../../_images/1_0001.png

Bab 5: Bekerja dengan Data Vektor

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami data vektor

  • Mengidentifikasi atribut data vektor

  • Pembuatan data vektor

  • Menambah layer vektor

  • Simbologi layer vektor

  • Menambahkan label ke layer vektor

Pada modul ini, kita akan mempelajari apa itu data vector. Kita akan melakukan praktek untuk menambahkan data vektor pada proyek QGIS, dan kita akan mempelajari bagaimana untuk melakukan perancangan data dengan berbagai cara.

5.1 Data Vektor

Data vektor merupakan tipe data yang umum ditemukan dalam SIG. Sebuah vektor pada intinya merupakan sesuatu yang berbentuk sebuah titik, atau garis yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dengan kata lain, titik, garis, dan poligon merupakan vektor (garis lengkung merupakan vektor juga, tetapi kita tidak akan mengkhawatirkan hal tersebut sekarang). Kita sudah paham dengan data vektor karena di unit sebelumnya, kita sudah menggunakan JOSM untuk membuatnya!

../../_images/5_0011.png

Setiap objek dalam sebuah set data vektor direferensikan sebagai sebuah ‘fitur.’ Ketika kita menggunakan JOSM kita seringkali mereferensikannya sebagai sebuah objek, tetapi pada terminologi SIG tradisional, mereka direferensikan sebagai fitur. Sebuah poligon yang merepresentasikan sebuah bangunan adalah sebuah fitur, sebagaimana garis yang merepresentasikan sungai. Setiap fitur memiliki lokasi geografis, dan terlampirkan pada data lain yang mendeskripsikan fitur.

Salah satu hal yang penting untuk dicatat adalah layer QGIS hanya mengandung satu tipe fitur. Artinya, satu layer tidak dapat mengandung fitur titik dan fitur graris, karena mereka merupakan tipe data yang berbeda. Namun apabila anda ingin memiliki sebuah file yang memiliki poligon sekolah dan file lain yang memiliki titik-titik sekolah, anda dapat menambahkan mereka sebagai dua layer yang terpisah.

Perhatikan selalu, layer poligon sebaiknya ada di daftar layer paling bawah, layer garis di tengah, dan layer titik di atas. Pada umumnya anda tidak ingin poligon anda menimpa garis dan titik.

5.2 Data Atribut

Sangat penting bahwa data yang akan Anda kerjakan tidak hanya merepresentasikan obyek yang ada di lapangan, tetapi juga memberi tahu objek apakah itu.

  1. Buka proyek Chapter_5_Working with vector.qgs. Ini merupakan proyek yang sama yang telah Anda kerjakan sebelumnya.

  2. Tutup panel InaSAFE jika masih terbuka.

  3. Anda dapat lihat di proyek Anda posisi dari Kecamatan Sleman, jalur rel, dan jalan, tetapi Anda tidak dapat melihat seluruh data yang terkandung dalam layer-layer tersebut.

  4. Pilih :guilabel: Jalan_Sleman_OSM pada panel daftar layer.

../../_images/5_0021.png
  1. Klik kanan, dan klik tombol Open Attribute Table :

../../_images/5_0031.png
  1. Anda akan melihat tabel dengan data yang lebih banyak tentang layer jalan. Data ekstra tersebut disebut data atribut. Garis-garis yang anda dapat lihat pada peta anda menggambarkan kemana garis tersebut menuju – ini merupakan data spatial. Anda akan mengingat pada JOSM dimana terdapat bagian yang sama. Titik, garis, dan bentuk yang anda gambar memberitahu kita dimana, tetapi tags, atau atribut, memberitahukan kita apa. Definisi tersebut sangat umum digunakan di SIG, jadi sangat penting untuk diingat!

../../_images/5_0041.png
  1. Lihatlah pada tabel atribut. Setiap baris tabel menghubungkan satu fitur pada layer jalan. Setiap kolom mengandung satu atribut. Jika Anda memilih layer lain dan mengklik tombol Open Attribute Table, maka Anda akan melihat tabel yang berbeda.

  2. Tutup tabel atribut.

5.3 Membuat Data Vektor

Sebelum Anda menambahkan data vektor baru, Anda perlu dataset vektor (sebuah layer untuk menambahkan data) . Dalam hal ini, kita akan memulai dengan membuat layer data baru, dan kemudian kita akan mempelajari bagaimana mengubah data vektor yang sudah ada di QGIS dan bagaimana membuat dataset yang baru.

  1. Membuat proyek baru di QGIS, dengan mengklik di ikon New Project.

  2. Pergi ke Layer ‣ Buat Lapisan ‣ Layer Shapefile Baru. Anda akan disajikan dengan dialog berikut ini:

../../_images/5_0051.png

Pada intinya kita harus memutuskan jenis dataset apa yang ingin kita buat. Ingat bahwa layer data hanya dapat mengandung fitur titik, garis, atau poligon – tidak pernah bercampur. Jadi kita harus mendefinisikan disini, ketika kita membuat layer, jenis data apa yang akan kita inginkan.

Karena polygon terdiri dari titik dan garis, mari kita coba dengan polygon. Setelah Anda menguasai ini, membuat layer titik atau garis seharusnya mudah!

  1. Beri tanda centang pada kotak Poligon.

../../_images/5_0061.png
  1. Kita akan menentukan Sistem Referensi Koordinat (CRS) di kotak sebelah. Secara standar kotak akan berisi project CRS, kita akan gunakan WGS 84. Ini adalah CRS yang banyak digunakan dan sangat berguna, jadi mari kita gunakan itu!

../../_images/5_0071.png
  1. Ketika kita membuat layer baru, tabel atribut hanya akan memiliki satu kolom standar - id. Atribut ini berisi nomor id unik untuk setiap fiturnya. Kita dapat menambah field baru ke tabel atribut sekarang, ketika kita membuat layer. Mari tambahkan nama field.

  2. Ketik nama di dalam kotak disebelah Name. Pengaturan harus sesuai dengan yang ditampilkan disini:

../../_images/5_0081.png
  1. Klik tombol Tambahkan ke list attribut. Daftar attribut anda akan terlihat seperti ini.

../../_images/5_0091.png
  1. Klik OK. Simpan dialog yang akan muncul.

  2. Navigasikan ke direktori yang Anda pilih.

  3. Simpan layer baru Anda sebagai krb_merapi.shp

  4. Layer baru harus muncul di daftar Layers Anda.

Catatan

Shapefile merupakan format file yang umum digunakan didalam istilah geografi. File ini dapat dengan mudah diubah menjadi format lain dan hampir semua aplikasi SIG bisa membaca file ini.

5.3.1 Menggambar Data Vektor

Digitalisasi, yang seperti sudah Anda bisa duga, adalah seni (atau ilmu) untuk membuat data vektor digital dari sumber lain, seperti gambar raster. Untuk memulai dijitasi, kita harus masuk ke mode edit. Perangkat lunak SIG pada umumnya memerlukan mode terpisah untuk mengedit, untuk mencegah pengguna dari kesalahan mengedit atau menghapus data penting. Mode edit diaktifkan atau dimatikan secara individual untuk setiap layernya.

  1. Buka layer raster peta_krb_merapi_2002_modified.tif didalam toolbar QGIS disebelah kiri:

../../_images/5_0101.png
  1. Buka layer vektor krb_merapi.shp:

../../_images/5_0111.png
  1. Pilih krb_merapi.shp di panel layer.

  2. Klik pada tombol Toggle Editing:

../../_images/5_0121.png
  1. Jika Anda tidak dapat menemukan tombol ini, pastikan bahwa toolbar Digitizing diaktifkan. Harus ada tanda centang di sebelah Tampilan ‣ Panel-panel ‣ Digitasi menu entri.

  2. Setelah Anda pada mode edit, alat dijitasi akan aktif:

../../_images/5_0131.png

Dari kiri ke kanan pada gambar di atas, mereka adalah :

  • Toggle untuk Mengedit: mengaktifkan/menonaktifkan mode edit.

  • Simpan pengeditan layer: menyimpan perubahan yang dibuat di layer.

  • Add Feature: memulai dijitasi fitur baru.

  • Move Feature(s): memindahkan seluruh fitur ke sekitar.

  • Node Tool: memindahkan hanya satu bagian fitur.

  • Delete Selected: menghapus fitur terpilih (hanya aktif jika fitur dipilih).

  • Cut Features: memotong fitur terpilih (hanya aktif jika fitur dipilih).

  • Copy Features: menyalin fitur terpilih (hanya aktif jika fitur dipilih).

  • Paste Features: menyisipkan fitur dipotong atau disalin kembali ke peta (hanya aktif jika fitur sudah dipotong atau disalin).

  1. Sebelum anda memulai mendigitasi, pergi ke Setting -> Snapping Options...

  2. Ubah Snapping mode ke Advanced, dan aktifkan layer krb_merapi dengan Mode to vertex and segment dan nilai toleransi 1 dan kemduain atur Unit ke pixel:

../../_images/5_0141.png

Catatan

Sangatlah penting untuk mengaktifkan Avoid Intersection jika anda ingin membuat poligon saling menempel satu sama lainnya.

  1. Klik OK.

  2. Mari menambahkan fitur baru. Klik pada tombol Add Feature untuk memulai mendigitasi:

../../_images/5_0151.png

Catatan

Anda akan melihat bahwa kursor Anda menjadi tanda plus. Hal ini memungkinkan Anda untuk lebih akurat menempatkan titik yang Anda digitasi. Ingat bahwa saat Anda menggunakan alat digitasi, Anda dapat perbesar dan perkecil peta dengan menggulir roda mouse, dan Anda dapat menjelajah sekitar dengan menekan roda mouse dan menarik ke peta sekitar.

  1. Mulailah dengan mengklik titik di suatu tempat diujung area warna pink.

  2. Tempatkan titik lebih banyak dengan mengklik sepanjang tepi, sampai bentuk Anda tergambar lengkap menutup lapangan. Ini sangat mirip dengan menggambar polygon di JOSM.

../../_images/5_0161.png
  1. Untuk menempatkan titik terakhir, klik kanan dimana Anda ingin menempatkannya. Ini akan melengkapi fitur dan menunjukkan Anda dialog Attributes.

  2. Isi nilai-nilai seperti yang ditampilkan disini:

../../_images/5_0171.png
  1. Klik OK.

Jika Anda membuat kesalahan selama mendijitasi fitur, Anda dapat mengeditnya nanti. Selesaikan dijitasi fitur dan kemudian ikuti langkah berikut ini:

  • Pilih fitur dengan alat Pilih Fitur:

../../_images/5_0181.png
  • Kemudian gunakan satu dari alat ini untuk mengedit fitur:

../../_images/5_0191.png Move feature(s) tools

Untuk memindahkan seluruh fitur

../../_images/5_0201.png Node tools

Untuk memindahkan hanya satu titik dimana Anda mungkin telah keliru pada saat menempatkan titik tersebut.

../../_images/5_0211.png Delete selected

Untuk menyingkirkan fitur seluruhnya sehingga Anda dapat mencobanya lagi

../../_images/5_0221.png

Membatalkan pilihan

Untuk membatalkan kesalahan atau tekan Ctrl + Z pada keyboard

Sekarang cobalah sendiri:

  1. Gambar semua area terdampak dari lingkar terdalam dan kemudian ke lingkar terluar. Gunakan gambar untuk membantu anda dan jika anda bingung mengenai informasi dari setiap warna, anda bisa melihat legenda pada bagian kanan.

../../_images/5_0231.png
  1. Ingat bahwa setiap fitur baru butuh memiliki nilai id unik!

Ketika Anda menyelesaikan menambah fitur ke layer, Anda harus menyimpan perubahan ke layer tersebut.

  1. Klik pada tombol Toggle Editing.

  2. Anda akan ditanya untuk menyimpan hasil edit Anda. Klik Simpan.

../../_images/5_0241.png

Sekarang Anda mengetahui bagaimana cara untuk membuat fitur poligon! Membuat layer titik dan garis juga sama mudahnya - anda hanya butuh untuk menentukan tipe dari layer ketika anda membuatnya, dan tentu saja anda hanya bisa membuat titik di layer titik dan garis di layer garis.

5.4 Menambahkan Data Vektor

Anda sudah menambahkan data vektor pada sebuah proyek, dalam format sebuah shapefile. Sebagaimana yang kami jelaskan sebelumnya, sebuah shapefile merupakan format yang umum digunakan untuk format file geografi. Shapefile dapat dengan mudah dikonversikan ke dalam berbagai macam format lain, dan kebanyakan perangkat lunak SIG dapat membaca jenis file ini. Anda mungkin akan menyadari bahwa ketika menambahkan sebuah shapefile, terdapat sejumlah file pada folder shapefile anda dengan nama yang sama. Ini karena sebuah shapefile sebenarnya bergantung pada sekumpulan beberapa file untuk menyimpan data dan menetapkan berbagai pengaturan. Ketika anda menambahkan sebuah shapefile ke proyek anda, anda harus menambahkan satu yang berakhiran .shp, tetapi file yang lain juga sangat penting!

  • Apakah Anda ingat cara menambahkan shapefile? Cobalah untuk menambahkan layer POI_Sleman_OSM, dari shapefile yang terletak di folder tutorial. Jika Anda tidak ingat bagaimana menambahkan layer vektor, bukalah kembali petunjuknya di Modul 2.

  • Proyek Anda seharusnya akan terlihat seperti ini setelah Anda menambahkan layer yang baru:

../../_images/5_0251.png

Database

Shapefiles (dan tipe file lainnya) merupakan sebuah cara untuk menyimpan data geografis. Anda juga dapat memuat layer vektor pada QGIS dari sebuah database. Anda mungkin paham dengan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS) seperti Microsoft Access. Aplikasi SIG juga dapat memanfaatkan database untuk menyimpan data geografi. Database dapat disimpan dan digunakan secara lokal pada komputer anda, atau dapat dibagikan kepada pengguna lain di sebuah jaringan atau bahkan internet.

  • Mari mencoba menambahkan sebuah layer dari sebuah database. Klik pada ikon Add SpatiaLite Layer. Jika Anda tidak dapat menemukannya, klik kanan pada toolbar dan pastikan toolbar “Manage Layers” diaktifkan.

../../_images/5_0261.png
  • Anda akan melihat sebuah kotak dialog. Klik New.

../../_images/5_0271.png
  • Arahkan ke folder QGIS for Disaster Management/Sleman dan carilah file guna_lahan.db. Pilih file tersebut dan klik Open.

  • Sekarang di kotak dialog sebelumnya, anda dapat melihat sebuah tombol klik bawah yang mengandung “guna_lahan.db @ ...”, diikuti dengan lokasi file database pada komputer anda.

  • Klik Connect. Anda akan melihat kotak seperti pada gambar berikut:

../../_images/5_0281.png
  • Database ini sebenarnya memiliki tiga layer berbeda, semua tersimpan pada database. Klik pada layer pertama untuk memilihnya, kemudian tahan SHIFT dan klik layer terakhir untu memilih seluruh layer.

  • Klik Add. Nantinya semua layer akan termuat pada proyek kita.

Catatan

Ingatlah untuk menyimpan peta Anda secara rutin! File proyek QGIS Anda tidak menyimpan data (data disimpan ke dalam sebuah shapefile atau sebuah database), tetapi hanya mengingat layer-layer yang Anda tambahkan ke proyek, urutannya, dan pengaturan yang telah Anda lakukan.

  • Layer-layer yang telah anda tambahkan adalah layer poligon, jadi anda akan menggesernya di bawah layer garis dan titik. Jika anda mempunyai sebuah kotak centang di bawah daftar lain yang terbaca Control rendering order silahkan berikan tanda centang pada kotak tersebut.

  • Mari kita hilangkan beberapa layer untuk membuatnya semakin mudah dalam mengatur data kita. Klik kanan pada layer jalur rel dan layer kecamatan kemudian klik Remove. Kemudian urutkan layer Anda seperti ini:

../../_images/5_0291.png

5.5 Simbologi

Simbologi layer merupakan visualisasi tampilan pada peta. Salah satu kekuatan dasar SIG adalah anda dapat memiliki suatu representasi visual yang dinamis terhadap data yang anda kerjakan. Kemudian, penampilan visual dari suatu peta (dimana bergantung dari simbologi di setiap layernya) sangat penting. Pengguna peta dari peta yang anda hasilkan akan membutuhkan kemudahan dalam melihat apa yang direpresentasikan dalam peta. Keseimbangan sangat penting, anda perlu mendalami data anda saat anda bekerja dengannya, dan simbologi yang bagus akan sangat membantu.

Dengan kata lain, memiliki simbologi yang sesuai bukan merupakan suatu kemewahan atau hanya sekedar polesan semata. Faktanya, sangat penting bagi anda untuk menggunakan SIG dengan baik serta menghasilkan peta dan informasi yang mudah dimengerti dan digunakan oleh orang lain.

5.5.1 Merubah warna

Untuk merubah simbologi pada sebuah layer, kita perlu membuka Layer Properties. Mari kita mulai dengan merubah warna pada layer pemukiman.

  1. Klik kanan pada layer pemukiman di daftar Layer.

  2. Pilih Properties di menu yang muncul.

Catatan

Secara standar, anda juga dapat mengakses menu Properties dengan mengklik dua kali pada nama layer.

  1. Pada jendela Properti, pilih tab Style.

../../_images/5_0301.png
  1. Klik pada tombol warna untuk mengubah warna.

../../_images/5_0311.png
  1. Sebuah dialog pewarnaan standar akan muncul. Pilih warna abu-abu dan klik OK.

../../_images/5_0321.png
  1. Klik OK lagi pada jendela Properti Lapisan, dan Anda akan dapat melihat perubahan warna yang telah diaplikasikan pada layer.

../../_images/5_0331.png

5.5.2 Merubah Struktur Simbol

Ini merupakan hal yang menarik sejauh ini, tetapi terdapat hal lebih menarik dari simbologi layer daripada hanya merubah warnanya saja. Selanjutnya kita akan merubah warna vegetasi, tetapi kita juga akan menghilangkan garis diantara tipe vegetasi yang berbeda sehingga peta kita tidak tergambarkan secara mengelompok.

  1. Buka jendela Layer Properties untuk layer vegetasi. Di bawah tab Style, Anda akan dapat melihat dialog yang sama seperti sebelumnya. Kali ini bagaimana pun, kita akan melakukan lebih daripada hanya mengubah warnanya saja.

  2. Klik pada Pengisian Sederhana di bawah panel kolom Lapisan Simbol. Kemudian kotak dialog Tipe Lapisan Simbol akan muncul disamping panel kolom Lapisan Simbol.

../../_images/5_0341.png
  1. Ubahlah warna di dalam poligon pada layer dengan mengklik tombol di sebelah label Fill:

../../_images/5_0351.png
  1. Pada dialog yang muncul, pilihlah sebuah warna yang baru (yang terlihat sesuai untuk vegetasi).

  2. Klik OK.

  3. Selanjutnya, kita akan menghapus garis diantara seluruh ladang.

  4. Klik pada tombol bawah Border style. Saat ini, seharusnya menunjukan sebuah gambar garis pendek dan tertulis Solid Line.

../../_images/5_0361.png
  1. Ubah ini ke No Pen.

  2. Klik OK, kemudian OK lagi. Sekarang ketika kita melihat pada peta kita, layer vegetasi akan memiliki sebuah warna yang baru dan tidak ada garis diantara poligon.

../../_images/5_0371.png
  1. Cobalah untuk merubah warna pada layer pemukiman sehingga layer tersebut tidak memiliki garis luar.

5.5.3 Penampakan Berdasarkan Skala

Terkadang anda akan menemukan bahwa salah satu layer anda tidak sesuai untuk sebuah ukuran skala tertentu. Sebagai contoh, jika anda memiliki sebuah layer yang menunjukan benua di permukaan bumi tetapi tidak menunjukan banyak detail, garis benua mungkin tidak akan akurat ketika anda melakukan perbesaran sangat jauh untuk melihat jalan.

Catatan

Skala adalah referensi bagaimana peta anda terlihat sebenarnya di permukaan bumi dalam suatu besaran. Skala biasanya diberikan misalnya 1:10000 artinya satu sentimeter di peta anda sama dengan 10000 sentimeter di dunia nyata. Ketika anda melakukan perbesaran atau pengecilan tampilan, skalanya berubah, dan anda dapat meilhat perubahannya pada status bar di bawah QGIS.

Pada kasus kita, kita mungkin ingin menyembunyikan layer jalan ketika kita melakukan pengecilan sangat jauh (untuk skala kecil). Sebagai contoh, layer jalan tidak akan sangat berguna ketika kita memperkecil tampilan peta sangat jauh dan akan terlihat aneh.

Mari kita atur penggambaran berdasarkan skala:

  1. Buka dialog Layer Properties untuk layer Jalan_Sleman_OSM.

  2. Aktifkan tab General.

../../_images/5_0381.png
  1. Aktifkan rendering berdasarkan skala dengan mengklik pada boks centang yang bertuliskan Visibilitas berdasarkan skala kemudian ubah nilai “Maximum” menjadi 1:10 dan “Minimum” menjadi 1:100000

../../_images/5_0391.png
  1. Klik OK.

  2. Sekarang lihat pada peta Anda dan lihat apa yang terjadi ketika Anda melakukan perbesaran dan pengecilan tampilan. Layer jalan seharusnya muncul ketika Anda berada pada skala besar dan menghilang pada skala kecil.

Catatan

Anda dapat menggunakan roda gulir pada mouse anda untuk melakukan perbesaran. Alternatifnya, anda dapat menggunakan tool perbesaran untuk menggambar sebuah kotak dan memperbesar pada tampilan kotak tersebut:

../../_images/5_0401.png

5.5.4 Menambahkan Layer Simbol

Sekarang anda telah mengetahui bagaimana untuk mengubah simbol secara sederhana pada layer, langkah selanjutnya adalah membuat simbologi yang lebih kompleks. QGIS memperbolehkan anda untuk melakukan ini dengan menggunakan layer simbol.

  1. Pergilah menuju dialog Symbol properties seperti sebelumnya pada layer vegetasi.

  2. Pada contoh ini, simbol saat ini tidak memiliki garis luar (dikarenakan ia menggunakan batas garis No Pen).

../../_images/5_0411.png
  1. Pilih Fill dan Klik tombol + di sebelah kiri.

../../_images/5_0421.png
  1. Klik pada tombol tersebut dan tambahkan layer simbol lain yang akan ditambahkan pada daftar:

../../_images/5_0431.png
  1. Catatan, mungkin simbol akan muncul dengan warna yang berbeda, tetapi kita akan mencoba untuk merubahnya.

Sekarang layer ini memiliki dua simbologi yang berbeda. Dengan kata lain, warna hijau dan warna biru keduanya akan digambarkan. Bagaimana pun, warna biru akan tergambarkan di atas warna hijau, dan karena warna biru merupakan warna yang solid, maka ia akan menutupi warna hijau. Mari kita ubah.

Sangat penting untuk tidak bingung dalam membedakan antara layer peta dan layer simbol. Sebuah layer peta merupakan vektor (atau raster) yang telah dimuat dalam peta.Sebuah layer simbol merupakan bagian dari simbol yang digunakan untuk menggambarkan sebuah layer peta. Latihan ini biasanya akan menggambarkan sebuah layer peta sebagai sebuah layer, tetapi sebuah layer simbol akan selalu disebut layer simbol, untuk menghindari kebingungan.

  1. Pilih Border style ke No Pen, seperti sebelumnya.

  2. Ubah fill style menjadi sesuatu yang lain dari Solid atau No brush. Sebagai contoh:

../../_images/5_0441.png
  1. Klik OK dan kemudian OK dan lihatlah hasilnya pada layer simbologi anda yang baru.

../../_images/5_0451.png
  1. Sekarang cobalah. Tambahkan sebuah layer simbol pada layer Jalan_Sleman_OSM

    • Berikan ketebalan layer simbologi asli menjadi 2.0

    • Berikan ketebalan dari layer simbologi yang baru menjadi 1.0

  2. Hasilnya, jalan raya anda akan terlihat seperti ini:

../../_images/5_0461.png
  1. Layer jalan kita sekarang sudah muncul dan memiliki garis luar, tetapi mereka terlihat tidak tersambung, seolah-olah mereka terlihat tidak menyambung satu sama lain. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda dapat mengaktifkan simbol level, dimana kita akan mengontrol urutan dari layer simbol berbeda yang akan diproses.

  2. Pada dialog Layer Properties, klik pada Advanced ‣ Symbol levels...:I

../../_images/5_0471.png
  1. Dialog Symbol Level akan muncul. Beri tanda centang pada kotak bertuliskan Enable symbol levels.

../../_images/5_0481.png
  1. Peta anda sekarang akan terlihat seperti ini:

../../_images/5_0491.png
  1. Jika anda sudah selesai, anda dapat menyimpan simbol anda sendiri pada QGIS sehingga anda tidak harus mengatur ulang seperti ini lagi jika anda ingin menggunakan kembali simbol yang sama ke depannya. Simpan simbol anda dengan mengklik tombol Save Style... di bawah tab Style dari dialog Layer Properties.

../../_images/5_0501.png
  1. Berikan style anda sebuah nama dan simpan. Anda dapat memuat ulang style yang disimpan sebelumnya dengan mengklik tombol:guilabel:Load Style ... Sebelum anda merubah sebuah style, perhatikan bahwa semua style yang anda ganti akan hilang.

Simbol level juga berguna untuk layer yang memiliki kelas (misalnya, layer yang memiliki berbagai macam simbol). Kita akan membahas klasifikasi ini di bab selanjutnya, tetapi anda dapat melihat bagaimana caranya klasifikasi simbol bekerja dengan objek jalan.

5.5.5 Tipe Layer Simbol

Sebagai tambahan untuk mengatur isi warna dan menggunakan pola yang sudah tersedia, Anda dapat menggunakan tipe simbol layer yang berbeda. Tipe yang hanya kita gunakan hingga saat ini adalah tipe Simple Fill. Semakin mahir tentang tipe layer simbol maka Anda dapat mengatur simbol-simbol anda lebih jauh lagi.

Setiap tipe vektor (titik, garis, dan poligon) memiliki beberapa pengaturan dari tipe layer simbol. Pertama kita akan melihat tipe yang tersedia untuk titik.

a. Vector Points

  1. Ubahlah simbol properties untuk layer POI_Sleman_OSM:

../../_images/5_0511.png
  1. Anda dapat mengakses berbagai macam tipe simbol layer dengan mengklik sebuah simbol lapisan (1) kemudian mengklik daftar pilihan pada pojok kanan atas (2)

../../_images/5_0521.png
  1. Periksalah berbagai macam pilihan yang tersedia untuk anda, dan pilihlah sebuah tipe simbol selain Simple Marker.

  2. Jika anda ragu, gunakan Ellipse Marker.

  3. Pilihlah sebuah garis luar berwarna putih dan fill warna gelap, dengan menggunakan lebar simbol 2.00 dan panjang simbol 4.00.

../../_images/5_0531.png ../../_images/5_0541.png

b. Vector Lines

  1. Untuk melihat berbagai macam pilihan simbologi pada vektor garis, buka layer properties jalan dan klik pada kotak daftar pilihan:

../../_images/5_0551.png
  1. Klik pada Marker line.

../../_images/5_0561.png
  1. Klik Penanda Sederhana pada Lapisan Simbol (1)

../../_images/5_0571.png
  1. Ubahlah simbol properti dengan menyamakan dialog ini:

../../_images/5_0581.png
  1. Sekarang, klik pada Penanda Garis pada panel Lapisan Simbol, kemudian ubah interval menjadi 2.00:

../../_images/5_059.png
  1. Jalan anda seharusnya akan terlihat seperti ini:

../../_images/5_060.png

Setelah anda mengaplikasikan style, lihat kembali bagaimana hasilnya pada peta. Jika titik-titiknya tidak terlihat, cek pada pengaturan lanjutan dan kembali ke Simbol Level. Ubah Simbol Lapisan yang berada di atas menjadi “2”. Sebagaimana yang dapat Anda lihat, simbol-simbol ini berubah arahnya sesuai dengan jalan tetapi tidak selalu menikung. Ini sangat berguna untuk beberapa tujuan, tetapi tidak untuk tujuan lain. Jika Anda menghendaki, Anda dapat mengubah kembali Simbol Lapisan Anda seperti sedia kala.

  1. Cobalah untuk mengubah tampilan dari layer jalan kembali sehingga jalan berwarna abu-abu atau hitam, dengan sebuah garis luar tipis berwarna kuning, dan sebuah garis putih putus-putus di tengahnya.

../../_images/5_061.png

c. Vector Polygons

  1. Sekarang mari kita ubah jenis layer simbol untuk layer pemukiman. Lihat pada menu pilihan seperti yang Anda lakukan pada layer titik dan garis, dan lihat berbagai macam pilihan yang dapat Anda lakukan.

../../_images/5_062.png
  1. Cobalah untuk menggunakan berbagai pilihan berbeda. Kita akan mencoba mengisi pola titik dengan pengaturan sebagai berikut:

../../_images/5_063.png ../../_images/5_064.png
  1. Tambahkan sebuah layer simbol baru dengan normal Simple fill.

  2. Ubah warnanya menjadi abu-abu tanpa garis luar gray with no outlines..

  3. Ubah posisinya ke bawah dengan tombol Move down:

../../_images/5_065.png
  1. Properti simbol seharusnya terlihat seperti ini:

../../_images/5_066.png

Hasilnya, Anda memiliki sebuah simbol tekstur untuk layer pemukiman, dengan tambahan tertentu, Anda dapat merubah besar, bentuk, dan jarak dari setiap titik individu yang membentuk tekstur tersebut.

5.5.6 Klasifikasi Pengaturan Simbol

Dengan mengklasifikasikan data vektor berdasarkan tipe data mereka, kita bisa memberikan simbol yang berbeda dan data tersebut akan muncul sesuai dengan klasifikasi yang kita berikan.

../../_images/5_067.png

a. Classifying nominal data

  1. Buka Properti Layer dari layer vegetasi.

  2. Pilih tab Style.

  3. Klik pada kotak pilihan yang bertuliskan Single Symbol:

../../_images/5_068.png
  1. Ubah menjadi Dikategorikan. Tampilannya akan berubah:

../../_images/5_069.png
  1. Ubah Column menjadi guna_lahan dan Color ramp menjadi Spectral:

../../_images/5_070.png
  1. Klik pada tombol berlabel Classify:

../../_images/5_071.png
  1. Klik OK. Anda akan melihat seperti ini:

../../_images/5_072.png
  1. Klik pada tanda panah (atau tanda tambah) di samping vegetasi pada Daftar Layer, Anda akan melihat kategorinya seperti di bawah ini:

../../_images/5_073.png

Lihatlah, ini sangat berguna! Namun agak mengganggu bagi mata untuk dilihat, jadi mari kita lihat apa yang dapat kita lakukan.

  1. Buka Layer Properties`dan pergi ke tab :guilabel:`Style lagi.

  2. Klik tombol Change di sebelah Symbol.

../../_images/5_074.png
  1. Hilangkan outline seperti yang Anda lakukan pada modul sebelumnya. (Ubah style border menjadi “No Pen”)

  2. Klik tombol Delete all:

../../_images/5_075.png
  1. Sekarang klik lagi Classify, lalu simbol baru pun akan muncul.

Anda akan melihat bahwa sudah tidak ada outlines disitu, hal tersebut dikarenakan Anda baru saja menghapus outline tersebut!

  1. Ubahlah warna untuk tiap jenis vegetasi dengan melakukan klik dua kali pada kotak warna yang terletak di sebelah namanya. Anda dapat mengganti warna untuk tiap jenis vegetasi sesuai dengan yang Anda inginkan, seperti yang kita lakukan di bawah ini:

../../_images/5_076.png
  1. Perhatikan bahwa kategori yang paling bawah kosong. Pilihlah kategori yang kosong tersebut, dan klik tombol Hapus.

  2. Ketika kita klik OK, peta kita akan tampak seperti ini:

../../_images/5_077.png

Jika Anda sudah percaya diri dengan kemampuan klasifikasi ini, cobalah untuk melakukan klasifikasi layer permukiman. Gunakan warna yang lebih gelap untuk membedakannya dengan layer vegetasi.

b. Ratio classification

Pada contoh sebelumnya, kita mengklasifikasikan layer vegetasi dengan cara yang dikenal dengan Kliasifikasi nominal. Tipe klasifikasi ini adalah ketika kategori disusun berdasarkan nama. Berikutnya kita akan melakukan klasifikasi terhadap layer pemukiman berdasarkan tiap fiturnya. Melakukan klasifikasi atribut yang hanya berisi nomor positif, seperti area lahan, diketahui sebahai Klasifikasi Rasio.

  1. Buka attribute table dari layer pemukiman. Anda dapat melihat pada kolom terakhir, luas_ha. Atribut ini berisi ukuran dari luas lahan yang terdapat pada fitur poligon tersebut.

../../_images/5_078.png
  1. Buka layer properties dari pemukiman.

  2. Ubah tipe Style menjadi Graduated, dan gunakan luas_ha sebagai kolomnya.

../../_images/5_079.png
  1. Karena kita melakukan kategorisasi berdasarkan angka kali ini, gradasi warna akan lebih berguna merepresentasikan kategorinya. Klik pada Oranges pada color ramp, lalu klik Classify.

../../_images/5_080.png
  1. Sekarang Anda akan melihat seperti ini:

../../_images/5_081.png

Sekarang anda telah mengetahui bagaimana melakukan perubahan simbol pada data vektor kedalam berbagai jenis. Anda bisa mencoba untuk mengubah data lain seperti garis atau titik untuk membuat data vektor anda menjadi lebih informatif.

5.6 Tool Label

Label dapat ditambahkan ke dalam peta untuk menunjukkan informasi tentang objek. Suatu layer vektor dapat memiliki label yang berkaitan dengan layer tersebut. Label bergantung pada data atribut dari layer terkait.

Ada beberapa cara untuk menambahkan label pada QGIS, tetapi beberapa cara lebih baik dibandingkan yang lain. Anda mungkin memperhatikan bahwa ketika Anda membuka jendela Properti dari sebuah layer, terdapat tab yang bertuliskan “Labels.” Walaupun tab ini dirancang untuk memberikan label dalam peta Anda, tab ini fungsinya tidak sebaik “Tool Label,” yang mana akan kita pelajari pada bagian ini.

5.6.1 Label Titik

Sebelum kita dapat mengakses tool Label, Anda harus memastikan bahwa fitur ini telah diaktifkan.

  1. Pergi ke menu item View ‣ Toolbars.

  2. Pastikan bahwa item Label telah memiliki tanda centang di sebelahnya. Jika belum, klik pada item Label, dan fitur ini akan diaktifkan. Toolbar Label tampak seperti ini:

../../_images/5_082.png
  1. Klik pada layer POI_Sleman_OSM yang terdapat di daftar layer, hingga layer tersebut tersorot.

  2. Klik pada tombol Labelling :

../../_images/5_083.png

Ketika Anda klik tombol tersebut, maka akan muncul halaman pengaturan Layer Labelling.

  1. Klik kotak di no label dan pilih Show labels for this layers di kotak tersebut.

../../_images/5_084.png
  1. Kita harus menentukan atribut dari field mana atau informasi mana yang ingin kita tampilkan sebagai label. Field NAME tampaknya merupakan field yang paling tepat untuk mewakili objek dan dijadikan label, jadi mari kita pilih NAME dari daftar tersebut:

../../_images/5_085.png
  1. Klik OK. Sekarang peta tersebut sudah muncul dengan label di dalamnya seperti ini:

../../_images/5_086.png

Apa yang ada saat ini tampak cukup baik, namun seperti yang dapat Anda lihat, labelnya masih tumpang tindih dengan titiknya. Hal tersebut tidak tampak baik. Teks nya pun agak tampak terlalu besar dari yang seharusnya. Mari kita perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut!

  1. Buka Label tool lagi dengan melakukan klik pada tombolnya.

  2. Klik pada tab Teks untuk mengubah pengaturan teks:

../../_images/5_087.png
  1. Sebuah kotak dialog untuk mengubah teks akan muncul, serupa dengan yang tampil di berbagai program lainnya. Ubah ukuran huruf menjadi Arial dengan ukuran 9.

  2. Sekarang klik pada tab :guilabel: Penyangga`untuk menambah efek penyangga pada teks. Centanglah boks yang bertulisakan :guilabel:`Gambar penyangga teks

../../_images/5_088.png

Label Anda akan tampak seperti ini:

../../_images/5_089.png

Sekarang Anda dapat melihat mengapa kita membutuhkan label buffer!

Begitulah caranya mengatur tampilan huruf! Sekarang mari kita lihat permasalahan label yang tumpang tindih dengan titik.

  1. Pada kotak dialog pengaturan label, klik tab Penempatan.

  2. Ubah nilai Label distance atau jarak label menjadi 2.

../../_images/5_090.png
  1. Klik OK. Dapat kita lihat, label tidak lagi berada di atas ikon nya, namun sudah diberi sedikit jarak:

../../_images/5_091.png

5.6.2 Memberi label pada objek garis

Sekarang Anda tahu bagaimana cara kerja label, namun ada masalah lainnya. Titik dan poligon mudah untuk diberi label, bagaimana dengan garis? Jika Anda memberikan label pada garis dengan cara yang sama seperti Anda melabeli titik, maka hasilnya akan tampak seperti ini:

../../_images/5_092.png

Ternyata tampilan tersebut kurang membantu! Untuk mengaturnya, kita membutuhkan beberapa pilihan.

  1. Sembunyikan layer POI_Sleman_OSM sehingga tidak mengganggu perhatian Anda.

  2. Aktifkan label untuk layer Jalan_Sleman_OSM sama seperti tadi.

  3. Aturlah ukuran huruf menjadi ukuran 9 sehingga Anda dapat melihat lebih banyak label.

  4. Perbesar sehingga skalanya akan menjadi sekitar 1: 10000.

  5. Pada tab Penempatan pada kotak dialog Label, pilihlah pengaturan seperti ini:

../../_images/5_093.png

Peta akan tampak seperti ini, tergantung pada skala:

../../_images/5_094.png

Ini sudah tampak lebih baik daripada sebelumnya, namun tetap belum ideal. Beberapa nama jalan muncul lebih dari sekali, dan hal tersebut tidak diperlukan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi:

  1. Pergi ke Rendering tab

  2. Aktifkan pilihan Merge connected lines untuk menghindari label yang terduplikasi (juga terletak di bawah tab Advanced – Anda mungkin harus menggeser ke bawah untuk melihatnya).

Fungsi lainnya yang berguna untuk mencegah label digambar untuk fitur-fitur yang terlalu pendek untuk digambarkan.

  • Atur nilai dari Suppress labeling of features smaller than ... menjadi 5 mm dan perhatikan hasilnya ketika Anda klik Apply.

  • Cobalah berbagai perbedaan Placement settings (berada di bawah tab Advanced). Seperti yang kita lihat sebelumnya, opsi horizontal bukanlah ide yang baik untuk kasus ini, mari kita coba opsi curved!

  • Pilih curved dibawah tab Placement dari dialog Layer labelling settings.

Ini lah hasilnya:

../../_images/5_095.png

Seperti yang Anda lihat, ada banyak label yang sebelumnya tampak namun kini tersembunyi, karena karena kesulitan membuat beberapa dari mereka mengikuti garis jalan memutar dan masih dapat dibaca. Anda dapat memutuskan mana dari pilihan ini yang akan Anda gunakan, tergantung dari mana yang menurut Anda berguna.

Sekarang Anda tahu bagaimana atribut dapat membuat perbedaan tampilan visual pada peta Anda, bagaimana menggunakannya untuk mengubah simbologi dari objek-objek itu sendiri? Itulah topik yang akan kita bahas pada bagian berikutnya!

Pergi ke bab selanjutnya –>