../../_images/1_0001.png

Chapter 8: Using InaSAFE

Tujuan Pembelajaran

  • Mengerti Ancaman, Paparan dan Dampak

  • Mengerti tampilan antarmuka InaSAFE

  • Menjalankan InaSAFE untuk infrastruktur

  • Menggunakan InaSAFE OpenStreetMap downloader

  • Menambahkan kata kunci metadata

  • Menetapkan batasan analisis dampak

  • Menjalankan InaSAFE untuk Populasi

  • Menggunakan layer agregasi

  • Mengatur kebutuhan minimum

  • Mencetak Hasil InaSAFE

  • Menyimpan data Hasil Dampak menjadi layer baru

InaSAFE menyediakan gambaran umum dari skenario bencana potensial, berupa dampak bencana tersebut dan juga peta yang dapat membantu pembuat keputusan ketika bencana tersebut terjadi. Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang bagaimana menggunakan InaSAFE dengan berbagai macam fitur bermanfaat di dalamnya untuk skenario ancaman banjir. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang InaSAFE terhadap ancaman yang lain selain banjir, Silahkan anda lihat di Situs InaSAFE.

8.1 Ancaman, Keterpaparan dan Dampak

Let’s begin by reviewing the inputs and outputs of InaSAFE – hazard; exposure; and impact. These terms are important for you to remember because the analysis process depend on these three things.

Ancaman (dikenal juga dengan bencana) adalah sebuah data layer yang menjelaskan gambaran dan besaran dari suatu kejadian alam (seperti gempa, tsunami, letusan gunung berapi) yang berpotensi menyebabkan suatu kejadian atau rangkaian kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan manusia.

Secara umum, data ancaman yang kita gunakan di InaSAFE mewakili satu skenario ancaman. Skenario ancaman tersebut maksudnya bahwa ancaman:

  • berada di lokasi tertentu

  • memiliki intensitas yang bisa diukur

  • memiliki durasi yang bisa diukur

  • memiliki kurun waktu tertentu

Data Paparan menggambarkan sesuatu yang beresiko jika berhadapan dengan potensi ancaman. Ini bisa berupa sebuah hasil karya manusia seperti bangunan umum, rumah, jalan dan jembatan, atau bisa berupa fitur natural seperti populasi, padi dan danau. Elemen yang terpaparkan ini bisa dibagi kedalam beberapa kategori, termasuk elemen fisik (rumah, kabel listrik), elemen ekonomi (kebun, dan akses ke pekerja), elemen sosial (kelompok rentan dan kepadatan populasi) dan elemen lingkungan (air, udara, tanaman dan binatang).

Dampak merupakan hasil yang kita dapatkan setelah InaSAFE memproses data ancaman dan data keterpaparan. Sebagai contoh, jika terdapat model gempa bumi di Lembang dan kita memproses bersama dengan data bangunan di Bandung, hasil layer dampak akan menunjukkan bangunan yang mungkin akan terkena dampak dari gempa bumi beserta dengan tingkat kerusakannya yaitu parah, medium, dan ringan. Dengan kata lain, apa yang dimasukkan dan diproses di InaSAFE adalah ancaman dan keterpaparan. Kemudian, Apa yang dihasilkan oleh proses itu disebut dengan dampak.

8.2 Tampilan Antarmuka InaSAFE

Sebelum kita mulai menjalankan skenario, mari lihat lebih dekat tampilan antarmuka dari InaSAFE.

  1. Pertama, pastikan anda sudah menginstal plugin InaSAFE. Ikuti petunjuk yang dijelaskan di Bab 3. Temukan dan Install plugin yang bernama InaSAFE.

  2. Buka proyek di QGIS.

  3. Jika toolbar InaSAFE tidak terlihat, klik kanan pada toolbar dan pastikan plugin InaSAFE telah tercentang. Tampilan toolbar akan terlihat seperti ini:

../../_images/8_0011.png
  1. Untuk menampilkan panel InaSAFE, klik pada tombol Toggle InaSAFE dock.

../../_images/8_0021.png

Catatan

Seperti toolbar QGIS, Anda dapat menggeser jendela panel InaSAFE untuk mengganti posisinya dari tampilan antarmuka QGIS. Anda dapat menariknya menjadi sebuah jendela terpisah, atau meletakkannya dibawah panel daftar layer. Tampilan awalnya berada di sebelah kanan dari QGIS, jadi jika Anda tidak ingin mengubahnya, biarkan seperti itu.

../../_images/8_0031.png

Tampilan jendela panel InaSAFE terdiri dari tiga bagian: Pertanyaan, Hasil, dan Tombol. Pertanyaan dibuat menjadi kotak tombol daftar pilihan kebawah – dimana disini kita menentukan data yang ingin kita masukkan dan menentukan skenario apa yang kita inginkan untuk diproses oleh InaSAFE. Tujuan InaSAFE adalah membuat proses analisis dampak yang anda lakukan bisa menjadi sederhana dan mudah digunakan. Bagian pertanyaan menyajikan cara mudah untuk memformulasikan apa yang ingin Anda ketahui. Semua pertanyaan dibuat dalam format:

In the event of [hazard] how many [exposure] will be affected?

For example: “In the event of an earthquake how many buildings will be affected?”

Bagian hasil akan diisi dengan beberapa informasi setelah InaSAFE berhasil dijalankan, seperti yang akan kita lihat. Tombol-tombol di bagian bawah memungkinkan kita untuk menjalankan skenario, mencetak hasil dan mengakses ke bantuan.

8.3 Menjalankan InaSAFE untuk Infrastruktur

8.3.1 Menambahkan Data Ancaman

We will learn about how to use InaSAFE to run impact scenario based on Infrastructure data. Before we start, let’s find out how to add hazard data first. Hazards can be represented by vector layers or by raster layers. Remember that raster layers are like images with many pixels, and each pixel represents some data about an area on the ground. A raster that shows elevation, for example, will contain pixels with different values based on the altitude of the location. Similarly, a raster that represents a flood will contain the depth of the flood in every pixel in the raster.

Mari kita mulai dengan menambahkan layer ancaman ke dalam QGIS. Layer ancaman ini merupakan data raster dari Banjir di Jakarta.

  1. Klik tombol Tambah Lapisan Raster.

../../_images/8_0041.png
  1. Open Jakarta_Flood_HKV_WGS84.tif. This data is raster data (in .tif format) which represents the flood prone area. The layer will look like this:
../../_images/8_0051.png

Anda akan melihat bahwa kotak daftar isian ancaman telah otomatis terisi di panel InaSAFE. Hal ini terjadi karena file data yang digunakan sudah memiliki metadata kata kunci (kata lain untuk pengaturan) yang memberitahu InaSAFE jenis layer tersebut apakah itu layer ancaman atau layer keterpaparan. Ketika kita menambahkan data keterpaparan, kita akan mempelajari bagaimana untuk memberikan kata kunci secara sendiri di InaSAFE.

8.3.2 Menambahkan Data Keterpaparan

We can get the data from OpenStreetMap using OpenStreetMap Downloader. We will get any OpenStreetMap data based on the current map extent in QGIS. If your map extent displaying Indonesia, that will take a while to download it since there will be a whole lot of OpenStreetMap data. It would be better to zoom in in specific location to minimize the bandwidth. Let’s learn how to use OpenStreetMap Downloader in QGIS to get OpenStreetMap data.

  1. Klik tombol OpenStreetMap Downloader.

../../_images/8_0061.png
  1. Di Feature Types anda dapat memilih semua bentuk data OpenStreetMap atau data tertentu yang ingin anda download seperti building polygons dan Roads. Anda juga dapat mendownload political boundaries dan memilih tingkat administrasi yang anda inginkan seperti tingkat administrasi RW di Jakarta adalah level 8.

  2. Atur tujuan output directory anda untuk menyimpan hasilnya dengan klik tombol “…” di sisi sebelah kanan.

../../_images/8_0071.png
  1. Jika anda ingin menggunakan prefix, sebagai contoh jakarta maka anda dapat ketik di area File name prefix

  2. We can download all the map canvas extent but it would take a long time. Otherwise if you want to download specific area, click on Drag on Map button and create a bounding box by dragging it to set download area.
  3. Click on OK and wait until the download is finished.
../../_images/8_0081.png
  1. Anda dapat menyembunyikan Roads dengan mengklik kota disamping daftar layer Roads.

8.3.3 Menambahkan Kata Kunci Metadata

Untuk mengatur agar InaSAFE mengetahui layer kita merupakan data ancaman atau keterpaparan, kita butuh menambahkan kata kunci di dalam layer tersebut menggunakan tool kata kunci InaSAFE. Mari kita lihat kata kunci yang telah kita buat pada layer ancaman.

  1. Pilih layer buildings di panel Daftar Layer, dan klik tombol Keywords Creation Wizard.

../../_images/8_0091.png
  1. In the InaSAFE Keywords Creation Wizard window, firstly, choose Exposure since building is one of the exposure affected by hazard. Then, click Next.
../../_images/8_0101.png
  1. In the next step, we have to choose what kind of exposure the building layer represents. Choose Structures and then click Next.
  2. Choose what kind of data the building layer represents. Since the building layer data has been classified, choose Classified and then click Next.
  3. In the next step, we have to select the attribute in the building layer that represents the classes. Then click Next.
  4. Select the type of classification we want to use and then click Next.
  5. Drag unique values from the list on the left into the panel on the right and place them in the appropriate categories and then click Next.
  6. The next step is optional. We can write a short comment about the source of the data. Then click Next.
  7. Give title to the building layer and then click Next.
  8. Click Finish.
  9. Select the Roads layer. Open the keyword editor and do the steps above all over again.
  10. Perhatikan bahwa layer tersebut sudah tampil di Panel InaSAFE.

../../_images/8_0111.png

8.3.4 Menetapkan Batas Analisis Dampak

If you have a laptop with small RAM, run InaSAFE for large area with so many data will take a long time to finish. To solve the problem, we can set the analysis area to a smaller area to make the analysis quicker.

  1. Select Toggle Scenario Outlines to show analysis outline area.
../../_images/8_0121.png

Green box will appear around the map canvas.

../../_images/8_0131.png

This green box is the analysis area. InaSAFE will calculate all the data inside the green box.

  1. Untuk mengganti area analisis, klik tombol Set analysis area

../../_images/8_0141.png
  1. Klik Use intersections of hazard, exposure and this bounding box kemudian klik tombol Drag on map dan buat sebuah kotak untuk menentukan batas area analisis. Batas area tersebut akan ditunjukkan oleh kotak biru di sekitar peta.

../../_images/8_0151.png
  1. Setelah selesai klik OK.

8.3.5 Analisis Dampak

Sekarang data ancaman dan data keterpaparan sudah tampil InaSAFE panel, karena kata kunci sudah ditambahkan pada layer-layer tersebut. Perhatikan bahwa jika kita menambahkan layer keterpaparan kedua pada proyek ini, kita dapat menentukan layer keterpaparan apa yang ingin kita analisis melalui menu pilihan di InaSAFE. Hal ini dapat juga diaplikasikan pada layer ancaman.

The third drop-down box is the impact function. This concludes our question, and defines the function that InaSAFE will run behind the scenes. InaSAFE developers have written many of these functions to analyse all sorts of hazard and exposure layers. The function that is selected for us here will process the hazard and exposure layers spatially to determine how the exposure layer will “be flooded.”

Click the Run button at the bottom to start the impact analysis. At the end of the process, the statistics will be displayed in the Results section, and a new layer will be added to the Layers panel that describes the result of the analysis. The map will show which buildings that are affected and which are not.

../../_images/8_016.png

8.4 Menjalankan InaSAFE untuk Populasi

In this section we will learn how to run impact analysis for population data with InaSAFE. We are going to use the same raster hazard data for flood in Jakarta and we will add another exposure data: population from AsiaPop.

8.4.1 Menambahkan Data Keterpaparan

We have already learned about how to change the symbol for this data in previous chapter (chapter 6), so if the appearance of this AsiaPop’s data is different than yours, you may need to change it.

  1. Click Add Raster Layer button and add Java_Population_WGS84.tif.
  2. Ubah susunan layer seperti berikut:

../../_images/8_017.png
  1. You can hide the vector data such as roads and buildings to create clearer view in map canvas.

8.4.2 Menambahkan Data Katakunci untuk Populasi

  1. Select the Java_Population_WGS84 layer in the Layers panel, and click on the Keywords Creation Wizard button.
../../_images/8_018.png
  1. In the Keywords Creation Wizard window choose Exposure as category layer, then click Next.
../../_images/8_019.png
  1. In the next step, we have to choose what kind of exposure the population layer represents. Choose Population and then click Next.
  2. Choose what kind of data the building layer represents. Choose Continuous and then click Next.
  3. We have to choose what units the continuous data are in. Then, click Next.
  4. In the next step, we can select the checkbox if we want InaSAFE to resample the layer to the hazard layer resolution during analyses. Then, click Next.
  5. The next step is optional. We can write a short comment about the source of the data. Then click Next.
  6. We can fill the Title with People and then click Next.
  7. Click Finish.
  8. Perhatikan bahwa layer tersebut sudah tampil di Panel InaSAFE.

../../_images/8_020.png

8.4.3 Menggunakan batas administrasi sebagai layer agregasi

We can use InaSAFE to give impact result according to the whole area or divide it by administrative boundary. InaSAFE will provide impact analyst result for each administration area that we provide. This method will help us to know the result specifically for each area, so we are able to know how many people that might be affected and how many logistic we should prepare for each administration area. To do this, we need to define aggregation layer first using Keyword Creation Wizard.

  1. Klik tombol Add Vector Layer dana masukkan Jakarta_District_Boundary_WGS84.shp.

  2. Select the Jakarta District.shp layer in the Layers panel, and click on the Keywords Creation Wizard button.
  3. Di jendela Keywords Creation Wizard silahkan pilih agregasi sebagai layer kategori.

../../_images/8_021.png
  1. Select the attribute in the layer that has the name of the aggregation areas. Then click Next.
  2. Choose the field in the layer that represents specified concept of field or/and set default value if there is no value and then click Next.
  3. The next step is optional. We can write a short comment about the source of the data. Then click Next.
  4. We can fill the Title with District Jakarta and then click Next.
  5. Click Finish.

8.4.4 Menetapkan Batas Analisis

We have already set the analysis area for imapct calculation for the building. This time we will set the analysis area for population data.

  1. Right click on A flood similar to the 2007 Jakarta event layer and click Zoom to Layer
  2. Select Toggle Scenario Outlines to show the analysis outline area.
../../_images/8_022.png

Green box will appear around the map canvas.

../../_images/8_023.png

This green box is the analysis area. InaSAFE will calculate all the data inside the green box.

  1. Untuk mengganti area analisis, klik tombol Set analysis area.

../../_images/8_024.png
  • Click Drag on map button and create a box to set around the A flood similar to the 2007 Jakarta event area. This will create a blue box around map canvas.
../../_images/8_025.png
  • Setelah selesai klik OK.

  • We will run InaSAFE with Jakarta boundary as aggregation layer. To do this, simply change Summarise the result by in the InaSAFE panel into district boundary.
../../_images/8_026.png
  • Sekarang klik Run untuk menghitung analisis dampak dan tungga beberapa saat.

../../_images/8_027.png

Anda akan mendapatkan hasil dampak analisis di sisi sebelah kanan dari panel InaSAFE yang sudah terbagi berdasarkan 5 kotamadya di Jakarta.

../../_images/8_028.png

8.4.5 Konfigurasi Kebutuhan Minimum

When you scroll impact result from running InaSAFE scenario, you will notice that there are some statistic that show how many rice, drinking water, clean water, family kits and toilet for each municipals in Jakarta. It’s called minimum needs per week for each people evacuated. The purpose of this minimum needs is to provide quick method calculating support requirements (in terms of food, water, etc) for displaced persons.

Kebutuhan minimum ini (estimasi awal) dibuat berdasarkan ‘Perka 7/2008’ BNPB dengan menggunakan rumus seperti berikut:

  • 400g nasi per orang per hari (2.8 kg per minggu)

  • 2.5l air minum per orang per hari (17.51 L per minggu)

  • 15l air bersih per orang per hari (105 L per minggu)

  • One family kits per family per week (assumes five people per families which is not specified in perka)
  • 20 orang per toilet

If you are not satisfied with these configuration, you can define your custom minimum needs for your own area using Minimum Needs Configuration

  1. Klik Plugin → InaSAFE → Minimum Needs Configuration

../../_images/8_029.png
  1. Minimum Needs Manager Window will appear. You can see in the Profile selection there are 4 profile defined, BNPB_en, Philippine Minimum Needs_en, BNPB_id, SPHERE, and Tanzania.
../../_images/8_030.png
  1. Jika anda ingin mengganti pengaturan awal kebutuhan minimum setiap item di masing-masing profil, anda dapat memilih item yang ingin anda ubah dan klik

../../_images/8_031.png

tombol di sisi kanan atas dari jendela pengaturan.

  1. You will enter Resource editor and from these editor, you can add or modify resource by filling each field that you think is important.
  2. Click Save Resource if you have already changed the value from an item or click Discard Changes if you didn’t change anything.
  3. If you want to create your own custom minimum needs, click New in the bottom side of the window and you can start adding new item by clicking the + button in the right upper side of the window to open Resource editor.
  4. Click Save after adding several items to your custom minimum needs.

8.4.6 Menjalankan Analisis Dampak dengan Kebutuhan Minimum yang Dimodifikasi

After creating your custom minimum needs you can run InaSAFE with your own minimum needs:

  1. Pergi ke Plugins ‣ InaSAFE ‣ Minimum Needs Configuration

  2. In Minimum Needs Manager Window, select your custom profile in Profile selector. After that, close the Minimum Needs Manager Window.
  3. Klik Run untuk melihat hasil InaSAFE dengan kebutuhan minimum anda sendiri.

8.6 Menyimpan Hasil Anda

Anda dapat menyimpan layer Dampak yang telah dibuat oleh InaSAFE dan dapat menyimpan proyek QGIS Anda untuk dibuka kembali di lain waktu, tapi perlu dicatat bahwa simbologi terhadap hasil InaSAFE tidak dapat tersimpan. Begitu Anda membuka proyek tersebut maka layer akan kembali menjadi hitam putih dan Anda butuh untuk melakukan simbolisasi kembali.

8.6.1 Menyimpan Tampilan Hasil InaSAFE Anda

Untuk mendapatkan hasil InaSAFE Anda dengan tampilan tertentu, maka Anda butuh untuk menyimpan tampilan tersebut terlebih dahulu.

  1. Right click on Number of People, and go to Properties.
  2. Go to Style button on the bottom side the properties window, click Save Style and choose QGIS Layer Style File ….
../../_images/8_036.png
  1. Simpan tampilan simbologi Anda sebagai population_result_style dan klik Save button.

../../_images/8_037.png
  1. Untuk menyimpan layer yang baru dibuat tersebut, klik kanan di panel Daftar Layer kemudian klik Save As …

8.6.2 Menyimpan Layer Hasil InaSAFE

Setelah menyimpan tampilan hasil InaSAFE Anda sekarang Anda dapat menyimpan layer hasil InaSAFE Anda dan memiliki tampilan yang sama seperti hasil InaSAFE yang telah Anda simpan sebelumnya.

  1. Right click on Number of People, and go to Save As…
  2. Klik tombol Browse kemudian pilih nama serta lokasi penyimpanan untuk file Anda. Jika sudah selesai, klik OK.

  3. Masukkan data layer yang telah Anda simpan sebelumnya menggunakan tombol Add Raster Layer.

  4. Anda akan melihat layer hitam dan putih peta anda. Silahkan buka properti dari layer tersebut untuk mengubah tampilan ini.

  5. Pilih tombol Style yang berada di bagian bawah dari jendela properti dan klik Load Style…

../../_images/8_038.png
  1. Pilih population_result_style Anda dan klik tombol Open.

  2. Sekarang layer yang Anda simpan akan memiliki tampilan yang sama dengan layer sementara hasil InaSAFE Anda.

  3. Untuk menggunakan tampilan ini sebagai tampilan utama, Anda silahkan klik Save as Default yang berada di bawah tombol Style.

../../_images/8_039.png

8.6.3 Menyimpan Proyek

  1. Klik tombol Save As di toolbar.

../../_images/8_040.png
  1. Berilah nama untuk proyek ini dan masukkan kedalam direktori yang Anda inginkan untuk menyimpan pekerjaan Anda. Kemudian klik Simpan.

../../_images/8_041.png

Now you have learned about how to use InaSAFE from using InaSAFE Keyword Wizard to define keyword attribute, how to run InaSAFE with InaSAFE dock and Impact Function Wizard, how to modify minimum needs, and how to use OSM Downloader to download OpenStreetMap data directly. InaSAFE is really helpful for us to know the impact of disaster and how we can create some plans if the disaster were to happen in real life.