../../../../_images/image710.png

Modul 10: Analisis Vektor untuk Pemecahan Masalah

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami proses SIG

  • Mengidentifikasi permasalahan

  • Memahami kebutuhan data

  • Memulai sebuah proyek QGIS baru

  • Menganalisis masalah

  • Mengidentifikasi zona ancaman

  • Mencari jalan penting

  • Mencari fasilitas kesehatan

  • Melakukan buffer fasilitas kesehatan

  • Menganalisis wilayah yang overlap

Kekuatan SIG adalah kemampuannya untuk membantu kita dalam menganalisis data. Data vektor dapat dianalisis untuk mengungkapkan bagaimana fitur yang berbeda berinteraksi satu sama lain. Pada bab ini, kami akan bekerja melalui proses SIG, berusaha untuk memecahkan masalah, dan seperti yang kita lanjutkan, kita akan belajar mengenai berbagai tool analisis yang disediakan oleh QGIS.

1. The GIS process

Sebelum kita mulai, ini akan berguna untuk memberikan gambaran singkat proses yang akan digunakan untuk memecahkan beberapa masalah SIG. Langkah-langkah sederhana sebagai berikut:

  1. Menentukan masalah

  2. Memperoleh Data

  3. Menganalisis masalah

  4. Menyajikan hasil

2. Problem

Mari kita mulai proses dengan menentukan suatu masalah untuk dipecahkan. Katakanlah Anda sebagai manager bencana, dan Anda perlu menyediakan lokasi terbaik untuk tempat pengungsian (IDP) di desa-desa sekitar Gunung Merapi saat meletus. Anda datang dengan kriteria berikut untuk lokasi ini:

  1. Wilayah ini seharusnya berupa lahan kering atau pertanian di Kabupaten Ngemplak, Turi atau Pakem.

  2. Wilayah ini seharusnya berada diluar KRB III.

  3. Wilayah ini seharusnya mudah diakses, jadi tidak boleh berjarak lebih dari 300 meter dari jalan utama.

  4. Lokasi ini seharusnya dekat dengan fasilitas kesehatan.

  5. Wilayah ini seharusnya memiliki wilayah antara 50000-150000 m².

3. Data

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita membutuhkan data berikut:

  1. Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman

  2. Jalan di Kabupaten Sleman

  3. Lokasi fasilitas kesehatan

  4. KRB Merapi (Kawasan Rawan Bencana Merapi - data yang menunjukkan zona bahaya yang dipelajari pada saat bagaimana cara georeferensi di modul sebelumnya)

Catatan

Untuk latihan ini data telah disediakan, tetapi di dalam skenario sebenarnya Anda mungkin perlu mencari penyedia untuk dataset yang bersangkutan. Di Indonesia, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Bappeda adalah sumber yang baik untuk jenis data yang Anda butuhkan, dan OpenStreetMap dapat digunakan sebagai sumber untuk jalan dan infrastruktur.

4. Start a project

Sekarang kita tahu apa yang ingin kita kerjakan, mari mulai mengerjakannya!

  1. Buka proyek QGIS baru.

../../../../_images/image206.png
  1. Tambahkan layer yang akan kita gunakan. Pada folder /Sleman/Merapi, tambahkan layer jalan_sleman_49S, tempat_penting_Sleman_49S, KRB3_49S dan vegetasi_49S. Panel Layer Anda akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image207.png

Catatan

Sebagian layer sudah cukup jelas, tetapi apakah KRB 3, KRB 2, dan KRB 1? Layer-layer ini menunjukkan area terdampak ketika Merapi meletus. KRB 3 adalah area terdampak paling besar, KRB 2 adalah area terdampak menengah, dan KRB 1 adalah area terdampak kecil. Pada skenario ini, kita ingin mencari lokasi yang tidak berada di KRB 3.

Data yang akan kita gunakan untuk bekerja sekarang sama seperti modul-modul sebelumnya, tetapi sekarang dalam Sistem Koordinat Terproyeksi. Data sebelumnya disimpan dalam WGS 84 – ini berarti bahwa data kita disimpan dalam satuan derajat, yang mana kurang sesuai untuk mengukur luas ataupun jarak. Dengan menggunakan Sistem Koordinat Terproyeksi, data kita disimpan dalam satuan meter, yang mana sangat penting untuk analisis, karena dengan demikian kita dapat mengukur jarak antar dan di sekitar suatu fitur dengan mudah.

  1. Klik kanan pada nama layer dan pilih Rename.

  2. Beri nama baru yang lebih sederhana untuk layer-layer tersebut seperti jalan, lokasi_penting, KRB III dan vegetasi.

  3. Simpan proyek Anda sebagai merapi_analisis.qgs.

  4. Pada file manager sistem operasi Anda, buat folder baru di dalam folder qgis/Sleman/Merapi dan beri nama folder tersebut evakuasi_bencana.

Ini adalah tempat penyimpanan dataset Anda yang akan kita buat selama analisis.

Sekarang kita telah memiliki data yang kita butuhkan, mari menganalisis masalah!

5. Analysing the problem: farms and dry fields

Kriteria pertama yang kita hadapi adalah bahwa lahan tersebut haruslah berupa kebun atau tegalan, dan harus berada di salah satu dari tiga kecamatan. Jadi mari kita tunjukkan di QGIS, kebun dan tegalan di dalam Kecamatan tersebut!

  1. Klik kanan layer vegetasi pada panel Daftar Layer.

  2. Klik Saring..., maka akan muncul kotak dialog Pembangunan Kueri.

../../../../_images/image208.png
  1. Gulung ke bawah dalam daftar Field di sebelah kiri kotak dialog dan temukan field kec. Klik satu kali pada nama field tersebut.

  2. Klik tombol All dibawah daftar Values:

../../../../_images/image209.png

Selanjutnya kita akan membangun sebuah query. Query adalah suatu pernyataan yang memungkinkan kita untuk hanya menampilkan data yang kita inginkan dari suatu layer. Dalam kasus ini, kita ingin menginstruksikan QGIS untuk hanya menunjukkan kebun dan tegalan yang juga memiliki nilai kecamatan berupa Ngemplak, Turi, atau Pakem.

  1. Klik kanan pada nama field kec pada daftar Field.

  2. Klik tombol = (di bawah Operator).

../../../../_images/image210.png
  1. Klik dua kali pada nilai Ngemplak di daftar Nilai.

  2. Klik OR.

  3. Ulangi langkah ini dua kali lagi, untuk nilai Turi dan Pakem, bukan Ngemplak. Pernyataan query akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image2111.png
  1. Klik AND.

  2. Sekarang sorot guna_lahan pada daftar Field, dan klik tombol “All” untuk memuat nilai data.

  3. Klik dua kali guna_lahan dan klik tombol =. Kemudian klik dua kali pada nilai KEBUN di daftar Nilai.

  4. Klik OR.

  5. Ulangi langkah sebelumnya tetapi bukan untuk KEBUN melainkan TEGALAN. Pernyataan query Anda akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image212.png

Idenya adalah query akan menyaring layer data sehingga layer hanya akan menunjukkan kepada kita fitur yang kita inginkan – dalam contoh ini yaitu kebun dan tegalan di Kecamatan Pakem, Turi, dan Ngemplak.

  1. Kita harus menambahkan satu hal lagi pada pernyataan, yaitu tanda kurung. Tanpa tanda kurung, query kita tidak dapat bekerja dengan baik. Kita perlu menambahkan dua pasang tanda kurung di setiap sisi kata AND, seperti ini:

../../../../_images/image213.png
  1. Klik OK. Layer vegetasi sekarang memiliki fitur yang lebih sedikit.

../../../../_images/image214.png

Kita telah mengaplikasikan kriteria pertama untuk memulai memecahkan masalah!

6. Danger zone

Kriteria selanjutnya adalah memilih lokasi di luar zona bahaya, yang didefinisikan oleh layer KRB III. Untuk ini, kita dapat menggunakan Kueri Spasial.

  1. Klik menu Vektor ‣ Kueri Spasial ‣ Kueri Spasial.

../../../../_images/image215.png
  1. Pada Pilih sumber fitur dari pilih vegetasi. Di kotak selanjutnya pilih Merupakan Pemisahan. Kemudian di kotak ketiga atur menjadi KRB III. Jendela Kueri Spasial seharus terlihat seperti ini:

../../../../_images/image216.png
  1. Klik Apply. Kemudian klik Close begitu kueri spasial telah diproses/diterapkan.

../../../../_images/image217.png

Sekarang layer vegetasi terlihat seperti gambar di bawah ini. Perhatikan bahwa semua fitur yang terpilih berada diluar area KRB III.

../../../../_images/image218.png

Langkah selanjutnya analisis kita akan lebih mudah jika kita menyimpan pilihan ini sebagai layer terpisah.

  1. Klik kanan pada layer vegetasi dan klik Simpan sebagai...

../../../../_images/image219.png
  1. Di samping isian Simpan sebagai pada kotak dialog yang muncul, klik tombol Navigasi.

  2. Simpan layer dalam folder evakuasi_bencana/ dan beri nama layer tersebut sebagai kebun_tegalan.shp.

  3. Beri tanda centang pada kotak bertuliskan Simpan hanya fitur yang dipilih dan Tambah berkas tersimpan ke dalam peta pada kotak dialog Simpan layer vektor sebagai...

../../../../_images/image220.png
  1. Klik OK.

  2. Ganti nama layer dengan klik kanan pada layer vegetasi yang baru dan pilih Ubah nama. Tuliskan nama dengan kebun_tegalan.

  3. Klik kanan pada layer vegetasi yang lama dan hapus. Layer yang tersisa seperti ini:

../../../../_images/image2211.png

7. Finding important roads

Kita memiliki masalah dengan layer jalan kita, hampir sama dengan layer vegetasi. Layer jalan memiliki begitu banyak jalan! Kita hanya ingin menggunakan jalan utama untuk analisis, sehingga kita dapat memenuhi kriteria lokasi yang terletak dalam jarak 300 meter dari jalan utama. Sekali lagi, kita akan menggunakan Pembangun Query.

  1. Klik kanan pada layer jalan dan klik Saring....

  2. Buat query untuk layer jalan, seperti yang Anda lakukan pada layer vegetasi. Anda hanya ingin tipe primer dan sekunder, jadi Anda perlu membuat query ini:

“TYPE” = ‘primary’ OR “TYPE” = ‘secondary’

  1. Anda dapat menggunakan pendekatan yang kita pelajari di atas, atau Anda cukup ketik perintah ini di dalam kotak pertanyaan. Sekarang ketik query di bawah dengan benar!

../../../../_images/image222.png

8. Looking for health facilities

  1. Menggunakan pendekatan yang sama, buat query untuk layer lokasi_penting seperti yang ditampilkan:

“Fungsi” = ‘Kesehatan’

9. Buffering Roads

Kita sudah menyempurnakan data sedikit sehingga dapat menunjukkan fitur yang digunakan dalam menganalisis. Ingat bahwa menurut kriteria area lahan harus berada dalam jarak 300 meter dari jalan utama dan dekat dengan fasilitas kesehatan. QGIS memungkinkan kita untuk menghitung jarak dari setiap objek vektor, dan kita akan menggunakan fungsi ini untuk membantu kita mencapai solusi.

  1. Pastikan hanya layer jalan dan layer kebun_tegalan yang terlihat, untuk menyederhanakan peta saat Anda sedang bekerja.

../../../../_images/image223.png
  1. Buka Vector ‣ Peralatan geoprosesing ‣ Penyangga (Buffer).

../../../../_images/image224.png
  1. Pada kotak daftar pilihan pertama pilih jalan.

  2. Masukan 300 di sebelah Jarak penyangga.

  3. Beri tanda centang pada kotak di sebelah Hasil dissolve penyangga.

  4. Klik Browse dan ketik buffer_jalan_300m.shp untuk nama filenya.

../../../../_images/image225.png

Catatan

Perhatikan bahwa kita memasukan jarak penyangga dalam meter. Hal yang baik kita menggunakan data yang terproyeksi!

  1. Klik OK. QGIS akan membuat buffer disekitar jalan-jalan yang 300 meter.

  2. Ketika proses selesai dan buffer_jalan_300m.shp telah muncul di Daftar Lapisan, Anda dapat menutup kotak dialog Buffer dengan klik Close.

../../../../_images/image226.png
  1. Tutup kotak dialog Buffer dan lihat layer baru Anda:

../../../../_images/image227.png

Catatan

Garis besar ini adalah dareah yang berada dalam 300 meter dari jalan primer dan sekunder.

10. Buffering health facilities

  1. Sekarang cobalah sendiri! Gunakan pendekatan yang sama, membuat layer buffer baru di sekitar fasilitas kesehatan Anda. Buffer tersebut harus 2,5 km.

  2. Jangan lupa memberi tanda centang pada kotak Hasil dissolve buffer jadi setiap buffer yang overlay akan tergabung menjadi satu fitur. Kemudian simpan layer baru di direktori yang sama sebagai buffer_fas_kesehatan_2.5km.shp. Peta hasil Anda akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image228.png

Catatan

Ingat bahwa jarak buffer dalam satuan meter. Ingatlah ini ketika Anda ingin membuat buffer 2,5 km!

11. Overlapping areas

Sekarang kita dapat melihat area dimana jalan utama adalah 300 meter dan ada fasilitas kesehatan dalam jangkauan 2,5 km. Tetapi kita hanya ingin area dimana kedua kriteria ini terpenuhi sekaligus! Untuk melakukannya kita akan menggunakan tool Perpotongan.

  1. Buka Vector ‣ Peralatan Geoprosesing ‣ Perpotongan.

../../../../_images/image229.png
  1. Masukan buffer_fas_kesehatan_2.5km dan buffer_jalan_300m sebagai dua layer input. Nama output shapefile-nya intersect_buffer_jalan_kesehatan.shp.

../../../../_images/image230.png
  1. Klik OK dan tambahkan layer ke proyek ketika diminta.

Jika kita menyembunyikan layer asli, kita dapat melihat bahwa layer baru menunjukkan area dimana mereka berpotongan. Ini adalah area dimana kedua kriteria terpenuhi.

../../../../_images/image2311.png

12. Select farms and dry fields

Sekarang kita memiliki layer kebun_tegalan, yang memenuhi dua kriteria kita, dan layer intersect_buffer_jalan_kesehatan.shp, yang memenuhi dua kriteria lainnya. Kita perlu mengetahui dimana mereka overlap!

  1. Buka Vector ‣ Peralatan Penelitian ‣ Pilih berdasarkan lokasi. Kotak dialog akan muncul.

../../../../_images/image232.png
  1. Atur seperti berikut ini:

../../../../_images/image233.png
  1. Klik OK dan Anda akan melihat hasil yang terpilih (berwarna kuning).

../../../../_images/image234.png

Mari kita menyimpan pilihan ini sebagai layer baru.

  1. Klik kanan pada layer kebun_tegalan di panel daftar Layer.

  2. Klik Simpan sebagai....

  3. Beri nama file yang baru dengan kebun_tegalan_lokasi_terpilih.shp. Kemudian berikan tanda centang pada Simpan hanya fitur yang dipilih dan Tambah berkas tersimpan ke dalam peta.

../../../../_images/image235.png

Setelah proses selesai, ubah nama pada layer dengan klik kanan pada layer kebun_tegalan yang baru dan klik Ubah nama, beri nama dengan kebun_tegalan_lokasi_terpilih. Jika kita ingin menyembunyikan semua layer yang lainnya, kita dapat melihat hasilnya seperti ini:

../../../../_images/image236.png

13. Select land areas of the appropriate size

Kita telah menemukan lahan yang memenuhi empat dari lima kriteria. Kriteria yang tersisa adalah ukuran lahan. Kita perlu memastikan bahwa lokasi kita antara 50000-150000 m².

  1. Buka tabel atribut untuk layer kebun_tegalan_lokasi_terpilih. Anda akan melihat bahwa ada kolom bernama luas_ha. Ini adalah ukuran area dalam hektar. Kita dapat menggunakan field ini untuk menjawab pertanyaan, tapi mari tambahkan kolom lain yang mengandung ukuran area dalam meter persegi.

  2. Pilih layer kebun_tegalan_lokasi_terpilih dan buka tabel atribut:

../../../../_images/image237.png
  1. Masuk ke mode editing dengan megklik tombol berikut:

../../../../_images/image238.png
  1. Klik tombol kalkulator field (terletak di jendela Tabel Atribut).

../../../../_images/image239.png
  1. Beri centang di kotak sebelah Membuat field baru. Di dalam kotak ketikan luas_m2.

../../../../_images/image240.png
  1. Ubah Type field keluaran menjadi Bilangan Desimal (real). Kemudian klik pada Geometri dan klik dua kali pada $area.

../../../../_images/image2411.png
  1. Klik OK.

Sekarang Anda dapat melihat kolom baru di tabel atribut Anda, yang bernama luas_m2. Dan QGIS sudah terisi dengan meter persegi!

../../../../_images/image242.png
  1. Klik tombol edit mode lagi, dan simpan hasil editan Anda.

../../../../_images/image243.png
  1. Tutup tabel atribut. Sekarang kita dapat melakukan query sederhana.

  2. Klik kanan pada layer kebun_tegalan_lokasi_terpilih dan klik Saring...

  3. Ketikan query berikut ini:

“luas_m2” >= 50000 AND “luas_m2” <= 150000

../../../../_images/image244.png
  1. Klik OK.

../../../../_images/image245.png

Lihatlah! Kita memiliki delapan bidang lahan yang memenuhi semua kriteria kita. Setiap bidang lahan mungkin cocok untuk lokasi tempat pengungsi.

  1. Klik kanan pada layer kebun_tegalan_terpilih dan klik Simpan sebagai. Berikan nama file tersebut sebagai refugees_location.shp.

Modul selanjutnya –>