../_images/image731.png
  1. Lihatlah pada tabel atribut. Setiap baris tabel menghubungkan satu fitur pada layer jalan. Setiap kolom mengandung satu atribut. Jika Anda memilih layer lain dan mengklik tombol Open Attribute Table, maka Anda akan melihat tabel yang berbeda.

  2. Tutup tabel atribut.

3. Adding vector data

3.1 Shapefiles

Anda sudah menambahkan data vektor pada sebuah proyek, dalam format sebuah shapefile. Sebagaimana yang kami jelaskan sebelumnya, sebuah shapefile merupakan format yang umum digunakan untuk format file geografi. Shapefile dapat dengan mudah dikonversikan ke dalam berbagai macam format lain, dan kebanyakan perangkat lunak SIG dapat membaca jenis file ini. Anda mungkin akan menyadari bahwa ketika menambahkan sebuah shapefile, terdapat sejumlah file pada folder shapefile anda dengan nama yang sama. Ini karena sebuah shapefile sebenarnya bergantung pada sekumpulan beberapa file untuk menyimpan data dan menetapkan berbagai pengaturan. Ketika anda menambahkan sebuah shapefile ke proyek anda, anda harus menambahkan satu yang berakhiran .shp, tetapi file yang lain juga sangat penting!

  1. Apakah Anda ingat cara menambahkan shapefile? Cobalah untuk menambahkan layer POI_Sleman_OSM, dari shapefile yang terletak di folder tutorial. Jika Anda tidak ingat bagaimana menambahkan layer vektor, bukalah kembali petunjuknya di modul 3.

Proyek Anda seharusnya akan terlihat seperti ini setelah Anda menambahkan layer yang baru:

../../../../_images/image741.png

3.2 Database

Shapefiles (dan tipe file lainnya) merupakan sebuah cara untuk menyimpan data geografis. Anda juga dapat memuat layer vektor pada QGIS dari sebuah database. Anda mungkin paham dengan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS) seperti Microsoft Access. Aplikasi SIG juga dapat memanfaatkan database untuk menyimpan data geografi. Database dapat disimpan dan digunakan secara lokal pada komputer anda, atau dapat dibagikan kepada pengguna lain di sebuah jaringan atau bahkan internet.

  1. Mari mencoba menambahkan sebuah layer dari sebuah database. Klik pada tombol Add SpatiaLite Layer. Jika Anda tidak dapat menemukannya, klik kanan pada toolbar dan pastikan toolbar Manage Layers diaktifkan.

../../../../_images/image751.png
  1. Anda akan melihat sebuah kotak dialog. Klik New.

../../../../_images/image761.png
  1. Arahkan ke folder qgis_data/Sleman/ dan carilah file guna_lahan.db. . Pilih file tersebut dan klik Open.

  2. Sekarang di kotak dialog sebelumnya, anda dapat melihat sebuah tombol klik bawah yang mengandung “guna_lahan.db @ ...”, diikuti dengan lokasi file database pada komputer anda.

  3. Klik Connect. Anda akan melihat kotak seperti pada gambar berikut:

../../../../_images/image771.png
  1. Database ini sebenarnya memiliki tiga layer berbeda, semua tersimpan pada database. Klik pada layer pertama untuk memilihnya, kemudian tahan SHIFT dan klik layer terakhir untu memilih seluruh layer.

  2. Klik Add. Nantinya semua layer akan termuat pada proyek kita.

Catatan

Ingatlah untuk menyimpan peta Anda secara rutin! File proyek QGIS Anda tidak menyimpan data (data disimpan ke dalam sebuah shapefile atau sebuah database), tetapi hanya mengingat layer-layer yang Anda tambahkan ke proyek, urutannya, dan pengaturan yang telah Anda lakukan.

  1. Layer-layer yang telah anda tambahkan adalah layer poligon, jadi anda akan menggesernya di bawah layer garis dan titik. Jika anda mempunyai sebuah kotak centang di bawah daftar lain yang terbaca Control rendering order silahkan berikan tanda centang pada kotak tersebut.

  2. Mari kita hilangkan beberapa layer untuk membuatnya semakin mudah dalam mengatur data kita. Klik kanan pada layer railway dan layer kecamatan kemudian klik Remove. Kemudian urutkan layer Anda seperti ini:

../../../../_images/image781.png

4. Symbology

Simbologi layer merupakan visualisasi tampilan pada peta. Salah satu kekuatan dasar SIG adalah anda dapat memiliki suatu representasi visual yang dinamis terhadap data yang anda kerjakan. Kemudian, penampilan visual dari suatu peta (dimana bergantung dari simbologi di setiap layernya) sangat penting. Pengguna peta dari peta yang anda hasilkan akan membutuhkan kemudahan dalam melihat apa yang direpresentasikan dalam peta. Keseimbangan sangat penting, anda perlu mendalami data anda saat anda bekerja dengannya, dan simbologi yang bagus akan sangat membantu.

Dengan kata lain, memiliki simbologi yang sesuai bukan merupakan suatu kemewahan atau hanya sekedar polesan semata. Faktanya, sangat penting bagi anda untuk menggunakan SIG dengan baik serta menghasilkan peta dan informasi yang mudah dimengerti dan digunakan oleh orang lain.

4.1 Merubah warna

Untuk merubah simbologi pada sebuah layer, kita perlu membuka menu Properties. Mari kita mulai dengan merubah warna pada layer pemukiman.

  1. Klik kanan pada layer pemukiman di panel daftar Layer.

  2. Pilih Properties di menu yang muncul.

Catatan

Secara standar, anda juga dapat mengakses menu Properties dengan mengklik dua kali pada nama layer.

  1. Pada jendela Properti, pilih tab Style.

../../../../_images/image791.png
  1. Klik tombol Warna untuk mengubah warna.

../../../../_images/image801.png
  1. Sebuah kotak dialog pewarnaan standar akan muncul. Pilih warna merah muda dan klik OK.

../../../../_images/image811.png
  1. Jika anda berhasil mengubah warna dari layer pemukiman lalu anda silahkan mencoba mengubah juga warna dari layer vegetasi dan layer tubuh_air. Anda dapat menggunakan warna hijau untuk layer vegetasi dan biru untuk layer tubuh_air

  2. Klik OK lagi pada jendela Properti Lapisan, dan Anda akan dapat melihat perubahan warna yang telah diaplikasikan pada layer.

../../../../_images/image821.png

4.2 Merubah struktur simbol

Ini merupakan hal yang menarik sejauh ini, tetapi terdapat hal lebih menarik dari simbologi layer daripada hanya merubah warnanya saja. Selanjutnya kita akan merubah warna vegetasi, tetapi kita juga akan menghilangkan garis diantara tipe vegetasi yang berbeda sehingga peta kita tidak tergambarkan secara mengelompok.

  1. Buka jendela Properti Lapisan untuk layer vegetasi. Di bawah tab Style, Anda akan dapat melihat dialog yang sama seperti sebelumnya. Kali ini bagaimana pun, kita akan melakukan lebih daripada hanya mengubah warnanya saja.

  2. Klik pada Pengisian Sederhana di bawah Lapisan Simbol. Kotak dialog layer Simbol akan muncul di sisi sebelah kanan panel.

../../../../_images/image831.png
  1. Ubah warna di dalam poligon pada layer dengan mengklik tombol di sebelah label Fill:

../../../../_images/image841.png
  1. Pada dialog yang muncul, pilihlah sebuah warna yang baru (yang terlihat sesuai untuk vegetasi).

  2. Klik OK.

Selanjutnya, kita akan menghapus garis diantara seluruh ladang.

  1. Klik pada tombol bawah Style Tepi. Saat ini, seharusnya menunjukan sebuah gambar garis pendek dan tertulis Garis Padat.

  2. Ubah ini ke No Pen.

../../../../_images/image851.png
  1. Klik OK, dan kemudian OK kembali. Sekarang ketika kita melihat pada peta kita, layer peta akan memiliki warna baru dan tidak ada garis antar poligon.

  2. Cobalah untuk merubah warna pada layer pemukiman sehingga layer tersebut tidak memiliki garis luar.

../../../../_images/image861.png

4.3 Penampakan Berdasarkan Skala

Terkadang Anda akan menemukan bahwa salah satu layer Anda tidak sesuai untuk sebuah ukuran skala tertentu. Sebagai contoh, jika Anda memiliki sebuah layer yang menunjukan benua di permukaan bumi tetapi tidak menunjukan banyak detail, garis benua mungkin tidak akan akurat ketika Anda melakukan perbesaran sangat jauh untuk melihat jalan.

Catatan

Skala adalah referensi bagaimana peta Anda terlihat sebenarnya di permukaan bumi dalam suatu besaran. Skala biasanya diberikan misalnya 1:10000 artinya satu sentimeter di peta Asama dengan 10000 sentimeter di dunia nyata. Ketika Anda melakukan perbesaran atau pengecilan tampilan, skalanya berubah, dan Anda dapat meilhat perubahannya pada status bar di bawah QGIS.

Pada kasus kita, kita mungkin ingin menyembunyikan layer jalan ketika kita melakukan pengecilan sangat jauh (untuk skala kecil). Sebagai contoh, layer jalan tidak akan sangat berguna ketika kita memperkecil tampilan peta sangat jauh dan akan terlihat aneh.

Mari kita atur penggambaran berdasarkan skala:

  1. Buka kotak dialog Properti Lapisan untuk layer Jalan_Sleman_OSM

  2. Klik tab Umum

../../../../_images/image871.png
  1. Aktifkan rendering berdasarkan skala dengan mengklik pada kotak centang yang bertuliskan Visibilitas Berdasarkan Skala kemudian ubah nilai Maximum menjadi 1:10 dan Minimum menjadi 1:100000.

../../../../_images/image881.png
  1. Klik OK.

  2. Sekarang lihat pada peta Anda dan lihat apa yang terjadi ketika Anda melakukan perbesaran dan pengecilan tampilan. Layer jalan seharusnya muncul ketika Anda berada pada skala besar dan menghilang pada skala kecil.

Catatan

Anda dapat menggunakan roda gulir pada mouse anda untuk melakukan perbesaran. Alternatifnya, anda dapat menggunakan tool perbesaran untuk menggambar sebuah kotak dan memperbesar pada tampilan kotak tersebut:

../../../../_images/image891.png

4.4 Menambahkan layer simbol

Sekarang Anda telah mengetahui bagaimana untuk mengubah simbol secara sederhana pada layer, langkah selanjutnya adalah membuat simbologi yang lebih kompleks. QGIS memperbolehkan Anda untuk melakukan ini dengan menggunakan layer simbol.

  1. Buka layer vegetasi kemudian pergilah ke kotak dialog Symbol properties seperti sebelumnya.

  2. Pada contoh ini, simbol saat ini tidak memiliki garis terluar (dikarenakan ia menggunakan style batas garis Tidak Ada Pena)

../../../../_images/image90.png
  1. Pilih Fill dan Klik tombol + di sebelah kiri.

../../../../_images/image911.png
  1. Layer simbol lain yang akan ditambahkan pada daftar:

../../../../_images/image921.png

Catatan

Layer simbol akan muncul dengan warna yang berbeda, tetapi kita akan mencoba untuk merubahnya.

Sekarang layer ini memiliki dua simbologi yang berbeda. Dengan kata lain, warna hijau dan warna biru keduanya akan digambarkan. Bagaimana pun, warna biru akan tergambarkan di atas warna hijau, dan karena warna biru merupakan warna yang solid, maka ia akan menutupi warna hijau. Mari kita ubah.

Catatan

Sangat penting untuk tidak bingung dalam membedakan antara layer peta dan layer simbol. Sebuah layer peta merupakan vektor (atau raster) yang telah dimuat dalam peta. Sebuah layer simbol merupakan bagian dari simbol yang digunakan untuk menggambarkan sebuah layer peta. Latihan ini biasanya akan menggambarkan sebuah layer peta sebagai sebuah layer, tetapi sebuah layer simbol akan selalu disebut layer simbol, untuk menghindari kebingungan.

  1. Pilih Border style ke Tidak Ada Pena seperti sebelumnya.

  2. Ubah fill style menjadi sesuatu yang lain dari Solid atau No brush. Sebagai contoh, Dense 7:

../../../../_images/image931.png
  1. Klik OK dan kemudian OK dan lihatlah hasilnya pada layer simbologi Anda yang baru

../../../../_images/image941.png
  1. Sekarang cobalah. Tambahkan beberapa simbologi tambahan pada layer Jalan_Sleman_OSM.

    • Berikan ketebalan layer simbologi asli menjadi 2.0

    • Berikan ketebalan dari layer simbologi yang baru menjadi 1.0

    Hasilnya, jalan raya anda akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image951.png
  1. Layer jalan kita sekarang sudah muncul dan memiliki garis luar, tetapi mereka terlihat tidak tersambung, seolah-olah mereka terlihat tidak menyambung satu sama lain. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda dapat mengaktifkan simbol level, dimana kita akan mengontrol urutan dari layer simbol berbeda yang akan diproses.

  2. Pada dialog Properti Layer, pergi ke Lanjutan ‣ Level Simbol...:

../../../../_images/image961.png
  1. Dialog Symbol Level akan muncul. Beri tanda centang pada kotak bertuliskan Enable symbol levels.

../../../../_images/image971.png

Peta anda sekarang akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image981.png
  1. Jika Anda sudah selesai, Anda dapat menyimpan simbol Anda sendiri pada QGIS sehingga Anda tidak harus mengatur ulang seperti ini lagi jika Anda ingin menggunakan kembali simbol yang sama ke depannya. Simpan simbol Anda dengan mengklik tombol Simpan Style...... di bawah tab Style dari dialog Properti Layer.

  2. Berikan style anda sebuah nama dan simpan. Anda dapat memuat ulang style yang disimpan sebelumnya dengan mengklik tombol:guilabel:Load Style ... Sebelum anda merubah sebuah style, perhatikan bahwa semua style yang anda ganti akan hilang.

../../../../_images/image991.png
  1. Cobalah untuk mengubah tampilan dari layer jalan kembali sehingga jalan berwarna abu-abu atau hitam, dengan sebuah garis luar tipis berwarna kuning, dan sebuah garis putih putus-putus di tengahnya.

../../../../_images/image1001.png

4.5 Klasifikasi Simbologi

Simbol level juga berguna untuk layer yang memiliki kelas (misalnya, layer yang memiliki berbagai macam simbol). Kita akan membahas klasifikasi ini di bab selanjutnya, tetapi anda dapat melihat bagaimana caranya klasifikasi simbol bekerja dengan objek jalan. Dengan mengkelaskan berbagai macam jalan sesuai dengan tipe mereka masing-masing, kita dapat memberikan mereka simbol yang berbeda-beda dan mereka akan muncul satu sama lain.

../../../../_images/image1011.png

4.6 Tipe Layer Simbol

Sebagai tambahan untuk mengatur isi warna dan menggunakan pola yang sudah tersedia, Anda dapat menggunakan tipe simbol layer yang berbeda. Tipe yang hanya kita gunakan hingga saat ini adalah tipe Simple Fill. Semakin mahir tentang tipe layer simbol maka Anda dapat mengatur simbol-simbol anda lebih jauh lagi.

Setiap tipe vektor (titik, garis, dan poligon) memiliki beberapa pengaturan dari tipe layer simbol.

4.6.1 Vektor Titik

  1. Buka simbol properties untuk layer POI_Sleman_OSM:

../../../../_images/image1021.png
  1. Anda dapat mengakses berbagai macam tipe simbol layer dengan mengklik sebuah simbol lapisan (1) kemudian mengklik daftar pilihan pada pojok kanan atas (2)

../../../../_images/image1031.png
  1. Periksalah berbagai macam pilihan yang tersedia untuk anda, dan pilihlah sebuah tipe simbol selain Simple Marker.

  2. Jika Anda ragu, gunakan Ellipse Marker.

  3. Pilihlah sebuah garis luar berwarna putih dan fill warna gelap, dengan menggunakan lebar simbol 2.00 dan panjang simbol 4.00.

../../../../_images/image1041.png ../../../../_images/image104a.png

4.6.2 Vektor Garis

  1. Untuk melihat berbagai macam pilihan simbologi pada vektor garis, buka Properti Layer jalan dan klik pada kotak daftar pilihan:

../../../../_images/image1061.png
  1. Klik Penanda garis.

../../../../_images/image1071.png
  1. Klik Penanda Sederhana pada panel Layer Simbol (1):

../../../../_images/image1081.png
  1. Ubahlah simbol properti dengan menyamakan dialog ini:

../../../../_images/image1091.png
  1. Klik pada Penanda garis di panel Layer Simbol, dan ubah interval menjadi 2.00:

../../../../_images/image1101.png

Setelah anda mengaplikasikan style, lihat kembali bagaimana hasilnya pada peta. Sebagaimana yang dapat anda lihat, simbol-simbol ini berubah arahnya sesuai dengan jalan tetapi tidak selalu menikung. Ini sangat berguna untuk beberapa tujuan, tetapi tidak untuk tujuan lain. Sekarang anda yang memilih, anda dapat merubah layer simbol anda kembali seperti sedia kala.

../../../../_images/image110a.png

4.6.3 Vektor Poligon

  1. Sekarang mari kita ubah jenis layer simbol untuk layer pemukiman. Lihat pada menu pilihan seperti yang Anda lakukan pada layer titik dan garis, dan lihat berbagai macam pilihan yang dapat Anda lakukan.

../../../../_images/image1131.png
  1. Cobalah untuk menggunakan berbagai pilihan berbeda. Kita akan mencoba mengisi pola titik dengan pengaturan sebagai berikut:

../../../../_images/image1141.png
  1. Tambahkan sebuah layer simbol baru dengan normal Simple fill.

  2. Ubah warna menjadi abu-abu tanpa garis luar.

  3. Ubah posisinya ke bawah dengan tombol Move down:

../../../../_images/image1151.png

Properti simbol seharusnya terlihat seperti ini:

../../../../_images/image1161.png

Hasilnya, Anda memiliki sebuah simbol tekstur untuk layer pemukiman, dengan tambahan tertentu, Anda dapat merubah besar, bentuk, dan jarak dari setiap titik individu yang membentuk tekstur tersebut.

Pergi ke modul selanjutnya –>