../../../../_images/image710.png

Modul 12: Pemahaman tentang InaSAFE

Tujuan Pembelajaran

  • Menjelaskan konsep dari Ancaman, Keterpaparan, dan Data Dampak Bencana

  • Memahami bagaimana cara menentukan dampak bencana

  • Memahami tampilan antarmuka InaSAFE

  • Menambahkan data ancaman

  • Menambahkan data keterpaparan (vektor dan raster) yang belum diproses

  • Menggunakan editor kata kunci

  • Menganalisis Dampak

  • Memperbaiki output peta InaSAFE

  • Menyimpan dan mencetak hasil skenario

1. Hazards, exposure and impact

Mari kita mulai dengan mengingat kembali data yang kita masukkan dan hasil yang dikeluarkan dari InaSAFE - ancaman, keterpaparan, and dampak. Ketiga hal ini penting untuk diingat karena proses analisis akan sangat bergantung pada ketiga hal ini.

Ancaman (dikenal juga dengan bencana) adalah apa yang kita sebut dari sebuah data layer yang menjelaskan gambaran dan besaran dari suatu kejadian alam (seperti gempa, tsunami, letusan gunung berapi) yang berpotensi menyebabkan suatu kejadian atau rangkaian kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan manusia.

Secara umum, data ancaman yang kita gunakan dalam InaSAFE mewakili skenario ancaman tunggal. Skenario ancaman yang kita buat:

  • berada di lokasi tertentu

  • memiliki intensitas yang bisa diukur

  • memiliki durasi yang bisa diukur

  • memiliki kurun waktu tertentu

Pada bab ini kita akan menggunakan sebuah model data dari gempa di Lembang.

Catatan

Pemodelan gempa dibuat oleh para ahli. InaSAFE bukan alat pemodelan ancaman.

Data Paparan menggambarkan sesuatu yang beresiko jika berhadapan dengan potensi ancaman. Ini bisa berupa sebuah hasil karya manusia seperti bangunan umum, rumah, jalan dan jembatan, atau bisa berupa fitur natural seperti populasi, padi dan danau. Elemen yang terpaparkan ini bisa dibagi kedalam beberapa kategori, termasuk elemen fisik (rumah, kabel listrik), elemen ekonomi (kebun, dan akses ke pekerja), elemen sosial (kelompok rentan dan kepadatan populasi) dan elemen lingkungan (air, udara, tanaman dan binatang).

Dampak merupakan hasil yang kita dapatkan setelah InaSAFE memproses data ancaman dan paparan. Contoh, jika terdapat model gempa di Lembang dan kita memproses dengan data bangunan di Bandung, hasil layer dampak akan menjelaskan rumah yang akan terkena dampak parah, medium dan ringan. Dengan kata lain, apa yang dimasukkan kedalam InaSAFE adalah ancaman dan paparan. Apa yang dihasilkan disebut dengan dampak.

2. The InaSAFE interface

Sebelum kita menjalankan skenario, mari kita lihat lebih dekat tampilan antarmuka dari InaSAFE.

  1. Pertama pastikan Anda sudah menginstal plugin InaSAFE. Ikuti petunjuk plugin pada Modul 4. Cari dan instal plugin bernama InaSAFE.

  2. Buka proyek di QGIS.

  3. Jika toolbar InaSAFE tidak terlihat, klik kanan pada toolbar dan pastikan InaSAFE telah tercentang. Tampilan toolbar akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image278.png
  1. Untuk menampilkan panel InaSAFE, klik pada tombol Toggle InaSAFE dock.

../../../../_images/image279.png

Catatan

Seperti toolbar QGIS, Anda dapat menggeser jendela panel InaSAFE untuk mengganti posisinya dari tampilan antarmuka QGIS. Anda dapat menarik jauh untuk memisahkan jendela, atau meletakkan dibawah daftar layer. Tampilan yang normal adalah pada bagian kanan dari QGIS, jadi jika Anda tidak ingin mengubahnya, biarkan seperti itu.

../../../../_images/image280.png

Tampilan jendela panel InaSAFE terdiri dari tiga bagian: Pertanyaan, Hasil dan Tombol. Pertanyaan digabung menjadi kotak tombol daftar pilihan – dimana disini kita menentukan input data dan menentukan skenario apa yang kita ingin diproses oleh InaSAFE. Tujuan InaSAFE untuk membuat analisis dampak menjadi lebih simpel dan mudah digunakan. Bagian pertanyaan menyajikan cara mudah untuk memformulasikan apa yang ingin anda ketahui. Semua pertanyaan dibuat dalam format:

Pada kejadian [hazard] berapa banyak [exposure] yang mungkin [impact]?

Sebagai contoh:”Pada kejadian gempa bumi berapa banyak bangunan yang mungkin rusak?”

Bagian hasil ini diisi dengan informasi setelah InaSAFE dijalankan, seperti yang akan kita lihat. Tombol-tombol di bagian bawah memungkinkan kita untuk menjalankan skenario, mencetak dan mengakses ke bantuan.

3. Adding hazard data

Bencana bisa di representasikan oleh layer vektor atau raster. Perlu diingat, layer raster berbentuk seperti gambar dengan pixel yang banyak dan tiap pixel merepresentasikan beberapa data terkait area yang ada di permukaan tanah. Sebuah raster yang menampilkan ketinggian, sebagai contoh, akan mengandung pixel dengan berbagai nilai yang berbeda tergangung pada ketinggian suatu daerah. Sama seperti itu, sebuah raster yang merepresentasikan gempa akan mengandung magnitudo gempa pada waktu tertentu di setiap pixel dari raster.

Sebuah gempa juga dapat dimodelkan dengan data vektor, meskipun detail data kemungkinan besar lebih rendah. Pada kasus ini, vektor poligon akan merepresentasikan area dimana gempa muncul dan kemungkinan dari berbagai macam polgion akan menjelaskan magnitude yang berbeda-beda.

Mari kita mulai dengan menambahkan data ancaman ke dalam QGIS. Ini menggunakan model data raster untuk gempa di Lembang.

  1. Klik tombol Tambah Lapisan Raster.

../../../../_images/image2811.png
  1. Arahkan ke folder qgis/Bandung/ dan tambahkan Lembang_Earthquake_Scenario.asc. Data ini adalah data raster (dalam format ASCII) yang mewakili besaran kekuatan dari gempa. Layer tersebut akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image282.png
  1. Cobalah untuk merubah simbol raster untuk layer ini menjadi Singelband Pseudocolor sehingga tampilannya berubah menjadi seperti gambar di bawah ini (silahkan merujuk ke Modul 8, apabila Anda lupa bagaimana melakukannya!):

../../../../_images/image283.png

Anda akan melihat bahwa kotak daftar isian ancaman telah otomatis terisi di panel InaSAFE. Hal ini karena file data sudah disiapkan dengan metadata kata kunci (kata lain untuk pengaturan) yang memberitahu InaSAFE apakah itu layer ancaman atau layer keterpaparan. Ketika kita menambahkan data keterpaparan, kita akan belajar bagaimana kita bisa memberikan informasi ke InaSAFE.

4. Exposure

Keterpaparan dapat juga direpresentasikan dengan vektor atau raster.

Mari kita menambahkan data keterpaparan kedalam QGIS – sekali lagi kita akan menggunakan bangunan yang diambil dari OpenStreetMap.

  1. Klik tombol Tambah Lapisan Vektor.

../../../../_images/image284.png
  1. Tambahkan file Bangunan_Bandung.shp, yang berlokasi di folder qgis/Bandung/

../../../../_images/image285.png
  1. Perhatikan bahwa tidak seperti layer ancaman, data bangunan yang kita tambahkan tidak terlihat secara otomatis di dalam InaSAFE!

5. Adding keyword metadata

Untuk mengatur agar InaSAFE mengetahui layer kita merupakan data bencana atau paparan, kita harus menambahkan kata kunci di dalam layer tersebut menggunakan InaSAFE keyword tool. Mari kita lihat kata kunci yang telah kita buat pada layer bencana.

  1. Pilih layer gempa pada panel daftar layer, dan klik pada tombol InaSAFE Wizard.

../../../../_images/image286.png
  1. Pada jendela Wizard Keyword InaSAFE, kita dapat mengikuti instruksi-instruksi yang ada langkah demi langkah dan mengubah beberapa Kata Kunci pada isiannya.

../../../../_images/image287.png
  1. Klik OK.

  2. Pilih layer Bangunan_Bandung dan buka wizard.

../../../../_images/image288.png
  1. Perhatikan bahwa judul dan kategori sudah ditetapkan, tetapi untuk subkategori, belum ditetapkan.

  2. Ganti subkategori menjadi structure, dan klik OK.

  3. Perhatikan bahwa layer kita sekarang sudah muncul pada panel InaSAFE.

../../../../_images/image289.png

6. Impact Analysis

Sekarang data ancaman dan data keterpaparan sudah diatur pada panel InaSAFE, karena kata kunci sudah ditambahkan pada layer kita. Perhatikan bahwa jika kita menambahkan layer keterpaparan kedua pada proyek kita, kita akan bisa menentukan layer keterpaparan apa yang kita inginkan melalui menu pilihan InaSAFE. Hal ini diaplikasikan sama pada layer bencana.

Menu pilihan ketiga adalah fungsi dampak (“Might”). Ini termasuk pertanyaan kita dan menentukan fungsi yang akan InaSAFE jalankan melalui skenario ini. Pengembang InaSAFE telah menulis beberapa fungsi untuk menganalisis layer bencana dan keterpaparan. Fungsi yang telah dipilihkan untuk kita akan memproses layer bencana dan keterpaparan secara spasial untuk menentukan bagaimana layer paparan dapat menjadi terkena dampak bencana (“be affected”).

  1. Klik tombol Hitung di bagian bawah untuk menjalankan analisis dampak. Pada akhir proses, statistik akan muncul di bagian hasil dan layer baru akan ditambahkan ke panel Daftar Layer yang menjelaskan hasil dari analisis. Peta tersebut akan membedakan antara bangunan yang terdampak dan bangunan yang tidak terdampak.

../../../../_images/image2911.png

7. Improve the InaSAFE output map

Kita dapat meningkatkan peta terdampak kita dengan mengubah simbologi di QGIS. Style juga bisa kita atur, layer yang relefan dengan proyek kita juga bisa ditambahkan, dan layout bisa kita ubah dengan menggunakan Print Composer pada QGIS.

Mari kita tambahkan citra satelit Bing sebagai latar belakang untuk peta kita.

  1. Pergi ke Web ‣ OpenLayers plugin ‣ Bing Maps ‣ Bing Aerial.

  2. Geser layer di bawah layer dampak baru Anda. Jika bangunan-bangunan tidak terlihat secara jelas di atas citra satelit, klik kanan pada layer dan klik Update drawing order.

../../../../_images/image292.png

8. Using the print button

Data yang diperlihatkan pada layar dapat disimpan ke file PDF dengan mengklik Cetak di bagian bawah panel InaSAFE.

  1. Klik pada layer hail analisis InaSAFE dan kemudian klik Cetak.

  2. Sebuah jendela akan muncul dimana Anda dapat memilih cakupan wilayah yang akan dicetak. Pilih Analysis extent jika Anda ingin mencetak keseluruhan data yang dianalisis, atau pilih Current extent untuk mencetak berdasarkan hasil data yang tampak pada tampilan peta yang ada pada kanvas QGIS.

  3. Anda juga dapat memilih template pencetakan yang ada: inasafe-potrait-a4.

../../../../_images/image293.png
  1. Jika Anda ingin menambahkan informasi tambahan sebelum peta dicetak, klik Buka Composer.

  2. Untuk menyimpan ke dalam format PDF, klik Buka PDF.

  3. Tentukan lokasi penyimpanan PDF anda. Dan klik Save.

../../../../_images/image294.png ../../../../_images/image295.png ../../../../_images/image296.png

9. Save your results

Anda dapat menyimpan layer dampak yang InaSAFE buat dan Anda bisa menyimpan proyek QGIS untuk kembali dibuka nanti, tapi harap perhatikan bahwa statistik hasil InaSAFE tidak dapat disimpan (kecuali Anda menyimpan kedalam PDF). Untuk mendapatkan hasil statistik di QGIS, Anda harus menjalankan kembali analisisnya.

  1. Untuk menyimpan layer yang baru dibuat, klik kanan pada panel Daftar Layer. Klik Simpan sebagai...

  2. Pilih nama dan lokasi penyimpanan untuk file tersebut. Klik OK.

  3. Untuk menyimpan proyek, klik pada tombol Simpan Proyek di bagian atas QGIS.

../../../../_images/image297.png
  1. Berilah nama untuk proyek ini dan masukkan kedalam direktori yang Anda inginkan untuk menyimpan pekerjaan Anda. Kemudian klik Simpan.

../../../../_images/image298.png

Pergilah ke modul selanjutnya –>