../../../../_images/image713.png

Modul 3: Memilih Tempat Pengungsian Sementara atau Evakuasi

Tujuan Pembelajaran

  • Menyusun kriteria untuk menentukan lokasi tempat pengungsian

  • Menggunakan alat-alat geoprocessing

  • Menggunakan berbagai kueri spasial: contains, within, equal, intersect, dan is disjoint

  • Menggabungkan tool geoprocessing dan kueri spasial untuk memilih bangunan (bangunan-bangunan) sebagai tempat pengungsian sementara

Salah satu bagian penting dalam proses mitigasi bencana adalah menentukan lokasi yang berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian sementara. Untuk melakukan hal ini kita perlu menentukan kriteria untuk menemukan suatu lokasi yang sesuai. Pada Unit 2 kita tentunya melakukan hal ini. Kita menganalisis berbagai layer dan melakukan analisis SIG untuk menentukan beberapa daerah yang sesuai untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian di dekat Merapi.

Pada modul ini, kita akan melihat lebih dekat tools yang akan kita gunakan untuk melakukan analisis SIG, tetapi prosesnya akan tetap sama. Sebagaimana alur proses SIG umumnya, kita akan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan masalah

  2. Memperoleh data

  3. Menganalisis masalah

  4. Menggambarkan hasil

1. Geoprocessing tools

Ketika kita melakukan analisis pertama, kita telah memanfaatkan beberapa fungsi spasial untuk menjawab pertanyaan seperti “lokasi mana yang kondisinya cocok pada layer A dan kondisinya berbeda pada layer B?” Sebelum kita memulai analisis SIG kita, mari kita memeriksa terlebih dahulu beberapa fungsi spasial yang tersedia untuk kita.

Buffer

Fungsi buffer digunakan untuk membuat sebuah fitur baru berdasarkan jarak atau jangkauan yang diberikan. Kita melihat di Unit 2, ketika kita membuat buffer di sekitar jalan dan fasilitas kesehatan. Sebagai contohnya, kita telah membuat sebuah buffer 3 km di sekitar fasilitas kesehatan dan membuat sebuah layer baru – layer tersebut mendefinisikan area sesuai dengan salah satu kriteria kita – yang mengharuskan lokasi tempat pengungsian sementara berada di dekat fasilitas kesehatan.

../../../../_images/image513.png

Intersect

Fungsi intersect digunakan untuk mengkombinasikan dua layer yang saling overlay, dengan hasilnya hanya fitur yang bersinggungan dari kedua layer akan dihasilkan pada layer outputnya. Atribut dari kedua fitur layer tersebut akan dikombinasikan pada layer baru.

../../../../_images/image523.png

Clip

Clip digunakan untuk memotong suatu fitur input dengan suatu fitur yang lain (clip feature). Data atribut dari fitur input akan ditinggalkan, hanya bentuk dari fitur input yang akan mengikuti bentuk dari clip feature.

../../../../_images/image533.png

Union

Union digunakan untuk membuat sebuah fitur baru dengan menggabungkan dua fitur. Fitur yang dihasilkan akan mengandung fitur dan data atribut dari kedua fitur sumber.

../../../../_images/image543.png

Dissolve

Dissolve digunakan untuk mengkombinasikan fitur di dalam layer yang memiliki nilai yang sama pada salah satu field/kolom mereka.

../../../../_images/image553.png

2. Spatial queries

Spatial Query digunakan untuk mencari hubungan antara dua fitur. Hasilnya dapat berupa TRUE atau FALSE, tidak seperti fungsi geoprocessing di atas, dimana hasilnya adalah sebuah fitur geometri yang baru. Untuk melakukan sebuah spatial query kurang lebih seperti menanyakan pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak. Berbagai macam spatial query dijelaskan di bawah ini:

Within

Within digunakan untuk menanyakan: ‘apakah fitur A berada secara penuh di dalam fitur B?’ Pada gambar di bawah ini, anggaplah lingkaran berwarna gelap adalah fitur A dan lingkaran berwarna terang adalah fitur B. Kita akan menggunakan fungsi Within untuk menanyakan, “Apakah fitur A berada secara penuh di dalam fitur B?” hasilnya adalah TRUE. Sebaliknya, jika kita bertanya, “apakah fitur B berada secara penuh di dalam fitur A?” jawabannya tentu saja FALSE.

../../../../_images/image563.png

Contains

Contains merupakan kebalikan dari Within. Fungsi ini memperbolehkan kita untuk bertanya “Apakah fitur A berisi fitur B?”

Equal

Equal menghasilkan TRUE apabila kedua fitur memiliki posisi dan besaran yang sama. Pada contoh di atas, hasilnya tentu akan FALSE, karena fitur A dan fitur B tidak memiliki besaran yang sama dan posisi yang sama.

Intersect

Seperti tool intersect geoprocessing yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, spatial query ini mengevaluasi apakah kedua fitur saling bersinggungan. Jika mereka bersinggungan, maka query ini akan menghasilkan TRUE.

../../../../_images/image572.png

Is Disjoint

Fungsi ini merupakan kebalikan dari intersect, artinya, semua hasil akan bernilai TRUE apabila kedua fitur tidak menyentuh satu sama lain. Kita mungkin akan menggunakan query ini jika kita akan mencari bangunan yang berlokasi diluar area terdampak bencana. Karena fungsi ini merupakan lawan dari intersect, hasilnya akan bernilai FALSE jika kita menjalankannya dengan contoh di atas.

Penggunaan fungsi-fungsi ini sangat penting untuk mendukung analisis dalam pengembangan skenario, khususnya untuk mendapatkan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

  • Dimana sekolah-sekolah yang aman dari sebuah gempa bumi?

  • Bangunan-bangunan mana saja yang dapat digunakan sebagai tempat pengungsian sementara?

  • Berapa kilometer jalan nasional yang akan rusak jika terjadi tsunami?

3. IDP camp criteria and data

Sekarang mari kita kembali ke proyek Desa Sirahan. Sampai akhir modul ini, sekali lagi kita akan mengaplikasikan pengetahuan kita tentang tool geoprocessing dan kueri spasial untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian ketika terjadi bencana banjir yang serupa dengan model banjir kita. Pertama, mari membuat daftar kriteria yang akan kita gunakan untuk menentukan lokasi terbaik. Cobalah untuk membuat kriteria Anda sendiri, dan coba bandingkan dengan kriteria kami di bawah ini:

  • Bangunan/rumah yang akan dijadikan sebagai lokasi evakuasi haruslah berada di luar area terdampak (dalam contoh ini haruslah di luar area banjir)

  • Lokasi harus memiliki akses langsung ke jalan primer (jalan kabupaten) atau jalan sekunder (jalan desa) dengan jarak atau jangkauan maksimum 20 meter.

  • Bangunan harus memiliki luas setidaknya 225 meter persegi.

Kita telah menentukan masalah kita, maka langkah selanjutnya dalam proses SIG adalah mempersiapkan data yang dibutuhkan. Kita seharusnya telah memiliki semua data yang kita butuhkan dari modul sebelumnya, tetapi mari kita mendaftar ulang data apa saja yang harus kita miliki untuk bekerja dengan kriteria-kriteria tersebut.

  • Bangunan/rumah

  • Area terdampak banjir

  • Jaringan jalan dengan atribut kelas jalan

Beruntungnya, data ini telah kita siapkan sebelumnya. Data yang akan Anda gunakan kemungkinan akan berbeda jika Anda memiliki kriteria yang berbeda pula, atau Anda memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda.

  1. Buatlah sebuah proyek baru atau edit proyek Anda sebelumnya sehingga proyek tersebut memiliki layer-layer berikut ini: (layer yang baru berada pada direktori qgis/Sirahan/)

../../../../_images/image582.png

Peta Anda akan tampak seperti ini:

../../../../_images/image593.png
  1. Simpan proyek Anda sebagai analisis_vektor.qgs dan buatlah sebuah folder baru dengan nama analisis_vektor. Sebagaimana kita akan menjalankan berbagai macam tool geoprocessing dan menghasilkan output layer yang baru, kita akan menyimpan file baru tersebut pada direktori ini.

4. Criteria #1: building must be outside affected area

Mari mulai bekerja pada kriteria pertama, bahwa bangunan yang akan kita pilih sebagai tempat pengungsian harus berada di luar area terdampak. Dapatkah Anda menebak tipe kueri spasial yang akan kita lakukan? Baca kembali daftar operasi yang telah dibahas pada modul sebelumnya dan tebak operasi mana yang sesuai. Jika Anda menebak Is Disjoint, Anda benar! Is Disjoint memungkinkan kita untuk mencari fitur pada satu layer yang TIDAK bersentuhan dengan fitur pada layer lainnya.

  1. Klik menu Vektor ‣ Kueri Spasial ‣ Kueri Spasial.

  2. Pilih Bangunan_Sirahan sebagai layer input pada Pilih sumber fitur dari.

  3. Gunakan operasi Is Disjoint/Merupakan Pemisahan dan pilih area_terdampak_Sirahan sebagai fitur referensi.

../../../../_images/image603.png
  1. Klik Apply.

  2. Akan muncul jendela baru seperti di bawah ini. Klik Close.

../../../../_images/image613.png
  1. Bangunan yang berada diluar area terdampak banjir akan terpilih:

../../../../_images/image623.png
  1. Simpan bangunan yang terpilih sebagai sebuah layer baru dengan nama Bangunan_Sirahan_terpilih.shp dan tambahkan ke dalam peta.

  2. Hilangkan layer bangunan yang lama.

5. Criteria #2: location must have direct access to a primary/secondary road within 20 metres

Sekarang, kita perlu mempertimbangkan kriteria ke dua, yaitu bahwa bangunan yang terpilih sebagai tempat pengungsian harus dekat dengan jalan utama. Kita menggunakan hal yang sama seperti contoh pada Unit 2. Apakah Anda masih ingat bagaimana kita melakukan hal ini? Pertama, kita harus menggunakan Pembangunan Kueri agar kita hanya akan menggunakan fitur jalan primer dan sekunder. Selanjutnya kita akan menggunakan salah satu dari tool Geoprocessing - Buffer!

  1. Klik kanan pada layer Jalan_Sirahan dan klik Saring....

  2. Buat query seperti ini:

"tipe_jln" = 'Jalan Desa' OR "tipe_jln" = 'Jalan Kabupaten'
  1. Klik Coba. Ini akan menjalankan proses query dan memberi tahu berapa fitur yang sesuai dengan kriteria query kita.

../../../../_images/image633.png

Sekarang, Anda seharusnya dapat melihat bahwa peta kita menunjukan fitur jalan yang jumlahnya lebih sedikit, hal ini karena kita telah menyaring jalan yang bukan merupakan jalan primer atau sekunder. Sekarang kita telah memiliki jalan yang kita butuhkan, dan selanjutnya kita akan membuat sebuah buffer di sekitar jalan tersebut.

../../../../_images/image643.png
  1. Pilih layer Jalan_Sirahan dan klik menu Vektor ‣ Peralatan Geoprosesing ‣ Buffer(s)`:

../../../../_images/image652.png
  1. Atur seperti berikut ini:

../../../../_images/image662.png
  1. Simpan layer sebagai Jalan_Sirahan_buffer_20m.shp. Klik OK dan QGIS akan memulai proses buffer, yang kemudian akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image672.png

Sekarang kita telah memiliki sebuah layer yang menunjukan area mana saja yang berada dalam jarak 20 meter dari jalan primer dan sekunder. Hal terakhir yang dilakukan untuk mengaplikasikan kriteria ini adalah menentukan bangunan-bangunan mana saja yang berlokasi di dalam area jangkauan tersebut. Oleh karena itu, kita perlu melakukan kueri spasial yang lain, kali ini kita akan menggunakan operasi Within/Dalam.

  1. Klik menu Vektor ‣ Kueri Spasial ‣ Kueri Spasial.

  2. Isilah field sehingga terlihat seperti ini:

../../../../_images/image681.png
  1. Klik Apply.

  2. Bangunan-bangunan yang berada dalam jangkauan 20 meter dari jalan akan terpilih. Klik kanan pada layer Bangunan_Sirahan_Terpilih kemudian klik guilabel:Simpan sebagai…. Simpan bangunan terpilih tersebut dengan nama Bangunan_Sirahan_buffer_20m.

6. Criteria #3: building must have an area of at least 225 square metres

Kriteria terakhir kita adalah bahwa bangunan yang kita pilih harus memiliki luas setidaknya 225 meter persegi. Dengan luasan tersebut, bangunan tersebut dapat difungsikan sebagai tempat pengungsian untuk warga Desa Sirahan yang rumahnya terdampak oleh banjir.

  1. Klik kanan pada layer Bangunan_Sirahan_buffer_20m dan pilih Saring.... Masukan kueri berikut:

"way_area" >= 225
  1. Klik Coba. Kueri tersebut hanya akan memberikan hasil berupa fitur-fitur yang sesuai dengan kriteria kita.

../../../../_images/image692.png
  1. Lihat lebih dekat pada sisa bangunan yang ada. Anda dapat memeriksa fitur dari setiap bangunan dengan menggunakan tool Identifikasi Fitur.

../../../../_images/image702.png

Pada bagian paling selatan Sirahan Anda seharusnya dapat menemukan sebuah bangunan yang dapat diidentifikasi sebagai sebuah rumah sakit. Bangunan ini, secara faktanya, merupakan sebuah rumah sakit umum, dan sebuah tempat pengungsian sementara yang sebenarnya. Bandingkan dengan hasil Anda. Ini harusnya menjadi salah satu bangunan dari analisis Anda yang terlihat cocok untuk tempat pengungsian, dan ketika Anda mempertimbangkannya bahwa bangunan ini juga merupakan sebuah rumah sakit, maka bangunan ini merupakan lokasi tempat pengungsian yang baik.

../../../../_images/image714.png

Ringkasan

Pada modul ini kita telah mengulas berbagai macam Tool Geoprosesing dan kueri spasial, dan kita telah menggunakan beberapa tool tersebut untuk menganalisis masalah kita – dimana kita harus menentukan lokasi yang sesuai untuk tempat pengungsian.

Ini menjadi salah satu komponen kunci dalam perencanaan kontinjensi, dan sungguh beruntung bahwa hal ini tidak terlalu sulit jika dilakukan dengan memanfaatkan SIG.

Modul selanjutnya –>