../../../../_images/image713.png

Modul 2: Mempersiapkan data dan kata kunci untuk InaSAFE

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami input InaSAFE

  • Memperoleh data OSM dari server HOT export

  • Menambahkan data ke dalam InaSAFE

  • Menambahkan kata kunci

  • Mempersiapkan layer ancaman

  • Jalankan InaSAFE

Sekarang Anda telah belajar mengenai QGIS dan InaSAFE, mari belajar lebih jauh lagi. Dalam Modul ini, Anda akan mempelajari bagaimana mempersiapkan data sendiri sehingga data tersebut dapat diproses dalam InaSAFE. Sebagian besar dari apa yang kita bahas dalam modul ini Anda sudah melakukannya, meskipun begitu kita akan membahas beberapa hal secara lebih rinci. Kita akan menggunakan file latihan yang dibuat dalam Modul ini untuk digunakan dalam unit lainnya, jadi pastikan untuk menyimpannya di setiap proses!

1. InaSAFE inputs

Mari review beberapa tipe data yang digunakan oleh InaSAFE.

Ancaman adalah suatu kondisi, gejala atau aktivitas manusia yang berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerugian materil, serta kerusakan tatanan sosial dan lingkungan. Kejadian atau aktivitas yang dianggap sebagai ancaman misalnya gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan puting beliung.

Ketika kita bekerja dengan InaSAFE, data ancaman menunjukkan data vektor atau raster yang menggambarkan tingkat dan besarnya suatu peristiwa yang berpotensi menyebabkan kerusakan. Untuk digunakan dalam kalkulasi dampak dalam InaSAFE, tingkat dan besarnya dari skenario kejadian harus dipetakan disekitar area yang penting. Ini berarti data ancaman harus bersifat geografis – yaitu harus memiliki lokasi. Kita telah melihat data ancaman untuk banjir jakarta tahun 2007 dan gempa bumi Lembang. Ada beberapa layer ancaman yang dihasilkan dari pemodelan ilmiah yang dilakukan oleh berbagai organisasi dan instansi pemerintah. Ini adalah sumber data untuk data ancaman, meskipun dalam kasus ancaman banjir data ancaman juga dapat diperoleh dari masyarakat yang terkena dampak.

Pada umumnya, data ancaman bencana memiliki karakteristik, yaitu :

  • berada di lokasi tertentu

  • memiliki intensitas ukuran (misalnya kedalaman untuk banjir atau MMI untuk gempa bumi)

  • memiliki ukuran durasi dari dampak (misalnya jam atau hari setelah kejadian banjir)

  • memiliki kerangka waktu tertentu (misalnya dalam kasus kenaikan muka air laut atau banjir rob)

Dalam Modul ini, data ancaman bencana yang akan kita gunakan untuk latihan adalah data banjir lahar di Desa Sirahan, Magelang di Jawa Tengah. Data ini diperoleh dari hasil pemetaan partisipatif oleh anggota komunitas bagian dari proyek REKOMPAK. Anda dapat menemukan data ini pada folder latihan Anda dengan nama qgis/Sirahan/.

Data Keterpaparan menggambarkan orang, bangunan, ataupun aktivitas ekonomi yang terkena dampak jika skenario bencana terjadi. Dalam modul ini kami akan menggunakan data keterpaparan bangunan yang dibuat dalam OpenStreetMap.

Fungsi dampak InaSAFE menghasilkan layer yang mewakili kerusakan atau kerugian pada layer keterpaparan yang berpotensi terkena dampak. Output Layer akan dibuat setelah proses perhitungan dampak selesai diproses. InaSAFE memiliki fungsi dampak, yang tersedia pada menu Dokumen Fungsi Dampak’ (lihat gambar dibawah). Perhitungan dampak hanya akan mungkin dilakukan ketika pengguna memberikan dataset ancaman bencana dan keterpaparan, bila perlu, pengguna menentukan parameter yang diperlukan melalui editor kata kunci dengan benar.

../../../../_images/image2712.png

Agregasi digunakan untuk mengklasifikasi hasil perhitungan dampak sesuai dengan tingkat/batas administratif tertentu.

Kata Kunci menjelaskan kategori dataset, apakah data tersebut merupakan data ancaman bencana ataukah data keterpaparan. Kata kunci juga digunakan untuk menentukan parameter tertentu yang harus dipertimbangkan, seperti akan kita lihat. Setelah Anda mengkalkulasi dampak dari skenario dengan InaSAFE, apa selanjutnya? Kalkulasi dampak dapat digunakan untuk mempersiapkan rencana kontijensi. Itu sebabnya pertanyaan dan komentar yang relevan ditampilkan di bagian “Hasil”, yang kemudian dapat dipertimbangkan oleh manajer risiko bencana atau manajer perencanaan.

2. Getting OSM data from HOT Exports

Dalam skenario sebelumnya, kita gunakan contoh data yang tersedia dalam data latihan, tetapi untuk mengatur skenario desa Sirahan, mari kita mengakses data OpenStreetMap sendiri untuk digunakan sebagai layer keterpaparan. Kita akan menggunakan data bangunan OSM untuk menghitung berapa banyak bangunan (dan yang akan) tergenang atau terkena banjir ketika terjadi banjir yang sama dengan model ancaman bencana kita.

Kita berkerja dengan data OSM yang sudah siap digunakan. Sekarang kita akan menggunakan situs yang cepat dan mudah untuk mengakses data OSM.

  1. Buka browser internet Anda dan arahkan ke http://export.hotosm.org.

../../../../_images/image2812.png
  1. Jika Anda adalah pengguna baru, buatlah sebuah akun. Jika Anda telah memiliki akun dengan HOT, Anda bisa langsung masuk kedalam situs HOT Export.

Situs HOT Export memungkinkan Anda untuk memilih suatu daerah dan membuat ekstrak data dari daerah itu. Kemudian Anda dapat mendownload data dalam berbagai format yang mudah dibaca oleh QGIS.

  1. Pada sudut kanan atas, klik Job Baru.

  2. Berikan nama job pada “Nama”, misalnya Desa Sirahan.

  3. Perbesar pada peta sampai Anda dapat melihat desa Sirahan, yang berada di sebelah barat laut dari Yogyakarta.

  4. Klik Pilih Area dan kemudian gambar kotak disekitar desa Sirahan.

../../../../_images/image2912.png

Halaman ini akan terlihat seperti dibawah ini:

../../../../_images/image303.png
  1. Klik tombol Create Job yang berada di bawah gambar peta.

Anda akan ditanyakan mengenai file presets. Ini seperti preset yang Anda tambahkan ke JOSM didalam unit sebelumnya, kecuali disini, mereka menetapkan atribut yang disediakan oleh server HOT export.

  1. Pilih preset file-INASAFE.

../../../../_images/image313.png
  1. Klik tombol Simpan dan tunggu beberapa menit!

Ini akan membutuhkan waktu beberapa menit untuk memproses data ekstrak pekerjaan Anda. Ketika proses selesai, halaman akan berganti dan Anda akan melihat daftar dari file yang dapat didownload seperti ini:

../../../../_images/image323.png
  1. Klik pada ESRI Shapefile untuk mendownload shapefile, dan ketika Anda sudah mendownloadnya, ekstrak (unzip) file tersebut kedalam komputer Anda. Secara standar, hasil ekstrak tersebut akan membuat folder dengan nama extract.shp.

3. Loading data

  1. Kita akan menggunakan data OSM sebagai data keterpaparan. Buka proyek QGIS baru dan tambahkan semua shapefile yang Anda download sebagai layer vektor. Anda akan mendapatkan empat layer:

../../../../_images/image333.png

Untuk alasan yang akan dijelaskan nanti, kita harus mengganti proyeksi peta dari proyeksi dasar OSM (WGS 84) ke WGS 84/UTM 49S. Dalam kata lain, Kita membutuhkan CRS yang digunakan dalam meter, bukan derajat.

  1. Klik kanan pada layer planet_osm_polygon dan klik Simpan sebagai.

  2. Klik Navigasi dan arahkan ke tempat dimana Anda menyimpan shapefile baru. Berikan nama Bangunan_Sirahan dan klik Save.

  3. Di samping CRS, klik Ikon CRS.

../../../../_images/image33a.png
  1. Pada kotak saring, ketik tipe UTM zone 49S, seperti ditunjukkan dibawah ini:

../../../../_images/image343.png
  1. Pilih CRS WGS 84 / UTM zone 49S dan klik OK.

Klik Simpan lapisan vector sebagai... kotak dialog akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image353.png

Ini adalah layer yang akan kita gunakan sebagai data keterpaparan. Anda dapat menghapus layer OSM yang lain, atau jika Anda menginginkan mereka tetap terlihat, pilih Pengaturan ‣ Opsi ‣ CRS dan aktifkan proyeksi ‘on the fly’ sebagai standar.

4. Adding keywords

Karena kita akan menggunakan layer bangunan sebagai data keterpaparan, kita harus mengatur kata kunci sehingga InaSAFE mengetahui apa isi dari layer. Jika Anda mengingat kembali dari unit 2, ini dilakukan dengan wizard kata kunci.

  1. Pilih layer Bangunan_Sirahan pada daftar layer dan klik Wizard pada toolbar InaSAFE.

../../../../_images/image363.png
  1. Anda akan melihat kotak dialog dan pilih keterpaparan dan setelah itu ada dapat mengikuti langkah-langkah yang ada di kotak dialog tersebut.

../../../../_images/image373.png
  1. Pilih unit informasi yang ingin anda hitung di InaSAFE. Untuk data bangunan anda dapat memilih jenis bangunan untuk melihat hasil dari fungsi dampak. Anda harus memastikan bahwa data keterpaparan yang akan anda hiturng memiliki tipe atribute jenis bangunan. Atau jika data anda tidak memiliki atribut jenis bangunan anda dapat memilih bangunan umum

  2. Anda juga butuh untuk memilih atribut yang memiliki jenis bangunan. Dalam data yang kita gunakan dalam contoh ini silahkan pilih amenity dan pada langkah terakhir anda dapat memberikan nama terhadap data keterpaparan anda dan klik Selesai

../../../../_images/image383.png

5. Preparing a hazard layer

Data ancaman yang telah kita miliki sebelumnya berasal dari pemerintah dan institusi ilmiah. Saat ini, kita akan menggunakan data yang berasal dari komunitas pemetaan, dari anggota komunitas reguler daerah. Data dibuat sebagai peta cetak dan kemudian diubah dalam format digital. Data telah dipersiapkan, sehingga kita dapat menambahkan dengan mudah ke layer ancaman.

  1. Klik Tambahkan Layer Vektor dan tambahkan area_terdampak_Sirahan.shp pada folder qgis/Sirahan/.

../../../../_images/image413.png

Anda dapat melihat bahwa layer ini sudah diketahui InaSAFE, jadi mungkin data ini telah memiliki kata kunci yang sudah ditetapkan. Pilih layer dan buka editor kata kunci.

  1. Sebelum mendefinisikan kata kunci dari data ini dan karena dari cara InaSAFE menghitung fungsi dampak, kita butuh untuk memastikan layer data keterpaparan kita memiliki kolom pada attribut tabel yang diinginkan oleh InaSAFE , dengan nama “AFFECTED”. Kita harus memastikan hal tersebut.

  2. Buka tabel atribut untuk layer area_terdampak_Sirahan.

../../../../_images/image433.png

Kita perlu menambahkan beberapa data pada layer sehingga QGIS dapat bekerja sesuai fungsi banjir. Ketika QGIS bekerja pada fungsi banjir, itu memeriksa setiap fitur pada layer ancaman untuk memastikan fakta bahwa area tersebut terkena banjir. Oleh karena itu, setiap fitur harus memiliki atribut yang dinamakan “AFFECTED”. Pertama, mari tambahkan kolom baru pada layer.

  1. Pada tabel atribut, klik ikon Toggle untuk mengedit.

../../../../_images/image443.png
  1. Klik tombol Kolom Baru .

../../../../_images/image453.png
  1. Ketik affected sebagai nama kolom dan pilih Teks(string) untuk Tipe. Berikan 10 untuk jumlah karakter.

../../../../_images/image463.png
  1. Klik OK.

  2. Sekarang pilih setiap nilai pada kolom “affected” dan ketikkan “1”, termasuk gantilah nilai NULL.

../../../../_images/image473.png
  1. Klik Simpan edit dan kemudian klik Toggle modul mengedit untuk mengakhiri proses edit.

../../../../_images/image482.png
  1. Pilih layer ancaman dan klik Wizard Pembuat Keyword InaSAFE dan pilih Ancaman dan ikuti langkah-langkah yang tampil di kotak dialog

../../../../_images/image423.png
  1. Dalam data ancaman ini kita pilih banjir sebagai jenis ancaman yang akan kita gunakan karena kita mengasumsikan bahwa ini merupakan ancaman banjir lava.

  2. Pilih basah/kering sebagai sub kategori banjir dan setelah itu pilih guilabel:affected pada atribut untuk merepresentasikan basah/kering pada banjir.

  3. Langkah terakhir adalah anda dapat memberikan nama atau judul pada data ancaman anda dan kemudian klik Selesai

6. Running InaSAFE

Semuanya sudah disiapkan sekarang - semua layer sudah dimaut, kata kunci sudah ditentukan dan kita sudah memastikan data kita sudah sesuai dengan yang InaSAFE inginkan. Pastikan form pertanyaan anda di InaSAFE sudah terlihat seperti berikut

../../../../_images/image49a.png

dan klik Hitung!

../../../../_images/image493.png

Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:

../../../../_images/image503.png

Simpan proyek Anda! Kita akan menggunakan proyek ini pada Modul selanjutnya...

Kita telah menjalankan beberapa skenario, tetapi apa selanjutnya? Pada Modul selanjutnya kita akan menggunakan keterampilan QGIS untuk menemukan rute evakuasi terbaik untuk masyarakat yang digunakan pada kasus bencana banjir, serta memeriksa tempat-tempat yang sesuai untuk tempat pengungsian.

Modul selanjutnya –>