../../../../_images/image713.png

Modul5: Menghitung Kerusakan dan Kerugian

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami definisi kerusakan, kerugian, dan perhitungannya berdasakan data keterpaparan komunitas

  • Memahami penilaian kerusakan dan kerugian berdasarkan ketentuan BNPB dan BPBD

  • Membuat sebuah peta penilaian kerusakan dan kerugian

  • Menghitung area kerusakan

  • Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerusakan untuk setiap objek

  • Memanipulasi data atribut dari fitur yang terkena dampak untuk memperoleh nilai kerugian untuk setiap objek

  • Mengelompokkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  • Menggabungkan data atribut untuk wilayah administrasi masing-masing (dusun, desa, kecamatan)

  • Menyajikan penilaian kerusakan dan kerugian menggunakan diagram

Damage and Loss Assessment (DaLA) biasanya dibuat setelah terjadinya bencana. Metodologi standar DaLA dikembangkan oleh Komisi Ekonomi UN untuk Amerika Latin dan Karibia (UN-ECLAC) pada tahun 1972, dan telah berkembang melalui berbagai macam organisasi internasional. Secara sederhana, DaLA merupakan metodologi untuk mengukur dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana, berdasarkan perhitungan ekonomi suatu negara dan kebutuhan penghidupan individu untuk menentukan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi.

Perhitungan Damage and Loss Assessment meliputi sebagai berikut :

  • Kerusakan dihitung sebagai pengganti nilai aset fisik yang rusak total atau sebagian;

  • Kerugian secara ekonomi yang timbul akibat adanya aset yang rusak sementara;

  • Dampak yang dihasilkan pada pasca bencana kinerja makro-ekonomi, dengan referensi khusus untuk pertumbuhan ekonomi/GDP, neraca pembayaran dan situasi fiskal pemerintah.

Dalam modul ini kita akan mempelajari bagaimana untuk menghitung beberapa data dasar yang digunakan dalam DaLA, dan menggunakan berbagai fungsi di QGIS untuk membuat peta tematik yang menunjukkan kerusakan dan kerugian.

1. BPBD damage assessment guide

BPBD telah membuat panduan untuk perhitungan dampak dan kerugian di Indonesia, yang dimana menentukan derajat tingkat kerusakan dan dampak ekonomi dari tiap elemen individu. Bagian dari perhitungan ini dapat dilihat di tabel berikut :

../../../../_images/image833.png

Perlu diperhatikan bahwa pada bagian ini terdapat beberapa elemen kerja. Pertama, dampak untuk tiap jenis infrastruktur memiliki “nilai” yang berbeda. Untuk memberikan kerugian ke dalam nilai materi, kerugian akibat jembatan memiliki nilai kerusakan seperti kerugian dari rumah pribadi atau bangunan umum. Kemudian tergantung juga apakah objek terkena dampak berat, sedang, atau ringan yang akan dikalikan dengan bobot dari masing-masing kerugian.

Dengan menambahkan semua dampak yang terjadi akibat bencana maka akan lebih mudah untuk menghitung jumlah kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Dalam modul ini akan diingatkan juga untuk menghitung nilai kerugian pada proyek Sirahan dan melihat bagaimana menampilkannya dalam grafis menggunakan peta, berdasarkan dampak yang diterima di setiap dusun.

2. Damage and losses assessment map

Kita akan membuat Peta Kerusakan dan Kerugian menggunakan data dari Desa Sirahan yang telah kita gunakan selama ini.

  1. Buka QGIS dan pastikan Anda telah memuat semua layer berikut ini dalam proyek Anda :

  • area_terdampak_Sirahan
  • Jalan_Sirahan
  • Sungai_Sirahan
  • Batas_Desa_Sirahan
  • Bangunan_Sirahan
../../../../_images/image842.png

Kita akan mengasumsikan bahwa semua bangunan pada layer area_terdampak_Sirahan (zona ancaman) mengalami kerusakan yang berat akibat bencana. Mari kita membuat kueri spasial untuk menyaring bangunan-bangunan tersebut.

  1. Klik pada menu Vektor ‣ Kueri Spasial ‣ Kueri Spasial dan isi seperti kotak di bawah ini :

../../../../_images/image853.png

Kita sekarang telah memiliki banyak bangunan yang telah terpilih yang kita asumsikan mengalami kerusakan berat akibat bencana. Berdasarkan panduan BNPB, kita dapat memperkirakan kerugian akibat bencana dengan dampak berat sekitar 1,8 juta rupaih/meter persegi dan bobotnya 70%. Rumus dalam menghitung kerugian adalah sebagai berikut :

Total luas seluruh bangunan x Nilai Rugi per m² x Faktor multiplier

Sehingga kita akan menghitung:

Total Building Area x 1.8 juta rupiah x 70%

Dengan tujuan ingin mendapatkan perhitungan dari jumlah nilai kerusakan yang terjadi.

Kita akan menggunakan tool intersect geoproses untuk menggabungkan atribut dari layer desa dengan bangunan yang terpilih.

  1. Pilih Vektor ‣ Peralatan Geoprosesing ‣ Intersect dan isi seperti kotak di bawah ini:

../../../../_images/image863.png
  1. Simpan hasilnya sebagai Bangunan_Terdampak.

  2. Sembunyikan bangunan yang lain sehingga tampilan peta Anda akan seperti ini :

../../../../_images/image873.png
  1. Jalankan perintah intersect lagi, dengan layer Bangunan_Terdampak dan layer Batas_Desa_Sirahan, sehingga atribut tabel akan termasuk kedalam atribut DUSUN. Beri nama layer baru dengan bangunan_terdampak_perdusun.shp.

../../../../_images/image883.png

3. Calculating damage area

  1. Dalam tabel atribut bangunan_terdampak_perdusun, klik tombol Toggle modul mengedit.

../../../../_images/image893.png
  1. Klik tombol Kolom Baru .

../../../../_images/image902.png
  1. Buat kolom baru dengan nama Damage dengan jenis nomor desimal atau bilangan desimal:

../../../../_images/image915.png
  1. Untuk menghitung luas kerusakan dari bangunan terdampak kita akan menggunakan kalkulator field untuk menentukan berapa meter persegi dari setiap bangunan. Klik pada Kalkulator Field.

../../../../_images/image923.png
  1. Beri tanda centang pada kotak di sebelah tulisan Perbarui field yang sudah ada dan pilih Damage_Area pada kotak di bawahnya.

  2. Temukan $area di bawah Geometri dalam daftar fungsi dan klik dua kali yang akan muncul pada kotak eksperesi di bawah. Tampilannya akan seperti ini :

../../../../_images/image933.png
  1. Klik OK. Anda akan melihat kolom yang diisi dengan luas wilayah dalam meter persegi untuk tiap bangunan.

../../../../_images/image943.png
  1. Klik tombol Toggle Editing dan pastikan Anda menyimpan editan Anda.

4. Calculating damages using the Group Stats plugin

Kita akan menggunakan plugin QGIS yang disebut Group Stats untuk menghitung kerusakan dari setiap dusun di Sirahan. Anda harus tersambung dengan internet untuk menginstall plugin ini.

  1. Klik menu Plugins ‣ Kelola dan Install Plugin.

  2. Klik pada tab Semua. Ketikkan plugin group stats. Ketika Anda menemukan plugin, pilih itu dan klik Install Plugin.

../../../../_images/image953.png
  1. Saat sudah berhasil terinstall, Anda akan temukan Group Stats pada Vektor ‣ Group Stats ‣ GroupStats atau Klik pada Toolbar GroupStats.

../../../../_images/image963.png

Jendela Group Stats akan tampil.

  1. Untuk menghitung kerusakan bangunan per dusun, pilih bangunan_terdampak_perdusun pada kotak daftar pilihan yang terdapat di Layers.

  2. Temukan Nama_Dusun dalam daftar field, kemudian geser ke dalam kolom Rows

  3. Cari Damage dan sum pada daftar field, geser ke dalam Value.

  4. Klik Calculate. Hasil Anda akan seperti ini:

../../../../_images/image973.png
  1. Klik Data ‣ Save all to CSV file dan simpan dengan nama BNG_Damages.

5. Calculating losses

Sekarang kita akan menghitung luas kerusakan dan kita akan membuat tabel dengan data kerusakan dari setiap dusun di Desa Sirahan. Kita akan menerapkan rumus untuk menghitung kerugian.

  1. Kembali ke tabel atribut bangunan_terdampak_perdusun dan tambahkan kolom baru dengan nama Losses.

../../../../_images/image983.png
  1. Buka Kalkulator Field.

  2. Beri tanda centang pada kotak Perbarui field yang sudah ada dan pilih Losses pada kotak di bawahnya.

  3. Di bawah kotak ekspresi, masukkan rumus sebagai berikut:

“Damage” * 1800000 * 0.7
../../../../_images/image993.png

Kolom baru Anda sekarang sudah terisi dengan infomasi yang dihitung dari rumus ini, dimana nilai kerugian dalam rupiah untuk setiap bangunan.

  1. Simpan layer dan akhiri bagian mengedit.

6. Calculating losses using the Group Stats plugin

Sekarang kita akan menghitung kerugian per dusun menggunakan Group Stats.

  1. Buka jendela Group Stats.

  2. Pilih bangunan_terdampak_perdusun pada kotak daftar pilihan di bawah Layers. .

  3. Pilih Clear untuk memulai analisis yang baru.

  4. Temukan Nama_Dusun dalam daftar field, kemudian geser ke dalam kolom Rows

  5. Cari Losses dan sum pada daftar field, kemudian geser ke Value.

  6. Klik Calculate. Tabel baru akan menunjukkan kerugian di setiap dusun.

../../../../_images/image1003.png
  1. Klik Data ‣ Save all to CSV files dan simpan dengan nama BNG_Losses.

7. Joining data

Sekarang kita akan menggabungkan tabel yang telah kita buat ke atribut tabel Batas_Desa_Sirahan dan menggunakannya untuk menambahkan kolom baru ke dalam file.

  1. Tambahkan file BNG_Damages dan BNG_Losses kedalam QGIS, menggunakan Tambahkan Layer Vektor. Pastikan Anda klik pada tipe file sebagai CSV, agar file CSV terlihat.

../../../../_images/image1015.png
  1. File baru akan tampil dalam daftar layer Anda tetapi tidak dalam peta Anda, karena file tersebut bukan data geografi, tetapi hanya data tabel.

../../../../_images/image1023.png
  1. Sekarang kita akan menggunakan sebuah operasi untuk menggabungkan layer Batas_Desa_Sirahan dengan BNG_Damage. Klik kanan pada layer Batas_Desa_Sirahan dan buka jendela Properti.

  2. Pergi ke tab Gabung:

../../../../_images/image1033.png
  1. Klik tanda tambah dan isi kotak-kotak berikut :

  • Layer yang digabung : BNG_Damages

  • Field digabung: Nama_Dusun

  • Field target: Nama_Dusun

../../../../_images/image1043.png
  1. Klik OK.

  2. Klik tanda tambah lagi da isi field berikut:

  • Lapisan digabung : BNG_Losses

  • Field digabung: Nama_Dusun

  • Field target: Nama_Dusun

  1. Klik OK.

  2. Tutup jendela properti. Buka tabel atribut untuk Batas_Desa_Sirahan. Kolom BNG_Damages dan BNG_Losses tergabung berdasarkan dusunnya masing-masing.

../../../../_images/image1052.png
  1. Perhatikan bahwa kolom BNG_Damages dan BNG_Losses tidak permanen, karena ia disimpan dalam memori komputer kita. Kita perlu menyimpan ulang sebagai layer baru. Tutup tabel atribut, klik kanan layer Batas_Desa_Sirahan dan klik Simpan sebagai. Berikan nama layer yang baru analisis_dala_Sirahan.shp.

  2. Kita perlu mengkonversi kolom BNG_Damages dan BNG_Losses pada layer yang baru kita buat ke format desimal. Buka tabel atribut analisis_dala_Sirahan. Klik tombol Toggle modul mengedit dan buka Kalkulator Field.

  3. Kali ini, kita akan membuat sebuah kolom baru. Masukan nama kolom yang baru Damages, dengan tipe field keluaran sebagai Bilangan desimal (real). Lebar field 20, dan presisi 10. Dibawah daftar fungsi klik dua kali pada BNG_Damage. Pengaturan kita seharusnya terlihat seperti ini:

../../../../_images/image1063.png
  1. Klik OK.

  2. Sekarang, kita akan membuat kolom baru untuk Losses. Masukan nama field Losses, dengan tipe field keluaran sebagai Bilangan desimal (real). Lebar field 20 dan presisi 10. Dibawah daftar fungsi klik dua kali pada BNG_Losses. Klik OK.

  3. Keluar dari mode editing dan simpan perubahan.

8. Creating a chart

Sekarang kita akan menampilkan nilai kerusakan dan kerugian dalam bentuk grafik di QGIS.

  1. Buka jendela properti analisis_dala_Sirahan. Klik tab Diagram.

  2. Berikan tanda pada kotak Diagram tampilan

  3. Pastikan Grafik pie terpilih dalam kotak daftar pilihan.

  4. Di bawah Atribut yang tersedia, pilih Damages kemudian klik tanda tambah (+).

  5. Anda dapat merubah warna dengan klik dua kali pada warna yang ada di Atribut yang ditetapkan. Pengaturan kita seharusnya seperti ini

../../../../_images/image1072.png
  1. Pilih tab Ukuran.

  2. Non aktifkan ukuran tetap, dan kemudian klik Cari nilai maksimum. Ganti skala menjadi Luas.

../../../../_images/image1083.png
  1. Anda juga dapat mengganti nilai pada Ukuran juga misalnya jika Anda merasa tampilan diagram terlalu besar.

Peta hasil Anda akan terlihat seperti ini:

../../../../_images/image1093.png

Ukuran dari setiap lingkaran menunjukkan nilai kerugian di tiap dusun. Semakin besar ukuran lingkaran maka semakin tinggi kerugian. Membuat peta dengan grafik seperti ini merupakan salah satu cara efektif untuk memberitahukan dampak yang ditimbulkan akibat bencana. Sekarang Anda dapat mengatur tampilan peta Anda, kemudian cobalah untuk membuat peta lain dengan diagram yang menampilkan kerugian.